Danantara Tetapkan Delapan Mitra Pengembang PSEL Tahap II, Nilai Investasi Capai Rp25 Triliun

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Danantara Investment Management (DIM) bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) menetapkan delapan mitra usaha terpilih untuk mengembangkan dan mengelola proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) tahap II di delapan wilayah dengan nilai investasi sekitar Rp24 triliun-Rp25 triliun.

Director Investment DIM sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Denera, Fadli Rahman, mengatakan penetapan mitra dilakukan melalui proses seleksi yang mengedepankan prinsip tata kelola yang baik dan mengacu pada praktik terbaik internasional.

“Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara objektif, berdasarkan prinsip tata kelola yang baik, serta mengacu pada praktik terbaik internasional,” kata Fadli di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Menurut Fadli, proses seleksi mencakup delapan lokasi pengembangan yang meliputi 20 kabupaten/kota. Penetapan mitra di masing-masing lokasi masih bersifat bersyarat (conditional) dan tetap bergantung pada pemenuhan seluruh persyaratan pengadaan yang berlaku.

Read also:  OASA Siap Garap Proyek PSEL Lampung Raya Berkapasitas 1.167 Ton per Hari

Ia menjelaskan, penilaian dilakukan berdasarkan rekam jejak pengembangan proyek PSEL, kemampuan finansial, kecepatan implementasi, aspek komersial, strategi dan pengelolaan risiko, serta komitmen jangka panjang dan pengalaman pelaksanaan proyek di Indonesia.

Untuk menjaga independensi proses seleksi, DIM dan Denera menunjuk penasihat teknis, hukum, dan komersial independen yang mendampingi seluruh tahapan evaluasi.

Dari 85 perusahaan yang masuk Daftar Penyedia Terseleksi (DPT), sebanyak 68 proposal diajukan untuk delapan lokasi proyek. Hasil evaluasi menetapkan satu mitra utama dan satu mitra cadangan di setiap lokasi.

Mitra terpilih akan menerima Conditional Letter of Award (CLoA) sebagai penetapan bersyarat. Selanjutnya mereka wajib memenuhi sejumlah persyaratan sebelum memperoleh Final Letter of Award, antara lain penyusunan studi kelayakan, finalisasi struktur proyek, pembentukan perusahaan patungan (joint venture), penyelesaian dokumen komersial, serta memperoleh persetujuan pembiayaan.

Read also:  Pertamina Siap Jalankan Mandatori B50, Masa Transisi Berlangsung hingga September

Fadli mengatakan nilai investasi setiap proyek diperkirakan mencapai Rp3 triliun hingga Rp3,5 triliun.

“Artinya kalau di delapan lokasi ini akan ada di Rp24-25 triliun,” ujarnya.

Ia menambahkan seluruh fasilitas PSEL akan menerapkan standar emisi Eropa, sebagaimana diterapkan pada proyek PSEL Denpasar Raya yang pembangunannya telah dimulai.

Chief Executive Officer DIM Pandu Sjahrir mengatakan keterlibatan perusahaan-perusahaan pengembang waste-to-energy kelas dunia menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Indonesia.

Empat dari delapan konsorsium dipimpin perusahaan Indonesia, sementara dua dipimpin perusahaan Prancis dan dua lainnya dipimpin perusahaan China.

Read also:  PLN EPI dan eFUELS SEA Jajaki Ekspor Hidrogen Hijau Indonesia ke Singapura

“Kami melihat ini sebagai peluang untuk mempercepat transfer teknologi, membangun kapasitas nasional, dan memperkuat ekosistem industri pengelolaan sampah di Indonesia,” kata Pandu.

Daftar mitra terpilih PSEL Tahap II:

  • SUEZ-IAN Consortium (SUEZ Insan Asia) – Medan Raya
  • Consortium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Harmoni) – Kabupaten Bekasi
  • Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas) – Lampung Raya
  • Masa Depan Energi Indonesia (Chandra Waste Energy BGE) – Serang Raya
  • Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd (Veolia) – Semarang Raya
  • Consortium Mentari Citra Lestari (Bakrie Power SUS) – Surabaya Raya
  • MPM-CEVIA Consortium (Mega Power CEVIA) – Bogor Raya 2
  • Cakra Energi Lestari Consortium (Pertamina NRE–Tianjin CITICC) – Yogyakarta Raya.

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pertamina Lampaui Target Dekarbonisasi, Emisi Karbon Turun 118% di Atas RKAP

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) melampaui target program dekarbonisasi yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Sepanjang semester I 2026, Pertamina...

Didukung APP Group, Persemaian Sriwijaya Kemampo Siap Dukung Gerakan ASRI Presiden Prabowo

Ecobiz.asia – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meresmikan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan,...

Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Kantongi Sertifikat Green Terminal

Ecobiz.asia – Terminal LPG Tanjung Sekong milik PT Pertamina Energy Terminal (PET), anak usaha PT Pertamina International Shipping (PIS), menjadi terminal LPG pertama di...

Danantara Buka Lagi Pendaftaran Mitra Proyek PSEL, Bidik Investor Global

Ecobiz.asia – PT Danantara Investment Management (DIM) melalui anak usahanya PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) kembali membuka pendaftaran Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) untuk...

Perta Daya Gas Perkuat Infrastruktur Gas untuk Dukung Ketahanan Energi Nasional

Ecobiz.asia – PT Perta Daya Gas (PDG) menegaskan komitmennya memperkuat pengembangan infrastruktur dan layanan gas bumi guna mendukung ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya...

TOP STORIES

Masuk Pasar Karbon Skema Jurisdictional REDD, Riau Tunggu Persetujuan Menteri Keuangan

Ecobiz.asia – Pemerintah Provinsi Riau tinggal selangkah lagi memasuki pasar karbon internasional melalui skema Jurisdictional REDD+. Saat ini, pemerintah daerah menunggu penerbitan Letter of...

Türkiye, Ghana and Luxembourg Join The Coalition to Grow Carbon Markets

Ecobiz.asia – Türkiye, Ghana and Luxembourg have joined the Coalition to Grow Carbon Markets, bringing the number of participating governments to 14 and signaling...

Pertamina Exceeds First-Half 2026 Decarbonization Target by 118%

Ecobiz.asia - Indonesia's state-owned energy company PT Pertamina (Persero) exceeded its first-half 2026 decarbonization target by 118%, driven by emissions reduction initiatives across its...

OJK Develops Carbon Insurance to Unlock Financing for Indonesia’s Carbon Projects

Ecobiz.asia – Indonesia's Financial Services Authority (OJK) is developing carbon insurance and other sustainable finance instruments to strengthen the country's carbon market ecosystem and...

Pertamina Lampaui Target Dekarbonisasi, Emisi Karbon Turun 118% di Atas RKAP

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) melampaui target program dekarbonisasi yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Sepanjang semester I 2026, Pertamina...