Wamen ESDM Gandeng Industri Percepat Elektrifikasi Nasional, Program Lisdes Jadi Andalan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Tangerang, 14 April 2026 — Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot mendorong penguatan sinergi antara pemerintah dan industri dalam negeri untuk mempercepat elektrifikasi nasional, meningkatkan efisiensi energi, serta memperluas penggunaan produk lokal di sektor ketenagalistrikan.

Hal tersebut disampaikan Yuliot saat melakukan kunjungan ke industri manufaktur peralatan listrik dan pencahayaan di Tangerang, Selasa (14/4/2026), sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan industri nasional dalam mendukung program strategis kelistrikan.

Read also:  Menteri LH Ungkap Minat Investasi Hijau di Indonesia Meningkat: Harus Dorong Kesejahteraan Masyarakat

Yuliot mengatakan rasio elektrifikasi nasional saat ini telah mencapai sekitar 98 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 100 persen pada 2029.

“Saat ini rasio elektrifikasi kita sekitar 98 persen. Hingga 2029, kita targetkan seluruh wilayah sudah terlistriki, sehingga tidak ada lagi daerah yang belum menikmati akses listrik,” ujarnya.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mempercepat program listrik desa (Lisdes) guna memperluas akses energi, terutama di wilayah terpencil. Pada 2025, program ini mencakup sekitar 1.516 desa, sementara hingga 2029 ditargetkan sekitar 10 ribu desa mendapatkan akses listrik.

Read also:  Indonesia Undang China Investasi Proyek PLTS 100 GW

Perluasan elektrifikasi tersebut diperkirakan akan mendorong kebutuhan infrastruktur ketenagalistrikan dalam skala besar, sekaligus membuka peluang bagi industri dalam negeri untuk berperan dalam penyediaan peralatan dan teknologi.

Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan efisiensi energi melalui pengembangan green building serta pemanfaatan energi baru terbarukan, termasuk pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di sektor industri.

Read also:  Indonesia Usulkan Hasil Hutan Bukan Kayu Masuk Agenda Strategis APEC EGILAT

Di sisi regulasi, pemerintah tengah menyiapkan kebijakan untuk meningkatkan keselamatan instalasi listrik melalui penggunaan perangkat pengaman seperti Residual Current Breaker with Overcurrent (RCBO). Yuliot menegaskan kebutuhan perangkat tersebut diharapkan dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri.

“Jika sudah bisa diproduksi di dalam negeri, maka tidak ada alasan untuk impor,” tegasnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Investasi Rp3 Triliun Masuk, PSEL Piyungan Ditargetkan Hasilkan Listrik 20 MW

Ecobiz.asia – Investasi sekitar Rp3 triliun akan digelontorkan untuk membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Piyungan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)....

Rancang Peta Arahan, Kemenhut Siapkan 5,67 Juta Hektare Kawasan Hutan untuk Perizinan Berusaha

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyiapkan alokasi sekitar 5,67 juta hektare kawasan hutan dalam Peta Arahan Pemanfaatan Hutan (PAPH) Tahun 2026 sebagai acuan penerbitan...

ClientEarth-CPI Indonesia Teken MoU, Percepat Transisi Energi Berkeadilan

Ecobiz.asia – ClientEarth dan Climate Policy Initiative (CPI) Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mempercepat implementasi energi terbarukan dan transisi energi berkeadilan di Indonesia. Kerja...

Menteri Jumhur Ajak Akademisi Wujudkan Kedaulatan Ekologis Jelang 81 Tahun Indonesia Merdeka

Ecobiz.asia – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat mengajak kalangan akademisi menjadikan kedaulatan ekologis sebagai fondasi baru pembangunan Indonesia...

Kemenhut Perkuat Diplomasi Publik, Siapkan SDM Hadapi Negosiasi Kehutanan Global

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang diplomasi publik dan negosiasi internasional guna mendukung kepemimpinan Indonesia dalam tata kelola...

TOP STORIES

Elnusa Perkuat Kapabilitas Geoscience untuk Dukung Eksplorasi Energi

Ecobiz.asia -- PT Elnusa Tbk (Elnusa), perusahaan jasa energi terintegrasi yang merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina, memperkuat kapabilitas Geoscience & Reservoir Services (GRS)...

ADUPI, IDCTA dan ESGIN Bangun Infrastruktur Digital untuk Perkuat Industri Daur Ulang

Ecobiz.asia -- Transformasi industri daur ulang Indonesia memasuki tahap baru dengan semakin pentingnya infrastruktur data, ketertelusuran material dan verifikasi dampak lingkungan. Untuk mendukung agenda...

Penyempurnaan PGN Mobile, Catat Meter Mandiri Kini Lebih Akurat

Ecobiz.asia — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, terus memperkuat transformasi digital untuk meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan pelanggan GasKita melalui...

VCarboN Eyes Compliance Carbon Markets, Seeks to Expand Indonesian Projects into South Korea

Ecobiz.asia – Indonesian carbon project developer VCarboN is looking beyond the voluntary carbon market (VCM) to tap compliance carbon markets, seeking to expand international...

Indonesia Expands GCF Results-Based Carbon Finance to 34 Provinces

Ecobiz.asia - Indonesia has expanded its Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF) program to 34 provinces after adding 10 new provincial governments,...