Transformasi Pengelolaan Sampah, Pembangunan Fasilitas PSEL Bali Dimulai

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Pemerintah resmi memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kelurahan Pedungan, Kota Denpasar, Bali, sebagai langkah awal transformasi pengelolaan sampah nasional.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat mengatakan proyek ini merupakan implementasi pertama Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan dan menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada tempat pemrosesan akhir (TPA).

Menurut Jumhur, pembangunan PSEL di Bali diprioritaskan untuk mengatasi persoalan sampah di Pulau Bali, terutama karena TPA Suwung telah mengalami kelebihan kapasitas.

Read also:  Kemenhut Perbarui Rencana Kehutanan Nasional, Fokus Seimbangkan Ekonomi, Ekologi, dan Kesejahteraan

Dari timbulan sampah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung yang mencapai sekitar 1.600 ton per hari, sebanyak 72,18 persen masih berakhir di TPA. Fasilitas tersebut ditargetkan mampu mengolah sedikitnya 1.200 ton sampah per hari menjadi energi listrik, sementara sisa sampah akan dikelola melalui pendekatan reduce, reuse, recycle (3R).

Jumhur mengatakan pemerintah menargetkan pembangunan PSEL di 34 kawasan aglomerasi yang mencakup sekitar 60–70 kabupaten/kota. Meski demikian, sekitar 480 kabupaten/kota lainnya yang memiliki timbulan sampah di bawah 1.000 ton per hari akan tetap didorong mengembangkan pengelolaan sampah berbasis sumber, ekonomi sirkular, dan teknologi yang sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing.

Read also:  Kemenhut Ubah Paradigma Rehabilitasi Hutan, Tak Lagi Sekadar Tanam Pohon

“PSEL ini yang terdata di kami kira-kira ke depannya ada 34 aglomerasi yang meng-cover sekitar 60–70 kabupaten/kota di Indonesia. Sehingga dengan PSEL ini setidaknya 60–70 kabupaten/kota selesai masalah sampahnya,” ujar Jumhur saat groundbreaking PSEL Bali, Rabu (8/7/2026).

Proyek tersebut mendapat dukungan dari Danantara Indonesia. Chief Executive Officer Danantara, Rosan Roeslani, menyebut pembangunan PSEL Bali sebagai proyek percontohan nasional dalam program pengolahan sampah menjadi energi.

Read also:  Lindungi Masyarakat Pesisir dan Kepulauan, Wamen LH Galang Dukungan dari Negara-Negara Kepulauan Pasifik

Menurutnya, proyek itu merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah nasional.

Selain mengurangi timbulan sampah dan menghasilkan energi terbarukan, proyek PSEL Bali diperkirakan menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja hijau, menekan emisi karbon, serta mendorong pertumbuhan ekonomi hijau.

Gubernur Bali I Wayan Koster berharap pembangunan fasilitas tersebut dapat selesai sesuai target sehingga menjadi model pengelolaan sampah modern bagi daerah lain di Indonesia. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Kebijakan Kehutanan Masih Bertumpu pada Interpretasi Tunggal, Sederhanakan Keragaman Sejarah, Sosial, Budaya

Ecobiz.asia – Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Ahmad Maryudi, menilai kebijakan kehutanan di Indonesia masih bertumpu pada interpretasi tunggal mengenai penguasaan...

KLH Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular, Jombang Jadi Contoh

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong transformasi pengelolaan sampah nasional dari sistem kumpul-angkut-buang menuju ekonomi sirkular yang mampu menciptakan nilai...

Menteri LH Siapkan Aturan PRO, Produsen Wajib Tanggung Biaya Pengelolaan Sampah Kemasan

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) akan mewajibkan produsen menanggung biaya pengelolaan sampah kemasan melalui skema Packaging Recovery Organization (PRO) sebagai...

Cegah Karhutla, KLH Minta Perusahaan Bantu Restorasi Gambut di Sekitar Konsesi

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) meminta perusahaan pemegang konsesi kehutanan, perkebunan kelapa sawit, dan kawasan industri ikut merestorasi ekosistem gambut...

Prabowo Resmikan Biodiesel B50, Klaim Indonesia Tak Lagi Impor Solar

Ecobiz.asia – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program mandatori biodiesel 50% (B50) di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Pemerintah mengklaim implementasi...

TOP STORIES

Pertamina EP Bunyu Tanam 1.000 Mangrove dan Durian, Perkuat Ekosistem Pesisir dan Ekonomi Warga

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field menanam 1.000 bibit pohon yang terdiri atas 900 mangrove dan 100 durian di Desa Bunyu Selatan,...

Indonesia Prepares Hydrogen-Diesel Bus Pilot to Advance Clean Transport

Ecobiz.asia – Indonesia is preparing to pilot a Hydrogen-Diesel Dual Fuel (H2 DDF) bus as part of its efforts to introduce hydrogen into the...

Kebijakan Kehutanan Masih Bertumpu pada Interpretasi Tunggal, Sederhanakan Keragaman Sejarah, Sosial, Budaya

Ecobiz.asia – Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Ahmad Maryudi, menilai kebijakan kehutanan di Indonesia masih bertumpu pada interpretasi tunggal mengenai penguasaan...

Pemerintah Siapkan Uji Coba Bus Hidrogen-Diesel, Target Diluncurkan di GHES 2026

Ecobiz.asia – Pemerintah mulai menyiapkan uji coba bus berbahan bakar campuran hidrogen dan solar (Hydrogen-Diesel Dual Fuel/H2 DDF) sebagai langkah awal penerapan hidrogen di...

Champion Tidak Dilahirkan tapi Dibentuk, Mengapa Keteladanan Menjadi Investasi Terbesar dalam Membangun Masa Depan Bangsa

Oleh: Diah Y. Suradiredja (Founder of Natural Resources Development Center) Tulisan ini disusun sebagai sebuah Thought Leadership Paper, bukan sebagai artikel populer maupun kajian akademik yang...