Synkrona Rampungkan Studi, Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut Pertama Indonesia Makin Dekat

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Synkrona Enjiniring Nusantara menyelesaikan studi pra-kelayakan (pre-feasibility study) untuk proyek percontohan pembangkit listrik tenaga arus laut (PLTAL) di Nusa Penida, Bali. Studi ini menjadi langkah awal menuju pengembangan energi arus laut pertama di Indonesia sekaligus mendukung percepatan transisi energi nasional.

Dikutip dari laman sosial medianya, Jumat (26/6/2026), studi bertajuk Pre Feasibility Study of Renewable Ocean Energy Pilot Project in Nusa Penida to Accelerate National Energy Transition and Sovereignty tersebut mengevaluasi kelayakan teknis dan ekonomi pembangunan PLT arus laut serta menyusun peta jalan implementasi proyek.

Synkrona menyebut kajian tersebut merupakan studi pra-kelayakan pertama di Indonesia yang disusun mengacu pada standar internasional untuk pengembangan pembangkit listrik berbasis arus laut. Hingga saat ini, Indonesia belum memiliki proyek komersial yang memanfaatkan energi arus laut.

Read also:  PGE Dorong Pengembangan Panas Bumi Berbasis Konservasi Satwa Endemik, Kembangkan Agroforestri Aren

Lokasi proyek direncanakan berada di perairan Nusa Penida, Bali, yang dinilai memiliki potensi terbesar untuk pengembangan energi arus laut karena dipengaruhi kombinasi Arus Lintas Indonesia (Arlindo) dan arus pasang surut. Kondisi tersebut menghasilkan aliran laut yang kuat dan relatif stabil sehingga dinilai layak dikembangkan sebagai sumber energi terbarukan.

Proyek percontohan ini dirancang untuk membuktikan kelayakan teknis dan komersial teknologi pembangkit listrik tenaga arus laut sebelum dikembangkan dalam skala yang lebih besar.

Read also:  Pemkab Aceh Tamiang, Fairatmos, Manka Jajaki Potensi Blue Carbon di 24.000 Hektare Mangrove

Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan banyak negara lain karena menjadi satu-satunya negara yang dilalui Arus Lintas Indonesia, yaitu sistem sirkulasi laut global yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Berbeda dengan sebagian besar proyek energi laut di dunia yang hanya mengandalkan arus pasang surut, potensi energi laut Indonesia berasal dari kombinasi Arlindo dan arus pasang surut sehingga menghasilkan sumber energi yang lebih konsisten dan dapat diprediksi.

Studi tersebut merupakan hasil pengembangan riset oseanografi yang dipimpin Prof. Dwi Susanto dari University of Maryland. Kajian ini didanai oleh ViriyaENB dengan dukungan teknis dari Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung (ITB).

Read also:  PLN Nusantara Power Dorong Ekonomi Warga melalui Pengelolaan Sungai Maron Berkelanjutan

Didirikan pada 2018, PT Synkrona Enjiniring Nusantara merupakan perusahaan konsultan rekayasa energi terbarukan yang berbasis di Jakarta. Perusahaan menyediakan layanan studi kelayakan, analisis dampak jaringan listrik, desain rekayasa, hingga manajemen proyek untuk berbagai pengembangan energi terbarukan, termasuk pembangkit surya, sistem penyimpanan energi berbasis baterai, dan pembangkit hibrida.

Ke depan, Synkrona menyatakan akan melanjutkan kolaborasi dengan kalangan akademisi, lembaga pendanaan, pemerintah, dan pelaku industri guna merealisasikan proyek percontohan tersebut serta mendorong komersialisasi energi arus laut sebagai bagian dari bauran energi bersih Indonesia. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pertamina Uji Teknologi PertaPURE, Bidik Pemanfaatan Kembali Air Terproduksi pada Operasi Migas

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menguji teknologi PertaPURE untuk mengolah air terproduksi (produced water) dari kegiatan produksi...

PHR Perkuat Budaya Inovasi melalui CIIF 2026, Cetak Added Value Creation Rp3,73 Triliun

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mencatat nilai tambah (added value creation) Rp3,73 triliun dari berbagai inovasi dan program perbaikan operasional yang dikembangkan...

ANTAM Catat Efisiensi Energi, Andalkan PLTS untuk Tekan Pemakaian BBM

Ecobiz.asia — PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatat penurunan konsumsi energi sebesar 59% menjadi 4,46 juta gigajoule (GJ) pada semester I 2026. Perseroan juga...

PLN Akan Luncurkan T-REC, Mudahkan Pelanggan Pantau Konsumsi Listrik Hijau Secara Rinci

Ecobiz.asia — PT PLN (Persero) akan meluncurkan peluncuran Time-based Renewable Energy Certificate (T-REC) pada 2028 yang memungkinkan pelanggan memantau penggunaan listrik hijau secara lebih...

PLTA Batang Toru Mulai Penggenangan, Siapkan Tambahan Kapasitas 510 MW

Ecobiz.asia -- Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW) di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mulai memasuki tahap penggenangan waduk...

TOP STORIES

Lulus Diklat, 586 Polisi Kehutanan Langsung Terjun ke Tapak Dukung Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia — Sebanyak 586 personel Polisi Kehutanan (Polhut) menyelesaikan pendidikan dan pelatihan selama 60 hari dan disiapkan untuk memperkuat perlindungan hutan, penegakan hukum, serta...

Sukses Ubah Emisi Karbon Jadi Soda Ash Bernilai Ekonomi, Kemenperin Dorong Teknologi CCU

Ecobiz.asia – Kementerian Perindustrian mendorong perluasan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menekan emisi sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi dari pemanfaatan kembali...

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...