Apel Siaga Karhutla di Kalbar, Pemerintah Perkuat Antisipasi Musim Kemarau 2026

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pemerintah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menggelar apel siaga di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (16/4/2026), di tengah ancaman musim kemarau yang diperkirakan lebih kering dan panjang.

Apel yang digelar di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat ini dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago. Ia menyampaikan bahwa pengendalian karhutla menjadi perhatian serius Presiden Prabowo Subianto.

“Capaian yang sudah baik harus terus dijaga dan ditingkatkan. Seluruh komponen bangsa harus memperkuat kolaborasi agar kejadian karhutla dapat ditekan secara signifikan,” ujarnya.

Read also:  Pemerintah Percepat PSEL Makassar Raya, Kapasitas Pengolahan 1.000 Ton Per Hari

Data pemerintah menunjukkan luas karhutla nasional periode 1 Januari–31 Maret 2026 mencapai 55.324,2 hektare. Lima provinsi dengan luas kebakaran tertinggi adalah Kalimantan Barat (25.420,73 ha), Riau (8.555,37 ha), Kepulauan Riau (4.167,78 ha), Lampung (3.314,74 ha), dan Kalimantan Tengah (2.633,87 ha).

Di Kalimantan Barat, tim Manggala Agni bersama Satgas Dalkarhutla telah melaksanakan 489 operasi pemadaman dengan total luas penanganan sekitar 1.845,59 hektare sepanjang periode tersebut.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Karhutla sejak 2 Februari hingga 15 November 2026. Upaya yang dilakukan meliputi penguatan deteksi dini hotspot, patroli terpadu, edukasi masyarakat, operasi modifikasi cuaca, serta penyediaan sarana dan dukungan operasi udara.

Read also:  Gakkum Kemenhut Bongkar Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, Tahan WNA Vietnam

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa tren pengendalian karhutla menunjukkan perbaikan dalam beberapa tahun terakhir berkat penguatan koordinasi lintas sektor.

“Penguatan sinergi antar kementerian/lembaga dan harmonisasi pusat-daerah menjadi kunci. Kita juga mendorong daerah rawan segera menetapkan status siaga agar dukungan pusat bisa cepat dioperasionalkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan pencegahan menjadi strategi utama, terutama melalui pengelolaan tata air di lahan gambut untuk menjaga tinggi muka air tanah guna mencegah kebakaran.

Read also:  Prabowo Evaluasi, Cabut Izin Pertambangan Bermasalah di Hutan: Enggak Ada Kasihan Sekarang!

Senada, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menekankan pentingnya langkah preventif dalam pengendalian karhutla.

“Kita tidak boleh lagi reaktif. Pencegahan harus menjadi garda terdepan karena di situlah kunci pengendalian karhutla sekaligus kontribusi nyata terhadap penurunan emisi,” ujarnya.

Usai apel, pemerintah menggelar rapat koordinasi penanggulangan bencana yang diikuti sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, guna memastikan kesiapan lintas sektor menghadapi puncak musim kemarau 2026. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Kebut Pembangunan Waste to Energy, ESDM Targetkan 34 PLTSa Segera Beroperasi

Ecobiz.asia — Pemerintah mempercepat pengembangan waste to energy (WtE) atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dengan menargetkan 34 proyek di 34 kota dapat segera...

Wamen ESDM Gandeng Industri Percepat Elektrifikasi Nasional, Program Lisdes Jadi Andalan

Ecobiz.asia — Tangerang, 14 April 2026 — Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot mendorong penguatan sinergi antara pemerintah dan industri dalam...

Batasi Pengunjung Taman Nasional Komodo, Menhut: Terjadi Over Tourism

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membatasi kuota pengunjung di Taman Nasional Komodo menyusul indikasi over tourism yang berpotensi merusak ekosistem kawasan konservasi tersebut. Kebijakan ini...

Indonesia–Inggris Danai Empat Proyek Inovasi Rendah Karbon melalui LCDI-ITF

Ecobiz.asia – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas dan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) bersama Pemerintah Inggris melalui Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO)...

Perburuan Rusa Timor Ancam Situs Warisan Dunia Taman Nasional Komodo

Ecobiz.asia — Taman Nasional Komodo, kawasan konservasi yang juga terdaftar sebagai situs Warisan Dunia UNESCO, menghadapi ancaman serius berupa perburuan Rusa Timor. Sebagai spesies kunci...

TOP STORIES

Indonesia to Launch Carbon Registry System in July, Invites Developers for Trial Phase

Ecobiz.asia — Indonesia is set to launch its Carbon Unit Registry System (SRUK) in July 2026 as a key infrastructure to support the country’s...

Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) Segera Diluncurkan, KLH Ajak Pengembang Proyek Ikut Uji Coba

Ecobiz.asia – Pemerintah segera meluncurkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) sebagai infrastruktur utama perdagangan karbon di Indonesia. Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan...

Dapat Pendanaan Rendah Karbon, Venambak Eksekusi Proyek Tambak Udang Ramah Lingkungan di Sumbawa

Ecobiz.asia – PT Venambak Kail Dipantara mulai mengeksekusi proyek budidaya udang ramah lingkungan di Kabupaten Sumbawa setelah memperoleh pendanaan dari skema Low Carbon Development...

PIS–PGN Siapkan Ekosistem Maritim Energi Rendah Karbon, Dari LNG hingga Hidrogen

Ecobiz.asia — PT Pertamina International Shipping (PIS) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menjalin kerja sama untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan ekosistem...

Siapkan Investasi Awal Rp420 M, Eco Power Nusantara Kembangkan Proyek Biochar hingga Kredit Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia — PT Eco Power Nusantara menyiapkan investasi awal sekitar US$25 juta atau setara Rp420 miliar untuk pengembangan proyek biochar dan kredit karbon berbasis...