PT Pertamina Trans Kontinental Raih Penghargaan TJSL di IDEAS 2026

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) meraih penghargaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pada ajang Indonesia DEI & ESG Awards (IDEAS) 2026 yang diselenggarakan PR Indonesia. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas implementasi program keberlanjutan perusahaan di sektor maritim yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

Vice President Legal & Relation PTK, Amran Reza, mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Read also:  Elnusa Latih Kelompok Perempuan Olah Limbah Plastik Bernilai Ekonomi

“Penghargaan ini menjadi wujud komitmen PTK dalam mengimplementasikan Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui berbagai inisiatif yang berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat pesisir. Dukungan dan kepercayaan ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan inisiatif demi masa depan yang berkelanjutan,” ujar Amran, Senin (13/7/2026).

Menurut dia, PTK terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, termasuk Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) serta tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), dalam strategi bisnis dan program pemberdayaan masyarakat.

Read also:  Masuki Usia 18 Tahun, Pertamina Drilling Perkuat Implementasi Green Drilling

Salah satu program yang dijalankan perusahaan adalah pengembangan masyarakat di Desa Energi Berdikari Wisata Kariangau, Balikpapan. Melalui program tersebut, PTK mengembangkan pengolahan sampah organik menjadi pakan maggot yang dimanfaatkan sebagai pakan budidaya ikan lele sistem bioflok.

Selain mengurangi volume sampah, program tersebut juga menciptakan ekonomi sirkular yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat.

Untuk mendukung operasional program, PTK memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi pengolahan sampah serta mengembangkan pertanian hidroponik. Perusahaan mencatat penggunaan energi bersih tersebut mampu menghemat konsumsi listrik sekitar 535 kWh dan menekan emisi karbon hingga 55 kilogram CO2 per bulan.

Read also:  Pertamina dan Boeing Jajaki Pengembangan Ekosistem Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Indonesia

PTK menyatakan akan terus memperkuat program TJSL berbasis ESG sebagai bagian dari upaya mendukung keberlanjutan sektor maritim sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pertamina Siap Jalankan Mandatori B50, Masa Transisi Berlangsung hingga September

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) menyatakan siap menjalankan Program Mandatori Biodiesel 50% (B50) yang resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (9/7). Saat ini...

Pertamina Borong Enam Penghargaan di Asian Excellence Award 2026

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) meraih enam penghargaan pada ajang 16th Asian Excellence Award 2026 yang diselenggarakan Corporate Governance Asia di Hong Kong. Penghargaan...

Danantara dan Latitude Energy Jajaki Proyek Gasifikasi Batu Bara Pertama di Indonesia

Ecobiz.asia – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menjajaki pengembangan proyek gasifikasi batu bara pertama di Indonesia bersama perusahaan teknologi asal Amerika...

ASEAN Strengthens Regional Readiness for El Niño and Transboundary Haze

Ecobiz.asia — ASEAN environment ministers have reaffirmed their commitment to strengthening regional preparedness against forest fires and transboundary haze as the region faces an...

Pertamina dan Boeing Jajaki Pengembangan Ekosistem Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Indonesia

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) dan Boeing menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk menjajaki pengembangan ekosistem Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Indonesia. Kerja...

TOP STORIES

Menteri LH Siapkan Aturan PRO, Produsen Wajib Tanggung Biaya Pengelolaan Sampah Kemasan

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) akan mewajibkan produsen menanggung biaya pengelolaan sampah kemasan melalui skema Packaging Recovery Organization (PRO) sebagai...

SRUK Meluncur, INDEF Ingatkan Perluasan ETS Jadi Kunci Meningkatkan Permintaan Kredit Karbon

Ecobiz.asia – Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Green Transition Initiative (GTI) menilai tantangan terbesar pengembangan pasar karbon Indonesia saat ini bukan...

Hutan Gambut Berperan Jaga Pola Hujan, Riset BRIN Ungkap Faktanya

Ecobiz.asia – Penelitian terbaru Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap bahwa hutan rawa gambut tidak hanya berfungsi sebagai penyimpan karbon, tetapi juga berperan...

Pertamina Siap Jalankan Mandatori B50, Masa Transisi Berlangsung hingga September

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) menyatakan siap menjalankan Program Mandatori Biodiesel 50% (B50) yang resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (9/7). Saat ini...

ASEAN Could Generate US$8.5 Billion from CORSIA Carbon Credit Market: Report

Ecobiz.asia – ASEAN member states could generate up to US$8.5 billion over the next decade by supplying eligible carbon credits to the aviation sector...