Ecobiz.asia – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meresmikan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Jumat (7/8/2026).
Persemaian berkapasitas lima juta bibit per tahun yang dibangun melalui kolaborasi Kementerian Kehutanan, Kementerian Pekerjaan Umum, dan APP Group itu disiapkan untuk mendukung rehabilitasi hutan dan lahan serta Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang menjadi program Presiden Prabowo Subianto.
Raja Juli mengatakan pembangunan hutan harus diawali dengan penyediaan bibit berkualitas yang sesuai dengan karakteristik lahan.
“Membangun hutan tidak dimulai dari menanam pohon, melainkan dari menyiapkan bibit yang unggul dan sesuai dengan karakter tapak. Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo adalah titik awal, bukan pelengkap, dari seluruh upaya rehabilitasi hutan dan lahan yang akan kita jalankan ke depan,” ujarnya.
Persemaian yang berdiri di atas lahan seluas enam hektare itu dilengkapi 18 fasilitas pendukung, antara lain motherplant house, rooting house, shading house, selection house, water treatment plant, embung, hingga rumah produksi yang mendukung proses pembibitan secara modern.
Fasilitas tersebut memproduksi berbagai jenis bibit tanaman kehutanan, seperti sengon, mahoni, dan meranti, tanaman multi purpose tree species (MPTS) seperti petai, jengkol, durian, dan alpukat, serta tanaman estetika seperti ketapang kencana dan tabebuya.
Seluruh bibit disediakan secara gratis untuk mendukung rehabilitasi hutan dan lahan maupun kegiatan penghijauan masyarakat. Permohonan bibit dapat diajukan oleh perseorangan hingga 2.000 batang, sedangkan kelompok masyarakat dan instansi pemerintah dapat mengajukan hingga 10.000 batang.
Menurut Raja Juli, keberadaan persemaian tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah mendukung target rehabilitasi lahan terdegradasi yang telah disampaikan Presiden Prabowo Subianto di berbagai forum internasional.
Di Sumatera Selatan, upaya tersebut menjadi penting karena masih terdapat ratusan ribu hektare lahan kritis yang memerlukan rehabilitasi.
Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo merupakan hasil kolaborasi Kementerian Kehutanan, Kementerian Pekerjaan Umum, dan APP Group yang dimulai melalui penandatanganan nota kesepahaman pada 2023.
Pemerintah berharap fasilitas tersebut menjadi pusat penyediaan bibit unggul untuk mendukung pemulihan ekosistem dan penghijauan di Sumatera Selatan maupun wilayah sekitarnya. ***



