Kemenhut dan Emergent Sepakati Penjajakan Kerja Sama Pendanaan Iklim Sektor Kehutanan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan Emergent Forest Finance Accelerator, Inc. menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menjajaki peluang kerja sama pendanaan iklim guna mendukung pengurangan emisi sektor kehutanan Indonesia, terutama melalui pendekatan Jurisdictional REDD+ (JREDD+).

Penandatanganan MoU berlangsung di Kedutaan Besar Republik Indonesia di London, Inggris, Kamis (25/6/2026), dalam rangkaian London Climate Action Week 2026. Dokumen tersebut ditandatangani oleh President and Chief Executive Officer Emergent, Eron Bloomgarden, dan Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, disaksikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni serta Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat.

Melalui kesepahaman tersebut, kedua pihak akan melanjutkan pembahasan berbagai peluang kerja sama untuk memobilisasi pendanaan iklim bagi perlindungan dan pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia. Pembahasan mencakup potensi pemanfaatan hasil pengurangan emisi yang telah terverifikasi melalui program Forest Carbon Partnership Facility (FCPF), peluang results-based payments, serta berbagai skema pendanaan iklim lain yang mengacu pada standar internasional berintegritas tinggi.

Read also:  Incar Blue Carbon, Lampung Perluas Cakupan Tim Koordinasi Inisiatif Karbon

MoU tersebut bersifat non-eksklusif dan tidak menimbulkan kewajiban bagi kedua pihak untuk melakukan transaksi maupun menandatangani Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA). Setiap bentuk kerja sama lanjutan akan tetap mengikuti peraturan perundang-undangan Indonesia, mekanisme registrasi dan otorisasi nasional, serta persetujuan para pihak.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah memperluas akses terhadap pendanaan iklim internasional guna mendukung pencapaian target iklim nasional sekaligus memperkuat pengelolaan hutan secara berkelanjutan.

Read also:  Negara-Negara Asia-Pasifik Perkuat Kolaborasi untuk Tata Kelola Hutan dan Implementasi REDD+

“Kesepakatan ini mencerminkan komitmen berkelanjutan Indonesia dalam melindungi dan memulihkan hutan sebagai bagian dari pencapaian target iklim nasional. Kami menyambut baik kerja sama dengan Emergent sebagai peluang untuk menjajaki berbagai mekanisme pendanaan iklim internasional yang dapat mendukung implementasi Jurisdictional REDD+ Indonesia,” ujar Raja Juli.

Ia menambahkan Indonesia terus memperkuat tata kelola karbon nasional melalui penyempurnaan regulasi dan pembangunan infrastruktur pasar karbon yang kredibel, transparan, dan akuntabel guna meningkatkan kepercayaan investor sekaligus memastikan manfaat lingkungan dan sosial dapat dirasakan masyarakat.

Read also:  Gold Standard Luncurkan Metodologi G-RESET, Perluas Akses Pembiayaan Karbon untuk Proyek Energi Terbarukan

Indonesia sebelumnya telah memperoleh pendanaan iklim sebesar US$110 juta melalui program FCPF yang didukung Bank Dunia atas capaian pengurangan emisi yang telah terverifikasi. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperluas akses terhadap skema pendanaan berbasis hasil dan mekanisme pasar karbon internasional yang berintegritas tinggi.

President and Chief Executive Officer Emergent, Eron Bloomgarden, mengatakan Indonesia memiliki posisi strategis dalam aksi iklim global karena memiliki salah satu kawasan hutan tropis terbesar di dunia. Menurutnya, pengembangan JREDD+ di Indonesia berpotensi menghasilkan pengurangan emisi dalam skala besar sekaligus menjaga keanekaragaman hayati dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada hutan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Kemenhut: GANISPH Dibutuhkan untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menilai tenaga teknis pengelolaan hutan (GANISPH) akan memegang peran penting dalam ekosistem perdagangan karbon, seiring berkembangnya pemanfaatan hutan yang...

Perkuat Tata Kelola Bursa Karbon, OJK Kedepankan Integritas Pasar dan Perlindungan Konsumen

Ecobiz.asia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat regulasi perdagangan karbon melalui Bursa Karbon Indonesia dengan menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 10 Tahun 2026 dan...

KLH Dorong Pemda Siapkan Proyek Karbon, Bisa Jadi Sumber Pendapatan Daerah

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) mendorong pemerintah daerah mulai mengidentifikasi dan menyiapkan proyek-proyek karbon agar dapat memanfaatkan peluang perdagangan...

Negara-Negara Asia-Pasifik Perkuat Kolaborasi untuk Tata Kelola Hutan dan Implementasi REDD+

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bekerja sama dengan Sekretariat Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) menggelar pertemuan regional untuk memperkuat implementasi pengurangan...

Pasar Karbon dan Pelestarian Hutan Jadi Agenda Indonesia di COP31, Hashim: Dukungan Investor Luar Biasa

Ecobiz.asia — Indonesia akan membawa penguatan pasar karbon yang transparan dan berintegritas serta operasionalisasi Pasal 6 Paris Agreement sebagai agenda dalam Konferensi Perubahan Iklim...

TOP STORIES

Agrinas Palma, Fauji Foundation Jajaki Investasi Sawit Terintegrasi 200.000 Hektare

Ecobiz.asia -- PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjajaki kerja sama dengan Fauji Foundation dari Pakistan untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit terintegrasi seluas 200.000 hektare...

Ambisi 100 GWp Terancam Jadi Narasi Panggung, COP31 Jadi Momentum Pembuktian Prabowo

Ecobiz.asia — Ambisi pemerintah membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) hingga 2029 berisiko berhenti sebagai komitmen di panggung internasional...

Indonesia Dorong Pendanaan Konkret untuk Transisi Energi Berkeadilan di COP31

Ecobiz.asia — Indonesia akan mendorong realisasi dukungan pendanaan, penguatan kapasitas, dan bantuan teknis bagi negara berkembang dalam pelaksanaan transisi energi berkeadilan pada Konferensi Perubahan...

Pertamina Explores Sustainable Aviation Fuel From Urban Waste, Partners With PAL Jaya

Ecobiz.asia – Indonesia’s state-owned energy company PT Pertamina (Persero) is exploring the use of urban fat, oil and grease (FOG) waste as an alternative...

ICAO Joins Alliance to Boost Carbon Credit Supply for Aviation

Ecobiz.asia – The International Civil Aviation Organization (ICAO) has joined an alliance of more than 80 stakeholders working to accelerate the supply of eligible...