Ecobiz.asia – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat mengajak kalangan akademisi menjadikan kedaulatan ekologis sebagai fondasi baru pembangunan Indonesia menjelang peringatan 81 tahun kemerdekaan.
Menurutnya, kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai kedaulatan politik dan ekonomi, tetapi juga harus diwujudkan melalui kemampuan bangsa menjaga dan mengelola lingkungan hidup secara mandiri.
Pesan tersebut disampaikan Menteri Jumhur saat memberikan kuliah umum pada pengukuhan mahasiswa baru Program Doktor, Magister, Subspesialis, Spesialis, dan Profesi Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Rabu (6/8/2026).
“Kita harus mengubah cara pandang. Lingkungan hidup bukan sektor yang berdiri sendiri. Lingkungan hidup adalah fondasi bagi seluruh kehidupan dan seluruh sektor pembangunan,” ujar Menteri Jumhur.
Di hadapan sivitas akademika, ia mengingatkan bahwa generasi saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, pencemaran udara, krisis air, kerusakan ekosistem, persoalan sampah, hingga degradasi hutan di tengah pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan.
Menteri Jumhur menegaskan persoalan lingkungan tidak dapat dipandang sebagai isu sektoral karena menjadi fondasi seluruh kehidupan dan pembangunan.
Karena itu, perguruan tinggi didorong melahirkan ilmuwan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki cara berpikir ekologis dan keberanian moral untuk memastikan setiap kebijakan memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus aman bagi lingkungan.
Ia juga menolak anggapan bahwa pertumbuhan ekonomi harus dipertentangkan dengan pelestarian lingkungan. Menurutnya, Indonesia justru perlu membangun ekonomi yang tumbuh karena lingkungan dijaga melalui penerapan ekonomi hijau dan ekonomi sirkular.
Dalam konsep tersebut, sampah dipandang sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan, sekaligus membuka peluang terciptanya lapangan kerja hijau di berbagai sektor.
Menutup kuliah umumnya, Menteri Jumhur mengajak mahasiswa pascasarjana dan para profesional untuk mengabdikan ilmu pengetahuan sebagai solusi bagi persoalan bangsa.
Menurutnya, momentum 81 tahun Indonesia Merdeka harus menjadi titik lahirnya kedaulatan ekologis, yakni kondisi ketika Indonesia mampu menjaga kelestarian lingkungan hidup sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan nasional yang berkelanjutan. ***



