Indonesia Siapkan Implementasi Nesting Karbon Kehutanan, Riau Jadi Percontohan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Pemerintah Indonesia menyiapkan operasionalisasi kerangka kerja nesting karbon kehutanan guna mendorong transaksi berintegritas tinggi dan menarik investasi global.

Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Laksmi Wijayanti, mengatakan kejelasan aturan menjadi kunci untuk menciptakan kepastian pasar sekaligus membuka aliran pendanaan bagi pengelola hutan dan masyarakat.

“Sebagai pemimpin global dalam karbon hutan, Indonesia berkomitmen menghadirkan solusi terpadu melalui pengaturan nesting yang kredibel. Ini bukan hanya soal ambisi iklim, tapi juga kepastian bagi investor dan manfaat nyata bagi masyarakat lokal,” ujar Laksmi dalam Dialog Tingkat Tinggi bertajuk ‘Membuka Potensi Nesting untuk Implementasi REDD+ Yurisdiksi Berintegritas Tinggi dan Pasar Karbon di Indonesia’, yang digelar di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Read also:  Empat Tantangan Proyek Karbon Kehutanan, Fairatmos Siap Dampingi PBPH

Nesting merupakan mekanisme penyelarasan perencanaan dan pelaksanaan aksi mitigasi emisi gas rumah kaca (GRK) di tingkat nasional, provinsi, hingga proyek. Skema ini bertujuan mencegah penghitungan dan klaim ganda atas unit karbon, sekaligus memastikan transparansi dan integritas lingkungan sesuai standar global.

Dalam implementasinya, nesting diterapkan pada program aksi mitigasi perubahan iklim dan perdagangan karbon berbasis yurisdiksi yang diselenggarakan pemerintah di tingkat nasional dan/atau daerah.

Langkah ini sejalan dengan target FOLU Net Sink 2030 yang menargetkan serapan bersih sektor kehutanan dan penggunaan lahan sebesar 140 juta ton CO2 ekuivalen pada 2030. Target tersebut ditopang oleh pengendalian deforestasi, restorasi mangrove, serta pengelolaan gambut berkelanjutan.

Read also:  Di Forum Iklim London, Menhut Umumkan Penerbitan Kredit Karbon Kehutanan Terbesar Indonesia

Implementasi awal skema ini dilakukan di Riau melalui inisiatif GREEN for Riau yang didukung UN-REDD Programme dan pendanaan pemerintah Inggris. Provinsi ini memiliki cadangan karbon signifikan, terutama dari sekitar 3,5 juta hektare lahan gambut.

Direktur Bina Usaha Pemanfaatan Hutan Kementerian Kehutanan, Ilham, menilai skema ini akan memperkuat jalur pencapaian target net zero emission Indonesia pada 2060.

“Tantangan kita bukan lagi pada ambisi, melainkan pada operasionalisasi di lapangan agar hasil pengurangan emisi terukur, transparan, dan mampu memobilisasi pembiayaan swasta dalam skala besar,” ujarnya.

Dukungan internasional juga mengalir. Utusan Khusus Inggris untuk Kelestarian Alam, Ruth Davis, menyebut Indonesia memiliki potensi karbon hutan terbesar di dunia dan berpeluang menarik investasi berkelanjutan jika integritas pasar terjaga.

Read also:  PTBA Mulai Uji Coba Co-firing Tahap II di PLTU Banko Barat, Manfaatkan Kaliandra Merah

Hal senada disampaikan Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Rut Krüger Giverin, yang menilai kejelasan kerangka nesting menjadi kunci membangun kepercayaan pasar karbon global.

Meski fondasi regulasi dinilai kuat, pelaku usaha masih menunggu kepastian implementasi di lapangan. Koordinator Residen PBB di Indonesia, Gita Sabharwal, menegaskan tahap berikutnya akan ditentukan oleh konsistensi penerapan kebijakan.

“Kemajuan Indonesia akan dipantau oleh pasar global dan pembeli kredit karbon berintegritas tinggi. Ini menjadi peluang untuk menetapkan standar global aksi hutan yurisdiksional,” ujarnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Kemenhut dan Emergent Sepakati Penjajakan Kerja Sama Pendanaan Iklim Sektor Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan Emergent Forest Finance Accelerator, Inc. menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menjajaki peluang kerja sama pendanaan iklim guna mendukung...

PLN Indonesia Power dan South Pole Bahas Perpanjangan Kerja Sama Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT PLN Indonesia Power dan perusahaan konsultan iklim global asal Swiss, South Pole AG, membahas perpanjangan kerja sama perdagangan karbon untuk proyek...

Menhut Ajak Dunia Bangun Pasar Karbon yang Kredibel dan Berkeadilan

Ecobiz.asia – Pemerintah Indonesia mengajak komunitas internasional memperkuat pasar karbon global yang kredibel, transparan, dan berintegritas tinggi agar mampu memobilisasi investasi iklim dalam skala...

Di Forum Iklim London, Menhut Umumkan Penerbitan Kredit Karbon Kehutanan Terbesar Indonesia

Ecobiz.asia – Pemerintah Indonesia akan menerbitkan kredit karbon sektor kehutanan dengan volume lebih dari 30 juta ton CO₂e pada 6 Juli 2026, menandai salah...

Indonesia Dorong Pasar Karbon Berintegritas, Perkuat Kerja Sama Gambut dan Mangrove di Forum London

Ecobiz.asia – Indonesia membawa tiga agenda utama dalam forum Forest and Climate Leaders' Partnership (FCLP) di London, yakni mendorong pengembangan pasar karbon berintegritas tinggi,...

TOP STORIES

Pertamina Trans Kontinental Raih Top 10 Jakarta Water Heroes 2026 Berkat Efisiensi Pengelolaan Air

Ecobiz.asia – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) masuk dalam jajaran Top 10 Jakarta Water Heroes 2026 pada kategori Pelopor Kantor Cerdas Penggunaan Air, sebagai...

Kemenhut Rancang KHDTK Tumbang Nusa Jadi Living Laboratory Gambut, Bangun Kolaborasi Pentahelix

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyiapkan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Tumbang Nusa di Kalimantan Tengah sebagai living laboratory pengelolaan ekosistem gambut sekaligus...

Perempuan Penggerak Ekonomi Restoratif, Akses dan Kepemimpinan Perlu Diperkuat

Ecobiz.asia – Perempuan dinilai memegang peran sentral dalam membangun ekonomi restoratif, mulai dari menjaga hutan dan sumber air, memperkuat ketahanan pangan, hingga mengembangkan usaha...

Kemenhut Gagalkan Penyelundupan Owa Jawa dan Biawak Endemik ke Oman

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menggagalkan upaya penyelundupan dua satwa endemik Indonesia, yakni owa jawa (Hylobates moloch) dan biawak tiga warna (Varanus yuwonoi), yang...

PLN Indonesia Power, South Pole Explore Expanded Carbon Market and Decarbonization Partnership

Ecobiz.asia — Indonesia's state-owned power producer PLN Indonesia Power and Swiss climate advisory firm South Pole AG are exploring an extension of their carbon...