Investasi Rp3 Triliun Masuk, PSEL Piyungan Ditargetkan Hasilkan Listrik 20 MW

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Investasi sekitar Rp3 triliun akan digelontorkan untuk membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Piyungan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Fasilitas yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal III–IV 2028 itu akan mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik sebesar 18–20 megawatt (MW) yang diperkirakan mampu memasok kebutuhan sekitar 15.000 rumah tangga.

Komitmen tersebut diperkuat melalui penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Daerah DIY, Pemerintah Kota Yogyakarta, Pemerintah Kabupaten Sleman, Pemerintah Kabupaten Bantul, dan PT Danantara Investment Management (DIM) mengenai penyediaan lahan dan pasokan sampah untuk pembangunan PSEL. Penandatanganan dilakukan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (11/8/2026), disaksikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Read also:  KLH Siapkan Standar Pengelolaan E-Waste, Sektor Informal Jadi Tantangan

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan keterlibatan investor menjadi kebutuhan mengingat keterbatasan kapasitas pemerintah daerah dalam menangani persoalan sampah, terutama di tiga wilayah penyumbang sampah terbesar, yakni Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul.

“Intervensi investasi pihak ketiga diperlukan karena kapasitas daerah terbatas, terutama untuk tiga wilayah aglomerasi penyumbang sampah terbesar, yaitu Kota Yogyakarta, Sleman, dan Bantul,” ujar Sri Sultan.

Director of Investments PT Danantara Investment Management Fadli Rahman memastikan proyek PSEL tetap berjalan sesuai jadwal. Groundbreaking ditargetkan berlangsung pada Desember 2026, dilanjutkan konstruksi pada Januari 2027 hingga selesai pada akhir 2028.

Read also:  Industri Tambang Kejar Ekspansi dan Hilirisasi, Kebutuhan Listrik Andal Ikut Melonjak

“Target kita peletakan batu pertama pada Desember 2026 sehingga pada kuartal III atau kuartal IV 2028 nanti sudah bisa mengolah sampah untuk kawasan Yogyakarta,” kata Fadli.

Fasilitas PSEL akan dibangun di atas lahan Sultan Ground seluas sekitar 5,7 hektare di kawasan Piyungan, Bantul. Menurut Fadli, fasilitas tersebut akan menerapkan teknologi pengolahan sampah berstandar Eropa. Sampah akan diproses dalam bunker tertutup dan kedap udara untuk mencegah bau, sementara emisi udara dan air lindi diolah melalui sistem penyaringan sehingga memenuhi standar lingkungan.

Read also:  Bahlil Assures No Increase in Subsidized Fuel Prices through End-2026

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY Kusno Wibowo mengatakan PSEL merupakan salah satu bagian dari strategi pengelolaan sampah di DIY. Pengurangan sampah dari sumber, pemilahan, bank sampah, dan fasilitas pengolahan lainnya tetap akan menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah daerah.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan pengoperasian PSEL tidak boleh menghilangkan mata pencaharian masyarakat yang selama ini terlibat dalam rantai pengelolaan sampah. Menurutnya, sekitar 1.200 transporter dan pelaku pengelolaan sampah tetap harus dilibatkan ketika fasilitas mulai beroperasi. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pusat Data Butuh Tambahan 20 GW, Bahlil Siapkan Energi Bersih untuk Batam–Karimun–Bintan

Ecobiz.asia — Indonesia membutuhkan tambahan pasokan listrik sekitar 20 gigawatt (GW) untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pusat data. Pemerintah menyiapkan Batam, Karimun, dan Bintan sebagai...

Transmisi Jadi Tantangan, PLN Sebut Butuh Investasi Rp3.400 Triliun Untuk Transisi Energi

Ecobiz.asia — Pembangunan jaringan transmisi menjadi salah satu tantangan utama transisi energi Indonesia karena sumber energi dan pusat permintaan listrik tersebar di wilayah berbeda....

Pakar Hukum Dorong Evaluasi Aturan Pembakaran Lahan untuk Cegah Karhutla

Ecobiz.asia — Pakar hukum kehutanan dan lingkungan Sadino mendorong evaluasi aturan pembukaan lahan dengan cara membakar serta penguatan penegakan hukum kebakaran hutan dan lahan...

Lulus Diklat, 586 Polisi Kehutanan Langsung Terjun ke Tapak Dukung Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia — Sebanyak 586 personel Polisi Kehutanan (Polhut) menyelesaikan pendidikan dan pelatihan selama 60 hari dan disiapkan untuk memperkuat perlindungan hutan, penegakan hukum, serta...

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...

TOP STORIES

Cair! Minat Pendanaan PSEL Melonjak, Danantara Himpun 34 Lembaga Keuangan Calon Pemberi Pinjaman

Ecobiz.asia — Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) menetapkan 34 institusi keuangan sebagai calon pemberi...

Pusat Data Butuh Tambahan 20 GW, Bahlil Siapkan Energi Bersih untuk Batam–Karimun–Bintan

Ecobiz.asia — Indonesia membutuhkan tambahan pasokan listrik sekitar 20 gigawatt (GW) untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pusat data. Pemerintah menyiapkan Batam, Karimun, dan Bintan sebagai...

Progres PLTS Terapung Tembesi Batam Capai 74%, Proyek 46 MWp Masuki Tahap Lanjutan

Ecobiz.asia — Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Tembesi berkapasitas 46 megawatt peak (MWp) di Waduk Tembesi, Batam, Kepulauan Riau, telah mencapai sekitar...

KLH Dorong Pemda Beralih ke Ekonomi Restoratif, Karbon Bisa Jadi Sumber Pembiayaan

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong pemerintah daerah menggeser pendekatan pembangunan dari model ekstraktif menuju ekonomi restoratif yang tidak hanya...

Pertamina Kerahkan 108 Mobil Tangki, Stok BBM Bali Capai 48 Juta Liter

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) mengerahkan 108 mobil tangki dan meningkatkan pengawasan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Bali, dengan stok mencapai 48 juta...