Ecobiz.asia – Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) bersama Universitas Indonesia Membangun (INABA) menggelar pelatihan penguasaan Microsoft Excel bagi 80 siswa SMK Ma’arif Jakarta. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi digital siswa agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin berbasis teknologi.
Pelatihan bertajuk “Mastering Excel” tersebut berlangsung selama dua hari, 6–7 April 2026, di Laboratorium Komputer SMK Ma’arif Jakarta. Kegiatan merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang menitikberatkan pada peningkatan keterampilan praktis melalui metode pembelajaran langsung (hands-on training).
Ketua Tim PKM, Syam Gunawan, mengatakan pelatihan dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara materi yang dipelajari di sekolah dengan kompetensi yang dibutuhkan industri.
“Kami sangat bangga melihat antusiasme dan kecepatan belajar para siswa. Pelatihan ini membuktikan bahwa jika diberikan fasilitas, metode yang tepat, dan pendampingan yang intensif, anak-anak SMK memiliki kapasitas yang sangat baik untuk memenuhi kebutuhan dunia industri,” ujar Syam dalam keterangannya, dikutip Minggu (12/7/2026).
Pelatihan difokuskan kepada siswa kelas XI dan XII yang dalam waktu dekat akan memasuki dunia kerja. Selain dosen sebagai instruktur, kegiatan juga melibatkan mahasiswa sebagai pendamping praktik untuk memberikan bimbingan secara langsung kepada peserta.
Sebelum pelatihan dimulai, peserta mengikuti pre-test untuk memetakan kemampuan awal. Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar siswa masih memiliki keterbatasan dalam mengoperasikan Microsoft Excel, khususnya penggunaan rumus dan pengolahan data.
Pada hari pertama, peserta mempelajari dasar-dasar Microsoft Excel, mulai dari pengenalan antarmuka, navigasi lembar kerja, hingga penggunaan fungsi dasar seperti SUM, AVERAGE, MIN, MAX, dan COUNT. Materi disampaikan menggunakan studi kasus sederhana, seperti pengolahan data absensi dan laporan keuangan.
Memasuki hari kedua, pelatihan berlanjut ke materi yang lebih kompleks, meliputi fungsi logika IF, AND, dan OR, teknik sorting dan filtering, serta pembuatan grafik dan visualisasi data. Di akhir pelatihan, setiap peserta diminta menyelesaikan studi kasus secara mandiri sebagai evaluasi atas materi yang telah dipelajari.
Tim PKM mencatat terjadi peningkatan kemampuan peserta setelah mengikuti pelatihan. Sebagian besar siswa telah mampu menyusun laporan berbasis Excel secara mandiri, mengolah data menggunakan berbagai fungsi, serta menyajikan informasi dalam bentuk grafik.
Selain peningkatan keterampilan teknis, pelatihan juga dinilai mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin menuntut penguasaan teknologi digital.
Berdasarkan survei kepuasan peserta, sekitar 95 persen siswa menyatakan pelatihan memberikan manfaat nyata dan berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan dengan materi yang lebih lanjut, seperti VLOOKUP, HLOOKUP, dan PivotTable.
Tim PKM menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah kejuruan perlu terus diperkuat agar lulusan SMK memiliki kompetensi digital yang sesuai dengan kebutuhan industri serta mampu meningkatkan daya saing di pasar kerja. ***



