Menteri LH Ungkap Minat Investasi Hijau di Indonesia Meningkat: Harus Dorong Kesejahteraan Masyarakat

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa investasi hijau dan berbagai instrumen aksi iklim harus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat, terutama masyarakat lokal dan adat yang menjadi penjaga ekosistem.

Menurut Jumhur, minat investor global terhadap proyek-proyek pemulihan lingkungan di Indonesia terus meningkat. Kondisi tersebut menunjukkan adanya pergeseran paradigma pembangunan dunia dari yang semula berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata menjadi pembangunan yang mengedepankan pemulihan lingkungan.

Read also:  Indonesia Luncurkan Empat Dokumen Status Keanekaragaman Hayati, Basis Data Pembangunan Berkelanjutan Makin Kuat

“Ada beberapa investor yang telah menyatakan berminat menanamkan investasinya dalam pembangunan untuk pemulihan lingkungan. Kini paradigma yang berkembang bukan lagi pembangunan yang hanya mengejar pertumbuhan dengan merusak lingkungan, tetapi pembangunan yang disertai pemulihan lingkungan,” kata Jumhur saat berbicara dalam Indonesia Net-Zero Summit 2026 di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).

Ia menjelaskan, dalam aksi iklim global dikenal dua pendekatan utama, yakni mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Namun, Indonesia menambahkan satu pilar penting, yaitu prosperity atau kesejahteraan, sehingga setiap kebijakan mitigasi dan adaptasi harus bermuara pada peningkatan taraf hidup masyarakat.

Read also:  Menteri Jumhur Ajak Akademisi Wujudkan Kedaulatan Ekologis Jelang 81 Tahun Indonesia Merdeka

Menurut Jumhur, prinsip tersebut harus diterapkan dalam pengembangan pasar karbon nasional. Potensi ekonomi dari perdagangan karbon, katanya, harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat di sekitar lokasi proyek, bukan hanya kepada pelaku usaha atau investor.

“Masyarakat tapak, masyarakat lokal, dan masyarakat adat harus menjadi pihak yang memperoleh manfaat terbesar dari skema benefit sharing perdagangan karbon,” ujarnya.

Read also:  KLH Rekomendasikan Penataan Ulang Tata Ruang Sumatra, Cegah Bencana Banjir Berulang

Ia menambahkan, pemerintah juga perlu menyiapkan mitigasi sosial agar manfaat ekonomi dari perdagangan karbon dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan, antara lain melalui pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan demikian, transisi menuju ekonomi hijau tidak hanya mendukung pencapaian target iklim, tetapi juga menciptakan pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Rancang Peta Arahan, Kemenhut Siapkan 5,67 Juta Hektare Kawasan Hutan untuk Perizinan Berusaha

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyiapkan alokasi sekitar 5,67 juta hektare kawasan hutan dalam Peta Arahan Pemanfaatan Hutan (PAPH) Tahun 2026 sebagai acuan penerbitan...

ClientEarth-CPI Indonesia Teken MoU, Percepat Transisi Energi Berkeadilan

Ecobiz.asia – ClientEarth dan Climate Policy Initiative (CPI) Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mempercepat implementasi energi terbarukan dan transisi energi berkeadilan di Indonesia. Kerja...

Menteri Jumhur Ajak Akademisi Wujudkan Kedaulatan Ekologis Jelang 81 Tahun Indonesia Merdeka

Ecobiz.asia – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat mengajak kalangan akademisi menjadikan kedaulatan ekologis sebagai fondasi baru pembangunan Indonesia...

Kemenhut Perkuat Diplomasi Publik, Siapkan SDM Hadapi Negosiasi Kehutanan Global

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang diplomasi publik dan negosiasi internasional guna mendukung kepemimpinan Indonesia dalam tata kelola...

Pemerintah Percepat Pemulihan PLTP Sarulla, Siapkan Investasi Baru Optimalkan Potensi Panas Bumi 1.100 MW

Ecobiz.asia – Pemerintah mempercepat pemulihan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla di Kabupaten Tapanuli Utara dengan menyiapkan penyelesaian administrasi hingga Oktober 2026...

TOP STORIES

Masuk Pasar Karbon Skema Jurisdictional REDD, Riau Tunggu Persetujuan Menteri Keuangan

Ecobiz.asia – Pemerintah Provinsi Riau tinggal selangkah lagi memasuki pasar karbon internasional melalui skema Jurisdictional REDD+. Saat ini, pemerintah daerah menunggu penerbitan Letter of...

Türkiye, Ghana and Luxembourg Join The Coalition to Grow Carbon Markets

Ecobiz.asia – Türkiye, Ghana and Luxembourg have joined the Coalition to Grow Carbon Markets, bringing the number of participating governments to 14 and signaling...

Pertamina Exceeds First-Half 2026 Decarbonization Target by 118%

Ecobiz.asia - Indonesia's state-owned energy company PT Pertamina (Persero) exceeded its first-half 2026 decarbonization target by 118%, driven by emissions reduction initiatives across its...

OJK Develops Carbon Insurance to Unlock Financing for Indonesia’s Carbon Projects

Ecobiz.asia – Indonesia's Financial Services Authority (OJK) is developing carbon insurance and other sustainable finance instruments to strengthen the country's carbon market ecosystem and...

Pertamina Lampaui Target Dekarbonisasi, Emisi Karbon Turun 118% di Atas RKAP

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) melampaui target program dekarbonisasi yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Sepanjang semester I 2026, Pertamina...