PIS–PGN Siapkan Ekosistem Maritim Energi Rendah Karbon, Dari LNG hingga Hidrogen

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Pertamina International Shipping (PIS) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menjalin kerja sama untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan ekosistem maritim energi rendah karbon.

Kerja sama ini mencakup pembangunan dan pemanfaatan infrastruktur serta moda transportasi maritim untuk pengangkutan berbagai komoditas energi rendah emisi, seperti LNG, amonia, dan hidrogen.

Direktur Utama PIS Surya Tri Harto mengatakan kerja sama ini difokuskan untuk menciptakan nilai optimal bagi Pertamina Group melalui penguatan infrastruktur transportasi gas, termasuk opsi pengembangan fasilitas terapung.

Read also:  Pertamina Drilling Raih Tiga Penghargaan IADC Asia Tenggara, Bukti Komitmen Keselamatan Kerja

“Kerja sama ini tidak hanya untuk PIS atau PGN, tetapi untuk menciptakan nilai optimal bagi Pertamina Group, termasuk melalui kajian investasi jangka panjang agar tidak terlalu terekspos fluktuasi harga pasar,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Kerja sama antara PIS dan PGN ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Tri Harto dan Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto pada Jumat pekan lalu.

Read also:  PLN EPI Kembangkan Sorgum untuk Co-Firing PLTU, Gandeng Dua Mitra Swasta

Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto menyebut kolaborasi ini merupakan pengembangan dari kerja sama yang telah berjalan sebelumnya.

Sejak 2024, PIS tercatat telah melakukan 17 kali pengangkutan LNG untuk PGN ke FSRU Lampung, Jawa Barat, dan Terminal Arun melalui skema spot charter.

“Kerja sama ini kami tingkatkan untuk mencakup pengembangan kepemilikan, pembangunan, hingga pengelolaan sektor midstream dan downstream gas, sehingga Pertamina Group memiliki infrastruktur yang lebih matang,” kata Arief.

Read also:  Hari Air Sedunia, Pertamina Bangun Sumur Bor di Papua hingga Salurkan Air Bersih ke Wilayah Bencana

Ke depan, kolaborasi akan difokuskan pada penguatan armada, pengembangan kapasitas angkutan, serta penjajakan proyek infrastruktur pendukung untuk komoditas energi rendah karbon. Kedua pihak juga akan membentuk tim kerja guna mengeksplorasi skema kerja sama jangka panjang. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Dapat Pendanaan Rendah Karbon, Venambak Eksekusi Proyek Tambak Udang Ramah Lingkungan di Sumbawa

Ecobiz.asia – PT Venambak Kail Dipantara mulai mengeksekusi proyek budidaya udang ramah lingkungan di Kabupaten Sumbawa setelah memperoleh pendanaan dari skema Low Carbon Development...

Telkom–PGN Kerja Sama Pengembangan Green Data Center, Ada Lima Wilayah Potensial

Ecobiz.asia — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menjalin kerja sama strategis untuk mengintegrasikan infrastruktur digital dengan...

PLN Nusantara Power Andalkan Energi Domestik dan Digitalisasi Jaga Keandalan Listrik

Ecobiz.asia — PT PLN Nusantara Power menegaskan komitmennya menjaga keandalan pasokan listrik nasional di tengah tekanan geopolitik global dengan mengoptimalkan energi domestik dan mempercepat...

PLN Suplai Listrik 250 MVA ke IKPP Karawang, Dukung Ekspansi Industri

Ecobiz.asia — PT PLN (Persero) memasok listrik tegangan tinggi berkapasitas 250 megavolt ampere (MVA) ke fasilitas PT Indah Kiat Pulp & Paper di Karawang,...

PGE dan PLN Indonesia Power Sepakati Tarif Listrik PLTP Lahendong Bottoming Unit, Target COD 2028

Ecobiz.asia — Konsorsium PT Pertamina Geothermal Energy Tbk dan PT PLN Indonesia Power mencapai kesepakatan tarif listrik dengan PT PLN (Persero) untuk proyek Pembangkit...

TOP STORIES

Dapat Pendanaan Rendah Karbon, Venambak Eksekusi Proyek Tambak Udang Ramah Lingkungan di Sumbawa

Ecobiz.asia – PT Venambak Kail Dipantara mulai mengeksekusi proyek budidaya udang ramah lingkungan di Kabupaten Sumbawa setelah memperoleh pendanaan dari skema Low Carbon Development...

Siapkan Investasi Awal Rp420 M, Eco Power Nusantara Kembangkan Proyek Biochar hingga Kredit Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia — PT Eco Power Nusantara menyiapkan investasi awal sekitar US$25 juta atau setara Rp420 miliar untuk pengembangan proyek biochar dan kredit karbon berbasis...

Apel Siaga Karhutla di Kalbar, Pemerintah Perkuat Antisipasi Musim Kemarau 2026

Ecobiz.asia — Pemerintah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menggelar apel siaga di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (16/4/2026), di tengah...

Indonesia Opens Community Participation in Forestry Carbon Trading Under New Regulation

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Forestry has expanded opportunities for public participation in forestry carbon trading following the issuance of Ministerial Regulation (Permenhut) No....

Telkom, PGN Partner on Green Data Centers, Identify Five Potential Locations

Ecobiz.asia — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk and PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) have entered into a strategic partnership to integrate digital...