Geo Dipa Mulai Bangun PLTP Dieng 2 55 MW, Investasi US$350 Juta

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Geo Dipa Energi (Persero) resmi memulai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Unit 2 berkapasitas 55 megawatt (MW) di Jawa Tengah dengan nilai investasi sekitar US$350 juta. Proyek yang didukung pendanaan Asian Development Bank (ADB) itu ditargetkan mulai beroperasi pada Maret 2028 untuk memperkuat pasokan listrik bersih sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiyani Dewi, mengatakan pembangunan PLTP Dieng Unit 2 menjadi langkah penting dalam mempercepat pemanfaatan energi panas bumi sebagai sumber energi domestik.

“Pembangunan PLTP Dieng ini sudah kita tunggu-tunggu dan merupakan langkah nyata dari pengembang Indonesia untuk mengembangkan energi panas bumi sebagai salah satu fondasi ketahanan energi nasional,” kata Eniya.

Read also:  PGN Kembangkan Gas Metana Batubara Tanjung Enim, Targetkan Pasokan Hingga 25 MMSCFD

Menurut Eniya, proyek tersebut juga mendukung target swasembada energi yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto melalui optimalisasi sumber daya energi dalam negeri.

“Proyek ini merupakan kontribusi nyata untuk mendukung swasembada energi. Panas bumi menjadi salah satu energi domestik yang akan memperkuat pertumbuhan ekonomi hijau dan berkelanjutan,” ujarnya.

Direktur Utama PT Geo Dipa Energi, Yudistian Yunis, menjelaskan investasi sebesar US$350 juta mencakup pembangunan fasilitas pembangkit serta pengeboran 10 sumur produksi.

Read also:  AgResults Berikan Rp23 Miliar Kepada Pemenang Kompetisi Budidaya Perikanan Berkelanjutan

“Nilai investasinya sekitar US$350 juta, termasuk biaya pengeboran dan pembangunan pembangkit. Di Dieng kami akan mengebor sekitar 10 sumur produksi,” kata Yudistian saat seremoni groundbreaking di Dieng, Kamis (25/6/2026).

Ia menambahkan, proyek tersebut dikerjakan oleh konsorsium PT Timas Suplindo dan PT Rekayasa Engineering selama 820 hari kalender sejak penyelesaian desain akhir pada Desember 2025.

“Dengan kapasitas 55 MW, proyek ini ditargetkan beroperasi pada 2028 dan akan menambah pasokan listrik bersih yang andal sekaligus memperkuat peran panas bumi sebagai salah satu tulang punggung ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Read also:  PGN Garap Stranded Gas Lapangan Sengeti, Tambah Pasokan Gas Domestik

Beroperasinya PLTP Dieng Unit 2 akan meningkatkan kapasitas terpasang pembangkit panas bumi di kawasan Dieng menjadi sekitar 100–120 MW, sehingga memperkuat pasokan listrik rendah emisi di sistem kelistrikan Jawa.

Selain mendukung transisi energi, proyek tersebut juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Direktur Utama PT Rekayasa Engineering, Donal Silitonga, mengatakan pelaksanaan konstruksi mewajibkan penggunaan sedikitnya 20 persen tenaga kerja lokal, termasuk memberikan ruang bagi pekerja perempuan.

“Kami berkomitmen mengoptimalkan penggunaan tenaga kerja lokal sesuai kontrak, termasuk mendorong keterlibatan perempuan dalam proyek ini,” kata Donal. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

ASEAN Strengthens Regional Readiness for El Niño and Transboundary Haze

Ecobiz.asia — ASEAN environment ministers have reaffirmed their commitment to strengthening regional preparedness against forest fires and transboundary haze as the region faces an...

Pertamina dan Boeing Jajaki Pengembangan Ekosistem Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Indonesia

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) dan Boeing menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk menjajaki pengembangan ekosistem Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Indonesia. Kerja...

PGN Kembangkan Gas Metana Batubara Tanjung Enim, Targetkan Pasokan Hingga 25 MMSCFD

Ecobiz.asia – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mempercepat pengembangan gas metana batubara (Coalbed Methane/CBM) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, sebagai sumber pasokan...

KLH-Freeport Restorasi Mangrove di Sumbawa, Menteri Jumhur Tegaskan Semangat Tobat Ekologis

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) meluncurkan program restorasi mangrove di Desa Labuhan Alas, Kabupaten Sumbawa,...

PHI Tanam 1.500 Mangrove dan Lamun di Kepulauan Seribu, Libatkan Pekerja dan Kelompok Tani

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menanam 1.000 bibit mangrove dan 500 bibit lamun di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, sebagai upaya memperkuat perlindungan...

TOP STORIES

Aroma Liberika dan Komitmen CSR untuk Kalimantan Barat

Oleh : Gusti Hardiansyah (Guru Besar Universitas Tanjungpura, Ketua ICMI Orwil Kalbar) Ecobiz.asia - Malam itu, Ballroom Hotel Borobudur Jakarta tidak hanya menjadi ruang pertemuan....

Cegah Karhutla, KLH Minta Perusahaan Bantu Restorasi Gambut di Sekitar Konsesi

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) meminta perusahaan pemegang konsesi kehutanan, perkebunan kelapa sawit, dan kawasan industri ikut merestorasi ekosistem gambut...

Indonesia Issues Presidential Directive to Protect Sumatran and Bornean Elephants

Ecobiz.asia — Indonesian President Prabowo Subianto has issued a presidential directive mandating a coordinated, cross-government effort to protect the populations and habitats of the...

Indonesia Becomes First Country to Implement Global Carbon Data Standard in National Registry

Ecobiz.asia — Indonesia has become the first country to implement the Climate Data Steering Committee (CDSC)'s Common Carbon Credit Data Model through its newly...

SRUK Resmi Meluncur, Indonesia Jadi yang Pertama Terapkan Standar Data Karbon CDSC

Ecobiz.asia – Pemerintah Indonesia secara resmi meluncurkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) di Jakarta, Kamis (9/7/2026), yang sekaligus menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di...