ANTAM dan Bank Muamalat Perkuat Ekosistem Emas Nasional Lewat Kemitraan Distribusi dan Pembiayaan Syariah

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTAM) dan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk memperkuat kolaborasi strategis untuk memperluas ekosistem emas nasional melalui kerja sama distribusi Logam Mulia ANTAM dengan skema wholesaler. Kemitraan yang ditandatangani pada Rabu (8/7) ini juga bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap investasi emas melalui pembiayaan berbasis syariah.

Melalui kerja sama tersebut, Logam Mulia ANTAM akan dipasarkan melalui jaringan kantor cabang maupun kanal digital Bank Muamalat. Kedua perusahaan juga akan bersinergi dalam program pemasaran, edukasi, serta literasi investasi emas guna mendorong masyarakat semakin memahami manfaat emas sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan kemitraan terbaru ini merupakan kelanjutan dari hubungan bisnis yang telah terjalin antara kedua perusahaan selama bertahun-tahun. Menurutnya, sinergi tersebut akan memperkuat rantai pasok emas nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan emas melalui pembiayaan yang sesuai prinsip syariah.

Read also:  Kebakaran TPA Jatiwaringin Mulai Padam, Operasi Pemadaman Darat hingga Water Bombing Digencarkan

“Bank Muamalat dan ANTAM sudah memiliki sejarah panjang dalam kemitraan bisnis yang strategis. Masing-masing perusahaan memiliki keunggulan yang dapat disinergikan. Kami optimistis inisiatif ini akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak sekaligus mendorong investasi emas syariah di masyarakat dengan dukungan pasokan emas berkualitas dari ANTAM,” ujar Ricky.

Ia menambahkan, meningkatnya minat masyarakat terhadap emas sejalan dengan semakin baiknya literasi keuangan. Emas kini semakin dipandang sebagai instrumen safe haven yang mampu menjaga nilai aset di tengah ketidakpastian ekonomi global, sekaligus menjadi bagian penting dalam perencanaan keuangan jangka panjang.

Tren tersebut tercermin pada pertumbuhan pembiayaan emas Bank Muamalat melalui produk Solusi Emas Hijrah. Hingga Juni 2026, outstanding pembiayaan emas mencapai Rp1,9 triliun, melonjak 537% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara total booking emas nasabah telah melampaui 1,2 ton, dengan sekitar 54% di antaranya merupakan Logam Mulia ANTAM.

Read also:  Pemerintah Resmi Wajibkan Pencampuran Biodiesel 50%, Link Download SK Menteri ESDM

“Kami berharap pembiayaan emas Bank Muamalat dapat menjadi solusi bagi masyarakat dalam mewujudkan berbagai tujuan keuangan sesuai prinsip syariah, mulai dari pelunasan biaya haji, dana pendidikan anak, hingga perencanaan masa depan keluarga,” katanya.

Sementara itu, Direktur Komersial ANTAM Handi Sutanto menegaskan kerja sama tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk Logam Mulia sekaligus memperkuat ekosistem emas nasional melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.

Menurut Handi, kemitraan dengan Bank Muamalat diharapkan dapat memperluas jaringan distribusi Logam Mulia ANTAM, meningkatkan literasi investasi emas, serta mendukung pengembangan ekosistem emas nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Read also:  Kemenhut Ubah Paradigma Rehabilitasi Hutan, Tak Lagi Sekadar Tanam Pohon

“Kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem emas nasional dengan menghadirkan akses yang semakin luas bagi masyarakat terhadap produk Logam Mulia ANTAM. Kami meyakini sinergi ini tidak hanya memberikan nilai tambah bagi kedua perusahaan, tetapi juga mendukung pengembangan industri emas nasional dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap investasi emas sebagai instrumen yang aman dan bernilai jangka panjang,” ujar Handi.

Kolaborasi ANTAM dan Bank Muamalat mencerminkan semakin eratnya sinergi antara sektor pertambangan dan industri keuangan syariah dalam memperluas akses investasi emas di Indonesia. Dengan dukungan distribusi yang lebih luas dan skema pembiayaan syariah yang semakin berkembang, kedua perusahaan berharap dapat mempercepat terbentuknya ekosistem emas nasional yang kuat, inklusif, dan berdaya saing.***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Menteri LH Siapkan Aturan PRO, Produsen Wajib Tanggung Biaya Pengelolaan Sampah Kemasan

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) akan mewajibkan produsen menanggung biaya pengelolaan sampah kemasan melalui skema Packaging Recovery Organization (PRO) sebagai...

Cegah Karhutla, KLH Minta Perusahaan Bantu Restorasi Gambut di Sekitar Konsesi

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) meminta perusahaan pemegang konsesi kehutanan, perkebunan kelapa sawit, dan kawasan industri ikut merestorasi ekosistem gambut...

Prabowo Resmikan Biodiesel B50, Klaim Indonesia Tak Lagi Impor Solar

Ecobiz.asia – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program mandatori biodiesel 50% (B50) di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Pemerintah mengklaim implementasi...

ASEAN Perkuat Antisipasi El Niño dan Kabut Asap, Indonesia Dorong Kesiapsiagaan Regional

Ecobiz.asia - Negara-negara ASEAN memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap lintas batas yang dipicu fenomena El...

Transformasi Pengelolaan Sampah, Pembangunan Fasilitas PSEL Bali Dimulai

Ecobiz.asia - Pemerintah resmi memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kelurahan Pedungan, Kota Denpasar, Bali, sebagai langkah awal transformasi pengelolaan...

TOP STORIES

Penjelasan POJK 10 Tahun 2026 Tentang Perdagangan Karbon Melalui Bursa Karbon, Link Download

Ecobiz.asia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 10 Tahun 2026 tentang Perubahan atas POJK Nomor 14 Tahun...

Danantara Selects Eight Waste-to-Energy Partners, Two Chinese-Led Consortia Make the Cut

Ecobiz.asia – PT Danantara Investment Management (DIM) and PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) have selected eight consortium partners to develop the second phase...

Danantara Tetapkan Delapan Mitra Pengembang PSEL Tahap II, Nilai Investasi Capai Rp25 Triliun

Ecobiz.asia – PT Danantara Investment Management (DIM) bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) menetapkan delapan mitra usaha terpilih untuk mengembangkan dan mengelola proyek...

Menteri LH Siapkan Aturan PRO, Produsen Wajib Tanggung Biaya Pengelolaan Sampah Kemasan

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) akan mewajibkan produsen menanggung biaya pengelolaan sampah kemasan melalui skema Packaging Recovery Organization (PRO) sebagai...

SRUK Meluncur, INDEF Ingatkan Perluasan ETS Jadi Kunci Meningkatkan Permintaan Kredit Karbon

Ecobiz.asia – Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Green Transition Initiative (GTI) menilai tantangan terbesar pengembangan pasar karbon Indonesia saat ini bukan...