Pertemuan Bilateral Prabowo dan PM Jepang, Bahas Mineral Kritis Hingga Pengembangan Energi Nuklir

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menegaskan komitmen memperdalam kerja sama strategis di sektor energi, mineral kritis, hingga industrialisasi dalam pertemuan bilateral di Tokyo.

Dalam pernyataan bersama usai pertemuan di Istana Akasaka, Selasa (31/3/2026), kedua pemimpin menyepakati penguatan kemitraan yang mencakup sektor ekonomi, energi, hingga keamanan.

Prabowo menekankan pentingnya percepatan ratifikasi dan implementasi amandemen Indonesia–Japan Economic Partnership Agreement (IEPA) guna mempercepat realisasi kerja sama konkret.

Read also:  Kemenhut Laporkan Penurunan Hotspot Nasional 56 Persen, Pastikan Pengendalian Karhutla Diperkuat

“Kami akan bekerja keras untuk mempercepat ratifikasi dan implementasi protokol amandemen IEPA,” ujarnya.

Pemerintah juga membuka peluang lebih luas bagi investasi Jepang, khususnya pada pengembangan mineral kritis dan rare earth, serta industrialisasi berbasis hilirisasi di dalam negeri.

Selain itu, Indonesia mendorong kolaborasi dalam pengembangan energi baru terbarukan dan energi nuklir sebagai bagian dari strategi transisi energi jangka panjang.

Read also:  Agenda Jakarta Dorong Negara Global South Perkuat Hilirisasi Mineral Kritis

Dalam konteks regional, Prabowo menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi inisiatif Asia Zero Emission Community, termasuk mendorong keterlibatan perusahaan Jepang dalam proyek-proyek energi di Indonesia.

Ia juga menyoroti upaya percepatan penyelesaian proyek strategis, seperti Legok Nangka dan Sarulla, melalui langkah debottlenecking agar segera beroperasi optimal.

Di sektor hulu migas, pemerintah menyambut investasi INPEX Corporation dalam proyek gas Blok Masela dan mendorong percepatan realisasinya setelah tertunda cukup lama.

Read also:  Kontroversi PLTP Panas Bumi Gunung Ungaran, ESDM: Pengembangan Bertahap Berbasis Kajian

Selain sektor energi, kedua negara juga sepakat memperluas kerja sama di bidang pendidikan, pariwisata, serta hubungan antarmasyarakat (people-to-people). ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Karhutla, Kemenhut Kembali Sanksi Administratif Lima Perusahaan PBPH

Ecobiz.asia - – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) kembali menjatuhkan sanksi administratif kepada lima perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Kalimantan Barat setelah ditemukan...

KLH Bangun Ekosistem Pengelolaan Limbah Baterai Mobil Listrik, Timbulan Diproyeksi Memuncak 2040

Ecobiz.asia — Ledakan penggunaan kendaraan listrik berpotensi menghadirkan persoalan baru: gunungan baterai bekas. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperkirakan timbulan limbah baterai kendaraan listrik akan...

Sungai Mengering, Ketergantungan Batu Bara Dinilai Perparah Krisis Iklim di Kalimantan

Ecobiz.asia -- Kekeringan dan pendangkalan sejumlah sungai besar di Kalimantan di tengah fenomena El Niño menjadi alarm bagi pemerintah untuk mengevaluasi kembali ketergantungan Indonesia...

KLH/BPLH Perluas Jejaring Internasional Lawan Sindikat Kejahatan Lingkungan

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) memperkuat penegakan hukum dan memperluas kerja sama internasional untuk membongkar jaringan kejahatan lingkungan yang semakin...

Orangutan Mati Terpapar Asap Karhutla, Paru-paru Alami Kerusakan

Ecobiz.asia – Sempurna, orangutan jantan dewasa yang ditemukan dalam kondisi sangat lemah di tengah kepungan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang,...

TOP STORIES

Pertagas Catat Kepuasan Pelanggan 4,46, Naik 2,53% pada 2026

Ecobiz.asia – PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mencatat tingkat kepuasan pelanggan atau Customer Satisfaction Index (CSI) sebesar 4,46 pada 2026,...

Karhutla, Kemenhut Kembali Sanksi Administratif Lima Perusahaan PBPH

Ecobiz.asia - – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) kembali menjatuhkan sanksi administratif kepada lima perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Kalimantan Barat setelah ditemukan...

KLH Bangun Ekosistem Pengelolaan Limbah Baterai Mobil Listrik, Timbulan Diproyeksi Memuncak 2040

Ecobiz.asia — Ledakan penggunaan kendaraan listrik berpotensi menghadirkan persoalan baru: gunungan baterai bekas. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperkirakan timbulan limbah baterai kendaraan listrik akan...

PGE Siapkan Listrik Baseload Panas Bumi untuk Green Data Center

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menyiapkan pasokan listrik baseload dari energi panas bumi untuk mendukung pengembangan green data center dan ekosistem...

Sungai Mengering, Ketergantungan Batu Bara Dinilai Perparah Krisis Iklim di Kalimantan

Ecobiz.asia -- Kekeringan dan pendangkalan sejumlah sungai besar di Kalimantan di tengah fenomena El Niño menjadi alarm bagi pemerintah untuk mengevaluasi kembali ketergantungan Indonesia...