Kebakaran TPA Jatiwaringin Mulai Padam, Operasi Pemadaman Darat hingga Water Bombing Digencarkan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Upaya penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, menunjukkan perkembangan signifikan. Setelah enam hari operasi pemadaman, luas area yang masih terbakar tersisa sekitar 3,6 persen dari semula mencapai sekitar 70 persen.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama tim gabungan yang melibatkan pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, TNI, Polri, Kementerian Kehutanan melalui Manggala Agni, serta berbagai instansi lainnya.

“Alhamdulillah, ini hari keenam dan berkat kerja keras semua pihak, kondisi kebakaran terus membaik. Dari sekitar 70 persen area yang semula terbakar, kini tinggal sekitar 3,6 persen. Mudah-mudahan sore atau besok bisa benar-benar tuntas,” ujar Jumhur saat meninjau lokasi kebakaran di TPA Jatiwaringin, Minggu (5/7/2026).

Read also:  Karhutla Capai 202 Ribu Hektare, 57 Persen di Kawasan Hutan

Menurut Jumhur, pemadaman dilakukan melalui berbagai metode secara bersamaan, mulai dari water bombing, penyiraman dari darat, hingga injeksi air ke lapisan bawah timbunan sampah untuk memadamkan api yang masih membara di dalam tumpukan sampah. Pemerintah juga berupaya menambah dukungan helikopter agar proses pemadaman dapat segera diselesaikan.

Meski kondisi kebakaran terus membaik, ia mengingatkan seluruh pemerintah daerah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran TPA selama musim kemarau dan fenomena El Nino.

Read also:  Kemenhut Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Puncak Kemarau dan Ancaman Karhutla

“Saya meminta seluruh bupati dan wali kota yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah agar memastikan kesiapsiagaan menghadapi El Nino. Pastikan tidak ada aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di sekitar TPA, siapkan sumber air, dekatkan sarana pemadam kebakaran, dan lakukan mitigasi sejak dini,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi nasional, KLH/BPLH telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2026 tentang kesiapsiagaan dan antisipasi kebakaran di TPA pada kondisi cuaca panas ekstrem. Surat edaran tersebut menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dalam memperkuat upaya pencegahan selama musim kemarau.

Read also:  Menteri Jumhur Ajak Akademisi Wujudkan Kedaulatan Ekologis Jelang 81 Tahun Indonesia Merdeka

Sementara itu, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, mengatakan operasi pemadaman masih terus dilakukan. Selain water bombing dan injeksi air ke timbunan sampah, BNPB juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca apabila kondisi atmosfer memungkinkan dalam beberapa hari ke depan.

Di sisi lain, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas. Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Dinas Kesehatan terus memantau kondisi warga terdampak, termasuk di lokasi pengungsian. Hingga saat ini, warga yang mengalami gangguan kesehatan telah mendapat penanganan dan belum ada yang harus dirujuk ke rumah sakit. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Karhutla di Sejumlah Wilayah, KLH Catat Penurunan Kualitas Udara

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mencatat penurunan kualitas udara di sejumlah provinsi yang terdampak potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...

Kemenhut Laporkan Penurunan Hotspot Nasional 56 Persen, Pastikan Pengendalian Karhutla Diperkuat

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan mencatat jumlah titik panas (hotspot) nasional turun 56,2 persen dalam sehari, dari 2.170 titik pada 19 Agustus menjadi 950 titik...

Karhutla Meningkat, Pemerintah Perkuat Operasi Terpadu di Tiga Provinsi Kalimantan

Ecobiz.asia — Pemerintah memperkuat operasi terpadu pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan menyusul peningkatan hotspot berkepercayaan...

Gerakan Jemaat Jaga Bumi, KLH Dorong HKBP Perkuat Pilah Sampah Menuju Gereja Hijau

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong organisasi keagamaan mengambil peran lebih besar dalam pengelolaan sampah melalui perubahan perilaku jemaat. Menteri LH/Kepala...

Karhutla Capai 202 Ribu Hektare, 57 Persen di Kawasan Hutan

Ecobiz.asia – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan periode Januari hingga Juli 2026, luas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) nasional...

TOP STORIES

Ahmad Yani Terpilih sebagai Ketua API, Fokus Dorong Pengembangan Panas Bumi

Ecobiz.asia — Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), Ahmad Yani, terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API)/Indonesian Geothermal Association (INAGA)...

ICVCM Approves Two More Verra Methodologies Under Core Carbon Principles

Ecobiz.asia – The Integrity Council for the Voluntary Carbon Market (ICVCM) has approved two additional Verra methodologies as meeting its Core Carbon Principles (CCPs),...

Karhutla di Sejumlah Wilayah, KLH Catat Penurunan Kualitas Udara

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mencatat penurunan kualitas udara di sejumlah provinsi yang terdampak potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...

Kemenhut Laporkan Penurunan Hotspot Nasional 56 Persen, Pastikan Pengendalian Karhutla Diperkuat

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan mencatat jumlah titik panas (hotspot) nasional turun 56,2 persen dalam sehari, dari 2.170 titik pada 19 Agustus menjadi 950 titik...

NHM Kembangkan Pertanian Modern 10 Hektare di Kao Barat untuk Dukung Ketahanan Pangan

Ecobiz.asia -- PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) mendorong modernisasi sektor pertanian di Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, melalui penerapan teknologi dan...