Telkom–PGN Kerja Sama Pengembangan Green Data Center, Ada Lima Wilayah Potensial

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menjalin kerja sama strategis untuk mengintegrasikan infrastruktur digital dengan pasokan energi rendah karbon guna mendukung pengembangan green data center di Indonesia.

Melalui kerja sama ini, Telkom akan mengembangkan ekosistem digital dan pusat data yang membutuhkan pasokan energi rendah emisi, sementara PGN memasok energi tersebut melalui pemanfaatan biomethane yang berasal dari limbah kelapa sawit, khususnya di wilayah Sumatra.

Ruang lingkup kerja sama mencakup studi bersama hingga penjajakan implementasi energi hijau pada ekosistem data center Telkom Group, baik di dalam maupun luar negeri. Langkah ini diharapkan dapat memastikan ketersediaan energi bersih yang andal untuk mendukung operasional pusat data generasi baru yang efisien dan berkelanjutan.

Read also:  ADUPI, IDCTA dan ESGIN Bangun Infrastruktur Digital untuk Perkuat Industri Daur Ulang

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi memperkuat infrastruktur digital nasional berbasis energi bersih.

“Kolaborasi ini mendukung kesiapan energi yang bersih dan efisien untuk pengembangan data center berkelanjutan, sekaligus memperkuat kedaulatan digital Indonesia,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip Kamis (16/4/2026).

Kolaborasi Telkom-PGN ditandai ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto di Jakarta, pada 10 April 2026.

Read also:  NHM Kembangkan Pertanian Modern 10 Hektare di Kao Barat untuk Dukung Ketahanan Pangan

Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto menegaskan pengembangan biomethane menjadi bagian dari transformasi PGN sebagai penyedia energi rendah karbon.

“PGN tidak hanya menyediakan gas bumi konvensional, tetapi juga energi bersih yang menjadi fondasi infrastruktur masa depan,” kata Arief.

Secara operasional, terdapat lima wilayah strategis pengembangan data center Telkom Group yang berpotensi memanfaatkan pasokan energi PGN, yakni Cikarang, Batam, Serpong, Sentul, dan Surabaya. Wilayah tersebut telah terhubung dengan jaringan pipa gas eksisting PGN sehingga memungkinkan optimalisasi infrastruktur.

Read also:  WKS Jadi Contoh Penanganan Karhutla Gambut, Wamen LH Minta Perusahaan di Jambi Ikut Bangun Sekat Kanal

Selain memperkuat sinergi domestik, Telkom Group juga memperluas kolaborasi global dalam pengembangan green digital infrastructure, antara lain melalui kemitraan dengan Sembcorp Development Ltd melalui entitas pusat data NeutraDC.

Kolaborasi ini mencakup pengembangan solusi terintegrasi berbasis energi rendah karbon untuk mendukung operasional pusat data serta kebutuhan pelanggan industri.

Integrasi antara infrastruktur digital dan energi bersih tersebut diharapkan dapat mempercepat pengembangan AI-ready green data center, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi digital regional. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

INALUM Raih Rating BBB- dari S&P, Perkuat Akses Pendanaan Hilirisasi

Ecobiz.asia — PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperoleh peringkat kredit internasional BBB- dengan outlook stabil dari S&P Global Ratings. Peringkat investment grade tersebut...

Karhutla Dekati Sumur ML-12, Pertamina EP Lirik Kerahkan Fire Brigade

Ecobiz.asia — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pasir Sialang Jaya, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mendekati fasilitas operasi Sumur ML-12 milik...

BRI Kucurkan Pembiayaan Sosial dan Lingkungan Rp842,1 Triliun, 58% dari Total Kredit

Ecobiz.asia – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat portofolio pembiayaan yang terkait aspek sosial dan lingkungan mencapai Rp842,1 triliun hingga akhir triwulan...

ESGIN, KPCI dan KKDC Bangun Ekosistem Green Economy

Ecobiz.asia – PT ESGIN Global Partners (ESGIN), Koperasi Pangan Cendekia Indonesia (KPCI), dan Koperasi Kencana Darma Cendekia (KKDC) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan...

Ascenso Bidik Industri Tambang Indonesia dengan Ban Radial OTR hingga 49 Inci

Eciobiz.asia -- Produsen ban asal India, Ascenso Tyres, memperluas bisnisnya ke sektor pertambangan Indonesia melalui peluncuran portofolio All-Steel Radial Off-The-Road (R-OTR), termasuk ban berukuran...

TOP STORIES

INALUM Raih Rating BBB- dari S&P, Perkuat Akses Pendanaan Hilirisasi

Ecobiz.asia — PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperoleh peringkat kredit internasional BBB- dengan outlook stabil dari S&P Global Ratings. Peringkat investment grade tersebut...

Karhutla Dekati Sumur ML-12, Pertamina EP Lirik Kerahkan Fire Brigade

Ecobiz.asia — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pasir Sialang Jaya, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mendekati fasilitas operasi Sumur ML-12 milik...

BRI Kucurkan Pembiayaan Sosial dan Lingkungan Rp842,1 Triliun, 58% dari Total Kredit

Ecobiz.asia – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat portofolio pembiayaan yang terkait aspek sosial dan lingkungan mencapai Rp842,1 triliun hingga akhir triwulan...

Hotspot Kalbar Turun Tajam hingga 71%, Kemenhut Terus Perkuat Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia – Hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat turun tajam dalam sehari, dari 134 menjadi 39 titik high confidence. Meski demikian,...

Kemenhut Upayakan Pemulangan Lima Bayi Orangutan dari India, Lakukan Cek DNA

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berkoordinasi dengan otoritas India untuk memastikan penanganan dan mengupayakan pemulangan lima bayi orangutan yang ditemukan di kawasan hutan Distrik...