Ecobiz.asia – ClientEarth dan Climate Policy Initiative (CPI) Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mempercepat implementasi energi terbarukan dan transisi energi berkeadilan di Indonesia.
Kerja sama selama dua tahun itu difokuskan pada penguatan aspek pendanaan, hukum, kebijakan, regulasi, dan tata kelola guna mendukung target Indonesia mencapai emisi nol bersih (net zero) pada 2060.
Melalui kerja sama tersebut, kedua organisasi akan menyusun kajian dan rekomendasi kebijakan berbasis data untuk membantu pemerintah mengatasi berbagai hambatan pengembangan energi terbarukan, mulai dari proses perizinan yang panjang, birokrasi yang belum efisien, tingginya kebutuhan investasi, hingga ketidakpastian regulasi.
Kolaborasi juga akan mencakup riset, analisis hukum dan keuangan, serta penyelenggaraan diskusi, lokakarya, dan seminar yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil.
Chief Programmes and Impact Officer ClientEarth Adam Weiss, mengatakan penandatanganan MoU menjadi langkah penting untuk memperkuat reformasi kebijakan yang dibutuhkan dalam transisi energi Indonesia.
“Penandatanganan MoU dengan CPI ini mengindikasikan langkah signifikan dalam misi kami membentuk kebijakan fiskal di tengah rencana transisi Indonesia menuju emisi net-zero. ClientEarth berkolaborasi dengan CPI untuk mengadvokasi reformasi kebijakan kepada pembuat kebijakan, sekaligus dengan pemangku kebijakan yang memiliki visi sejalan untuk aksi kolektif,” ujar Adam Weiss dalam keterangan yang diterima, Rabu (6/8/2026).
Direktur CPI Indonesia Tiza Mafira, menambahkan bahwa pencapaian target net zero tidak hanya bergantung pada ketersediaan pendanaan, tetapi juga membutuhkan kepastian hukum dan regulasi yang mampu meningkatkan kepercayaan investor.
“Kolaborasi ini menegaskan komitmen CPI dalam mendukung kebijakan yang baik berbasis data serta reformasi regulasi yang mendorong implementasi energi terbarukan sembari memastikan bahwa transisi tersebut adil, transparan, dan selaras dengan arah perkembangan prioritas Indonesia,” kata Tiza Mafira. ***



