Ecobiz.asia — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) memperkuat dukungannya terhadap pelestarian penyu di Pantai Serang, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, melalui pengembangan fasilitas konservasi dan edukasi sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Program yang telah berjalan sejak Agustus 2024 tersebut dijalankan oleh PLN NP Unit Pembangkitan (UP) Brantas bersama Kelompok Konservasi Penyu Segoro Lestari. Dukungan perusahaan mencakup pembangunan pagar kawasan konservasi, bak inkubasi telur penyu, kolam karantina tukik, tribun edukasi, rumah singgah, hingga penyediaan perangkat pendukung kegiatan edukasi.
Sebagai bagian dari penguatan program, PLN NP UP Brantas pada Senin (22/6) menyerahkan secara simbolis sejumlah sarana konservasi, termasuk bak inkubasi telur penyu yang baru, peremajaan area konservasi, dan perangkat audio untuk menunjang kegiatan edukasi bagi pengunjung.
Penambahan fasilitas inkubasi dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah telur penyu yang berhasil diamankan selama musim bertelur. Dengan kapasitas yang lebih besar, tingkat keberhasilan penetasan dan pelepasliaran tukik diharapkan dapat terus meningkat.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengatakan pelestarian keanekaragaman hayati merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip keberlanjutan sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
“Konservasi penyu bukan hanya tentang melindungi satwa yang dilindungi, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem laut yang menopang kehidupan masyarakat pesisir. Karena itu, kami terus memperkuat kolaborasi dengan komunitas lokal, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan agar manfaat program ini dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Spesialis Kinerja Business Support PLN NP UP Brantas, Pitanggono Murti, menambahkan perusahaan akan terus mendukung upaya pelestarian penyu yang dilakukan masyarakat di Pantai Serang.
Menurutnya, selain berkontribusi terhadap perlindungan satwa, kegiatan konservasi juga menjadi media edukasi lingkungan sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat di kawasan pesisir.
Ketua Kelompok Konservasi Penyu Segoro Lestari, Sardi, menyambut baik dukungan tersebut. Ia mengatakan bantuan yang diberikan sangat membantu kelompok konservasi, terutama saat musim penyu bertelur yang tengah berlangsung.
Selain penguatan fasilitas konservasi, PLN NP UP Brantas bersama Kelompok Konservasi Penyu Segoro Lestari juga menggelar kegiatan pelepasan tukik di Pantai Serang pada 28 Agustus 2025 yang diawali dengan sesi edukasi Turtle Talk. Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan melindungi satwa laut yang dilindungi.
Komitmen PLN NP terhadap konservasi penyu juga dilakukan di wilayah lain. Sejak 2016, perusahaan melalui UP Pacitan mendukung pelestarian penyu di Pantai Taman, Pantai Kili-Kili, dan Pantai Pancer melalui kolaborasi dengan kelompok konservasi dan komunitas lokal.
Melalui berbagai program tersebut, PLN NP berharap sinergi antara perusahaan, masyarakat, pemerintah daerah, dan komunitas dapat terus memperkuat upaya pelestarian penyu sekaligus meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga keanekaragaman hayati dan ekosistem pesisir Indonesia.***



