VCarboN Bidik Pasar Karbon Compliance, Dorong Akses Proyek Indonesia ke Korea Selatan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Pengembang proyek karbon VCarboN mulai membidik perluasan akses pasar karbon Indonesia, tidak hanya melalui voluntary carbon market (VCM) tetapi juga compliance carbon market. Peluang tersebut dinilai semakin terbuka seiring kerja sama Indonesia dengan sejumlah negara melalui mekanisme Article 6 Paris Agreement, termasuk dengan Korea Selatan.

Founder VCarboN Heppy Trenggono mengatakan Indonesia memiliki potensi aset karbon berbasis alam yang sangat besar. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan proyek-proyek karbon dalam negeri memiliki akses ke pasar internasional sehingga dapat menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar.

“Indonesia memiliki potensi aset karbon berbasis alam yang sangat besar. Tantangannya bukan hanya menghasilkan kredit karbon yang berkualitas dan berintegritas tinggi, tetapi juga memastikan aset tersebut memiliki akses ke berbagai pasar internasasional, baik voluntary maupun compliance market,” ujar Heppy dalam keterangannya, dikutip Rabu (12/8/2026).

Read also:  Potensi Kredit Karbon Riau Capai 11,7 Juta Ton CO₂e per Tahun, Nilainya Bisa US$235 Juta

Menurut Heppy, kerja sama bilateral Indonesia dengan sejumlah negara, termasuk Korea Selatan melalui kerangka Article 6 Paris Agreement, perlu diterjemahkan menjadi transaksi yang konkret bagi proyek karbon Indonesia.

“Kerangka kerja sama Indonesia–Korea Selatan sudah dirintis oleh kedua pemerintah. Bagi kami sebagai pelaku industri, yang penting berikutnya adalah bagaimana peluang tersebut dapat diterjemahkan menjadi transaksi dan akses pasar yang nyata bagi proyek-proyek karbon Indonesia,” katanya.

Ia menjelaskan, voluntary carbon market tetap menjadi pasar penting bagi pengembangan proyek karbon berbasis alam. Namun, pelaku industri juga perlu mempersiapkan diri untuk memasuki compliance carbon market, termasuk melalui mekanisme Article 6 dan Internationally Transferred Mitigation Outcomes (ITMO).

Read also:  PLTA Batang Toru Mulai Penggenangan, Siapkan Tambahan Kapasitas 510 MW

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Heppy melakukan pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat untuk membahas pengembangan industri karbon nasional dan strategi memperluas akses proyek karbon Indonesia ke pasar internasional.

Dalam pertemuan itu, Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menegaskan pemerintah akan terus menyempurnakan regulasi guna mendukung pertumbuhan industri karbon nasional.

“Kita terus merapikan semua regulasi yang diperlukan agar industri carbon di Indonesia bisa berkembang dengan baik,” kata Jumhur.

Selain penguatan regulasi, pemerintah juga menaruh perhatian pada mekanisme pembagian manfaat (benefit sharing) agar pengembangan industri karbon memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Read also:  Karbon Biru Indonesia Berpeluang Masuk Pasar CORSIA, Integritas Kredit Jadi Kunci

“Penting setiap proyek memiliki mekanisme benefit sharing yang jelas. Selain itu kami juga sedang merumuskan agar masyarakat luas bisa mengakses industri carbon,” ujar Jumhur.

VCarboN saat ini mengembangkan portofolio proyek karbon berbasis alam, terutama pada ekosistem gambut (peatland) dan mangrove. Perusahaan juga membangun kemitraan dengan berbagai pelaku industri dan pasar internasional untuk memperluas peluang transaksi karbon Indonesia.

“Kami melihat voluntary dan compliance market sebagai dua jalur yang saling melengkapi. Semakin terbuka akses Indonesia terhadap keduanya, semakin kuat posisi aset karbon Indonesia dalam ekonomi karbon global,” kata Heppy. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

KLH Dorong Pemda Beralih ke Ekonomi Restoratif, Karbon Bisa Jadi Sumber Pembiayaan

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong pemerintah daerah menggeser pendekatan pembangunan dari model ekstraktif menuju ekonomi restoratif yang tidak hanya...

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

Mentan Terbitkan Permentan 18/2026, Atur Perdagangan Karbon Sektor Pertanian

Ecobiz.asia – Kementerian Pertanian mengatur tata cara perdagangan karbon melalui mekanisme offset emisi gas rumah kaca (GRK) di sektor pertanian, mencakup subsektor persawahan, peternakan,...

Kemenhut: GANISPH Dibutuhkan untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menilai tenaga teknis pengelolaan hutan (GANISPH) akan memegang peran penting dalam ekosistem perdagangan karbon, seiring berkembangnya pemanfaatan hutan yang...

TOP STORIES

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...