Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) Segera Diluncurkan, KLH Ajak Pengembang Proyek Ikut Uji Coba

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Pemerintah segera meluncurkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) sebagai infrastruktur utama perdagangan karbon di Indonesia.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Diaz Hendropriyono, mengatakan SRUK ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026 sesuai arahan pemerintah.

“SRUK target operasinya bulan Juli. Jadi kalau ada project developers yang sudah siap project design document (PDD)-nya, sekarang sudah bisa lakukan uji coba untuk memasukkan data ke dalam registri tersebut,” ujar Diaz di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Read also:  Permenhut 6/2026 Buka Peluang Masyarakat Terlibat Perdagangan Kredit Karbon Kehutanan

Ia mengajak para pengembang proyek karbon untuk segera berpartisipasi dalam tahap uji coba guna memastikan sistem berjalan optimal saat resmi diluncurkan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum Indonesia Carbon Market Outlook 2026 yang diselenggarakan oleh UK PACT bersama INDEF dan Eco Securities.

Menurut Diaz, tahap uji coba menjadi krusial untuk mempercepat implementasi perdagangan karbon nasional, sekaligus memastikan kesiapan sistem sebelum digunakan secara penuh.

“Kami butuh partisipasi pelaku usaha dalam tahap uji coba, sehingga saat diluncurkan nanti sistem sudah siap digunakan,” katanya.

Read also:  Fairatmos Soroti Tantangan Proyek Karbon Biru, Kembangkan Solusi Digital

Ia menegaskan, perdagangan karbon menjadi salah satu instrumen penting untuk menutup kesenjangan pendanaan iklim yang masih besar, baik di tingkat global maupun domestik.

Secara global, kebutuhan pendanaan iklim diperkirakan mencapai US$8,6 triliun per tahun hingga 2030 dan berpotensi meningkat menjadi US$10 triliun. Namun, realisasi pendanaan saat ini baru berada di kisaran US$1,4–1,9 triliun per tahun.

Sementara di Indonesia, kebutuhan pendanaan iklim mencapai sekitar Rp470 triliun per tahun pada periode 2020–2030. Namun, dana yang tersedia baru sekitar Rp76 triliun.

Read also:  Pengembangan SRUK Capai 90%, Registri Karbon Bakal Terintegrasi dengan Pasar Global

“Kesenjangan ini yang ingin kita dorong melalui perdagangan karbon,” ujar Diaz.

Forum Indonesia Carbon Market Outlook 2026 juga dihadiri oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Dominic Jeremy, Head of Climate Policy and Finance Kedutaan Besar Inggris Jakarta Judith A’ Bear, Executive Director INDEF Esther Sri Astuti, dan Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan Nani Hendiarti. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Siapkan Investasi Awal Rp420 M, Eco Power Nusantara Kembangkan Proyek Biochar hingga Kredit Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia — PT Eco Power Nusantara menyiapkan investasi awal sekitar US$25 juta atau setara Rp420 miliar untuk pengembangan proyek biochar dan kredit karbon berbasis...

Permenhut 6/2026 Buka Peluang Masyarakat Terlibat Perdagangan Kredit Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk terlibat dalam perdagangan karbon sektor kehutanan melalui penerbitan Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut)...

Menhut Terbitkan Permenhut No 6 Tahun 2026, Atur Tata Cara Perdagangan Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni secara resmi menetapkan Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) Nomor 6 Tahun 2026 yang mengatur tata cara perdagangan karbon...

Dukung Capaian NDC, KLH/BPLH Jalin Kerja Sama dengan Hanns Seidel Foundation

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menandatangani Memorandum Saling Pengertian (MSP) dan arahan program dengan Hanns Seidel Foundation untuk periode 2026–2028...

RI Undang Jepang Investasi Karbon Kehutanan, Skema JCM dan VCM

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia mengundang Jepang untuk berinvestasi dalam ekonomi karbon sektor kehutanan sebagai bagian dari penguatan solusi berbasis alam (nature-based solutions) dalam menghadapi...

TOP STORIES

Indonesia to Launch Carbon Registry System in July, Invites Developers for Trial Phase

Ecobiz.asia — Indonesia is set to launch its Carbon Unit Registry System (SRUK) in July 2026 as a key infrastructure to support the country’s...

Dapat Pendanaan Rendah Karbon, Venambak Eksekusi Proyek Tambak Udang Ramah Lingkungan di Sumbawa

Ecobiz.asia – PT Venambak Kail Dipantara mulai mengeksekusi proyek budidaya udang ramah lingkungan di Kabupaten Sumbawa setelah memperoleh pendanaan dari skema Low Carbon Development...

PIS–PGN Siapkan Ekosistem Maritim Energi Rendah Karbon, Dari LNG hingga Hidrogen

Ecobiz.asia — PT Pertamina International Shipping (PIS) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menjalin kerja sama untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan ekosistem...

Siapkan Investasi Awal Rp420 M, Eco Power Nusantara Kembangkan Proyek Biochar hingga Kredit Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia — PT Eco Power Nusantara menyiapkan investasi awal sekitar US$25 juta atau setara Rp420 miliar untuk pengembangan proyek biochar dan kredit karbon berbasis...

Apel Siaga Karhutla di Kalbar, Pemerintah Perkuat Antisipasi Musim Kemarau 2026

Ecobiz.asia — Pemerintah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menggelar apel siaga di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (16/4/2026), di tengah...