Di Forum Iklim London, Menhut Umumkan Penerbitan Kredit Karbon Kehutanan Terbesar Indonesia

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Pemerintah Indonesia akan menerbitkan kredit karbon sektor kehutanan dengan volume lebih dari 30 juta ton CO₂e pada 6 Juli 2026, menandai salah satu pencapaian terbesar dalam pengembangan pasar karbon kehutanan nasional sekaligus menunjukkan kesiapan Indonesia memasuki fase implementasi pasar karbon yang kredibel dan berintegritas.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan hal tersebut saat berbicara pada sesi tingkat tinggi “From Fragile to Financeable – De-risking Carbon Credit Markets” dalam rangkaian London Climate Action Week 2026 di London, Inggris, Rabu (24/6/2026).

Menurut Raja Juli, Indonesia tidak lagi berada pada tahap perancangan kebijakan, tetapi telah bergerak menuju implementasi nyata melalui penguatan tata kelola dan infrastruktur pasar karbon nasional.

Read also:  Komisi Eropa Longgarkan Aturan Pasar Karbon (EU ETS), Tuai Reaksi Keras

“Ini merupakan bukti bahwa Indonesia tidak hanya membangun kerangka kebijakan, tetapi juga menghadirkan peluang pasar yang konkret dan dapat dipercaya oleh investor,” ujar Raja Juli dikutip dari siaran pers Kemenhut.

Ia menjelaskan, penguatan tata kelola karbon nasional didukung oleh implementasi Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 yang menjadi dasar pengembangan pasar karbon nasional yang lebih terintegrasi dan kredibel.

Di sektor kehutanan, regulasi tersebut diperkuat melalui Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026 dan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 7 Tahun 2026 yang mengatur tata kelola karbon, integritas lingkungan, transparansi, serta kepastian investasi dalam kegiatan karbon kehutanan.

Selain penerbitan kredit karbon, Indonesia juga akan meluncurkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) pada 9 Juli 2026. Sistem tersebut akan menjadi fondasi utama tata kelola pasar karbon nasional melalui peningkatan transparansi, akuntabilitas, keterlacakan (traceability), dan kepastian bagi pelaku usaha maupun investor.

Read also:  ESGIN-Agraus Resources Bangun Kemitraan Strategis, Bidik Pengembangan Proyek Iklim dan Ekonomi Karbon

Peluncuran SRUK akan disertai dengan registrasi sejumlah proyek karbon kehutanan yang menggunakan standar internasional yang diakui secara global.

Dalam forum yang mempertemukan pemerintah, lembaga keuangan, organisasi internasional, pelaku usaha, dan pengembang pasar karbon tersebut, Raja Juli menegaskan bahwa Indonesia siap menawarkan peluang investasi berbasis solusi alam, mulai dari hutan tropis, lahan gambut, hingga mangrove. Pemerintah juga mulai menjajaki pengembangan teknologi pendukung seperti biochar dan Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS).

Read also:  Kemitraan Indonesia–Norwegia Tunjukkan Model Baru Diplomasi Iklim Berbasis Kinerja

Pada kesempatan itu, Raja Juli mengajak komunitas internasional melakukan tiga langkah kolektif untuk memperkuat pasar karbon global. Pertama, mengirimkan sinyal kuat kepada pasar mengenai pentingnya kredit karbon berintegritas tinggi. Kedua, mendorong korporasi dan lembaga keuangan global memasukkan kredit karbon berkualitas dalam strategi transisi iklim mereka. Ketiga, memperkuat kerja sama internasional di bawah Pasal 6 Perjanjian Paris.

Menurutnya, kolaborasi internasional yang setara dan saling menghormati prioritas nasional menjadi kunci untuk membangun pasar karbon global yang lebih besar dan terpercaya.

“Indonesia siap bekerja sama dengan seluruh mitra global untuk membangun ekosistem pasar karbon yang kuat, kredibel, dan mampu mendukung pencapaian target iklim dunia,” kata Raja Juli.***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

VCarboN Bidik Pasar Karbon Compliance, Dorong Akses Proyek Indonesia ke Korea Selatan

Ecobiz.asia – Pengembang proyek karbon VCarboN mulai membidik perluasan akses pasar karbon Indonesia, tidak hanya melalui voluntary carbon market (VCM) tetapi juga compliance carbon...

Masuk Pasar Karbon Skema Jurisdictional REDD, Riau Tunggu Persetujuan Menteri Kehutanan

Ecobiz.asia – Pemerintah Provinsi Riau tinggal selangkah lagi memasuki pasar karbon internasional melalui skema Jurisdictional REDD+. Saat ini, pemerintah daerah menunggu penerbitan Letter of...

Kemenhut Buka Peluang Investasi Baru Skema Carbon Removal di 2,4 Juta Hektare Hutan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membuka peluang investasi perdagangan karbon di sekitar 2,4 juta hektare kawasan hutan lindung dan hutan produksi sebagai bagian dari...

Asuransi Karbon Disiapkan, OJK Dorong Pembiayaan Berkelanjutan bagi Proyek Karbon

Ecobiz.asia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan berbagai instrumen pembiayaan untuk memperkuat ekosistem perdagangan karbon nasional. Salah satu yang sedang dikembangkan adalah asuransi karbon...

KKP Siapkan Aturan Perdagangan Karbon Sektor Kelautan dan Perikanan, Begini Bocorannya

Ecobiz.asia - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah menyiapkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang Pengelolaan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon Sektor Kelautan dan Perikanan...

TOP STORIES

Investasi Rp3 Triliun Masuk, PSEL Piyungan Ditargetkan Hasilkan Listrik 20 MW

Ecobiz.asia – Investasi sekitar Rp3 triliun akan digelontorkan untuk membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Piyungan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)....

VCarboN Bidik Pasar Karbon Compliance, Dorong Akses Proyek Indonesia ke Korea Selatan

Ecobiz.asia – Pengembang proyek karbon VCarboN mulai membidik perluasan akses pasar karbon Indonesia, tidak hanya melalui voluntary carbon market (VCM) tetapi juga compliance carbon...

Masuk Pasar Karbon Skema Jurisdictional REDD, Riau Tunggu Persetujuan Menteri Kehutanan

Ecobiz.asia – Pemerintah Provinsi Riau tinggal selangkah lagi memasuki pasar karbon internasional melalui skema Jurisdictional REDD+. Saat ini, pemerintah daerah menunggu penerbitan Letter of...

Türkiye, Ghana and Luxembourg Join The Coalition to Grow Carbon Markets

Ecobiz.asia – Türkiye, Ghana and Luxembourg have joined the Coalition to Grow Carbon Markets, bringing the number of participating governments to 14 and signaling...

Pertamina Exceeds First-Half 2026 Decarbonization Target by 118%

Ecobiz.asia - Indonesia's state-owned energy company PT Pertamina (Persero) exceeded its first-half 2026 decarbonization target by 118%, driven by emissions reduction initiatives across its...