Indonesia Dorong Pasar Karbon Berintegritas, Perkuat Kerja Sama Gambut dan Mangrove di Forum London

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Indonesia membawa tiga agenda utama dalam forum Forest and Climate Leaders’ Partnership (FCLP) di London, yakni mendorong pengembangan pasar karbon berintegritas tinggi, memperkuat International Tropical Peatland Center (ITPC), dan mengembangkan World Mangrove Center (WMC) sebagai platform kolaborasi internasional untuk mendukung aksi kehutanan dan perubahan iklim.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat menghadiri Ministerial Event FCLP bertajuk From Glasgow to Addis Ababa: Building Momentum on Forests from COP30 to COP32 di Kew Gardens, London, Selasa (23/6/2026).

Menurut Raja Juli, tantangan utama saat ini bukan lagi meningkatkan ambisi dalam aksi iklim, melainkan memastikan berbagai komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama yang konkret dan pendanaan yang berkelanjutan.

Read also:  Soroti Perdagangan Karbon, Wamenhut Bicara Soal Transformasi Ekonomi Kehutanan Saat Dies Natalis Fahutan UGM

“Yang dibutuhkan saat ini adalah kemitraan yang kuat, kerja sama yang praktis, dan investasi yang berkelanjutan agar komitmen perlindungan hutan benar-benar menghasilkan dampak di lapangan,” ujarnya.

Agenda pertama yang dibawa Indonesia adalah pengembangan pasar karbon berintegritas tinggi sebagai instrumen untuk memperluas pendanaan konservasi, restorasi ekosistem, pengelolaan hutan lestari, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Pemerintah, kata Raja Juli, terus memperkuat tata kelola perdagangan karbon melalui penyempurnaan regulasi yang menjamin kepastian hukum, transparansi, dan kredibilitas lingkungan. Indonesia meyakini pasar karbon yang berintegritas dapat menjadi salah satu solusi untuk menjembatani kebutuhan pembiayaan global bagi perlindungan hutan.

Read also:  Susun Biennial Transparency Report, Indonesia Laporkan Capaian Pengurangan Emisi

Agenda kedua adalah penguatan International Tropical Peatland Center (ITPC) sebagai pusat kerja sama internasional dalam pengelolaan lahan gambut tropis berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, peningkatan kapasitas, dan pertukaran pengalaman.

Dengan sekitar 13 juta hektare ekosistem gambut tropis, Indonesia mengajak negara-negara anggota FCLP memperluas kolaborasi melalui ITPC untuk mengembangkan solusi berbasis sains dalam pengelolaan gambut yang berkelanjutan.

Sementara agenda ketiga adalah memperkuat World Mangrove Center (WMC) sebagai pusat kolaborasi global dalam pengelolaan ekosistem mangrove melalui pengembangan kebijakan, riset, inovasi, dan peningkatan kapasitas.

Indonesia mengundang negara-negara anggota FCLP untuk bergabung dalam pengembangan WMC agar pengetahuan, teknologi, dan pengalaman pengelolaan mangrove dapat dimanfaatkan secara lebih luas dalam mendukung mitigasi perubahan iklim, konservasi keanekaragaman hayati, ketahanan wilayah pesisir, dan pembangunan ekonomi masyarakat.

Read also:  KLH Sudah Siapkan Draft Permen LH Biodiversity Credit, Cegah Praktik Makelar

Sebagai negara yang memiliki sekitar 3,4 juta hektare mangrove atau sekitar 23 persen dari total mangrove dunia, Indonesia menyatakan siap berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan ekosistem tersebut.

Dalam forum tersebut, Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat keterlibatan dalam Forest and Climate Leaders’ Partnership serta memperluas kerja sama dengan negara-negara anggota dan mitra pembangunan guna mendorong solusi kehutanan yang dapat diimplementasikan secara nyata. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Gold Standard Luncurkan Metodologi G-RESET, Perluas Akses Pembiayaan Karbon untuk Proyek Energi Terbarukan

Ecobiz.asia – Lembaga standar karbon Gold Standard meluncurkan metodologi Grid-Connected Renewables, Storage and Energy Transition (G-RESET) untuk memperluas akses sertifikasi kredit karbon bagi proyek...

Soroti Perdagangan Karbon, Wamenhut Bicara Soal Transformasi Ekonomi Kehutanan Saat Dies Natalis Fahutan UGM

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan mendorong transformasi ekonomi kehutanan dengan mengoptimalkan potensi biodiversitas dan jasa ekosistem, termasuk perdagangan karbon, untuk meningkatkan nilai ekonomi hutan sekaligus...

KLH Sudah Siapkan Draft Permen LH Biodiversity Credit, Cegah Praktik Makelar

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) telah menyiapkan rancangan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup tentang biodiversity credit. Dalam draft yang disiapkan, peran dan...

Parlemen Godok RUU Perubahan Iklim Berkeadilan, Jaga Kepastian Aturan Proyek Karbon

Ecobiz.asia – Parlemen mulai menyiapkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Iklim Berkeadilan untuk memberikan kepastian dan menjaga konsistensi regulasi bagi proyek-proyek karbon yang...

Tiga Start Up Iklim Dapat Suntikan Rp15 Miliar, Siap Uji Coba dan Komersialisasi di Indonesia

Ecobiz.asia – Tiga perusahaan start up teknologi iklim mendapat suntikan dana Rp15 miliar untuk menguji solusi mereka di Indonesia, menandai meningkatnya aliran modal ke...

TOP STORIES

Geger! Tengkorak Diduga Orangutan Ditemukan di Areal Bernilai Konservasi Tinggi Kebun Sawit PT KAL

Ecobiz.asia – Tim gabungan lintas instansi mengevakuasi tengkorak yang diduga milik orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dari areal bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value/HCV) perkebunan...

PLTA Batang Toru Mulai Penggenangan, Siapkan Tambahan Kapasitas 510 MW

Ecobiz.asia -- Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW) di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mulai memasuki tahap penggenangan waduk...

Pertamina Dorong B50 untuk Kurangi Impor Solar dan Perkuat Ketahanan Energi

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) mendorong diversifikasi sumber energi melalui pemanfaatan bahan bakar nabati, termasuk biodiesel B50, untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan...

Gold Standard Luncurkan Metodologi G-RESET, Perluas Akses Pembiayaan Karbon untuk Proyek Energi Terbarukan

Ecobiz.asia – Lembaga standar karbon Gold Standard meluncurkan metodologi Grid-Connected Renewables, Storage and Energy Transition (G-RESET) untuk memperluas akses sertifikasi kredit karbon bagi proyek...

Soroti Perdagangan Karbon, Wamenhut Bicara Soal Transformasi Ekonomi Kehutanan Saat Dies Natalis Fahutan UGM

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan mendorong transformasi ekonomi kehutanan dengan mengoptimalkan potensi biodiversitas dan jasa ekosistem, termasuk perdagangan karbon, untuk meningkatkan nilai ekonomi hutan sekaligus...