Pertamina Drilling Luncurkan Smart Bin Berbasis AI untuk Perkuat Program Green Drilling

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memperkuat implementasi program Green Drilling dengan menghadirkan SRIKANDI (Smart Bin), tempat sampah pintar berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mampu mengenali dan memilah sampah secara otomatis.

Inovasi yang mulai diterapkan di kantor pusat Pertamina Drilling tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mengintegrasikan teknologi digital dengan prinsip keberlanjutan untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih efektif dan ramah lingkungan.

Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita mengatakan pemanfaatan teknologi AI dalam pengelolaan sampah merupakan langkah nyata perusahaan untuk memperkuat budaya keberlanjutan di lingkungan kerja.

Read also:  PHM Perkuat Ekosistem Bank Sampah Balikpapan, Salurkan Bantuan untuk 43 Unit

“SRIKANDI merupakan wujud komitmen Pertamina Drilling untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan. Melalui teknologi AI, kami ingin membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik dan mendorong partisipasi aktif seluruh pekerja dalam mendukung program Green Drilling,” kata Avep di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

SRIKANDI dilengkapi kamera dan Graphics Processing Unit (GPU) yang memungkinkan sistem mengidentifikasi jenis sampah secara real time. Setelah sampah dimasukkan melalui feeder, sistem akan secara otomatis mengenali material dan mengarahkannya ke kompartemen yang sesuai, seperti sampah organik, daur ulang, maupun residu.

Read also:  Danantara Buka Lagi Pendaftaran Mitra Proyek PSEL, Bidik Investor Global

Teknologi tersebut memungkinkan proses pemilahan berlangsung lebih cepat dan akurat tanpa memerlukan intervensi manual dari pengguna.

Dengan kapasitas hingga 260 liter, SRIKANDI mampu memilah tiga hingga empat kategori sampah secara otomatis. Perangkat tersebut ditempatkan di sejumlah area kantor, termasuk pantry dan ruang kerja, guna memudahkan pekerja menerapkan praktik pengelolaan sampah yang lebih baik.

Read also:  Grup Pertamina Hulu Indonesia Tanam 2.800 Mangrove, Perkuat Blue Carbon dan Ketahanan Pesisir

Menurut Avep, inovasi tersebut tidak hanya mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

“Keberlanjutan bukan hanya menjadi program perusahaan, tetapi harus menjadi budaya yang diterapkan oleh seluruh insan Pertamina Drilling. Melalui SRIKANDI, kami ingin menunjukkan bahwa transformasi digital dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan untuk menciptakan nilai tambah bagi perusahaan dan masyarakat,” ujarnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Dua Bulan Beroperasi, DSI Petakan Ekspor Komoditas Strategis Senilai US$14 Miliar

Ecobiz.asia — PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI telah membangun visibilitas atas sekitar 6.500 deklarasi ekspor komoditas strategis dengan nilai lebih dari US$14...

PGN Gagas Perluas Akses Gas Bumi di Yogya Lewat Skema CNG

Ecobiz.asia -- Keterbatasan jaringan pipa gas bumi mendorong PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui anak usahanya PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) memperluas...

PGN Dorong Pemanfaatan Jargas sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat Sleman

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus mengoptimalkan pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas) di Sleman, Yogyakarta, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah...

PHE Dorong Percepatan Ekosistem Natural Hydrogen untuk Perkuat Ketahanan Energi Indonesia

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong percepatan pengembangan natural hydrogen di Indonesia sebagai salah satu sumber energi masa depan...

PGN Gagas Ajukan Tambahan Alokasi Gas CNG hingga 30 BBTUD untuk Periode 2026-2030

Ecobiz.asia -- PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), mengajukan tambahan alokasi gas bumi untuk kebutuhan compressed...

TOP STORIES

Prabowo Launches 100 GW Solar Program, Sets Three-Year Deadline

Ecobiz.asia — Indonesia has launched a national program to develop 100 gigawatts peak (GWp) of solar power capacity, with an estimated investment of about...

Prabowo Mulai Program PLTS 100 GWp, Sesumbar Rampung dalam Tiga Tahun

Ecobiz.asia — Pemerintah resmi memulai program pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp) dengan nilai investasi sekitar US$73 miliar...

Revisi Aturan Pengelolaan Hutan, Organisasi Masyarakat Sipil Soroti Penguatan KPH hingga Evaluasi Perizinan

Ecobiz.asia – Sebanyak 14 organisasi masyarakat sipil menyoroti sejumlah aspek tata kelola dalam revisi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 8 Tahun 2021...

Indonesia Sanctions Six Companies Over Forest Fires, Freezes One Permit

Ecobiz.asia – Indonesia's Ministry of Forestry has imposed administrative sanctions on six forest concession holders after inspections found forest and land fires across a...

Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Terkait Kebekaran Hutan, Satu Izin Dibekukan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) setelah ditemukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...