Kemenhut dan FSC Teken MoU, Sinergi Sertifikasi Hutan SVLK-FSC

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan Forest Stewardship Council (FSC) memperkuat kerja sama pengelolaan hutan berkelanjutan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU).

Kemitraan ini ditujukan untuk meningkatkan tata kelola kehutanan, memperluas akses pasar produk hasil hutan Indonesia, serta memperkuat daya saing sektor kehutanan di pasar global.

MoU ditandatangani Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) Kementerian Kehutanan Laksmi Wijayanti dan Direktur Jenderal FSC International Subhra Bhattacharjee di Jakarta, Selasa (30/6).

Read also:  Panas Ekstrem Akibat Perubahan Iklim, Pangkas Produktivitas Pekerja Pertanian Indonesia

Kerja sama ini memperkuat sinergi antara Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK) Indonesia dengan skema sertifikasi FSC. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola kehutanan, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk hasil hutan Indonesia.

Salah satu fokus utama kemitraan adalah pengembangan mekanisme audit gabungan antara SVLK dan FSC.

Read also:  Perempuan Penggerak Ekonomi Restoratif, Akses dan Kepemimpinan Perlu Diperkuat

Melalui mekanisme ini, dua sistem sertifikasi dapat diaudit secara bersamaan oleh satu tim auditor dalam satu proses audit, sehingga menghemat waktu dan sumber daya tanpa mengurangi kredibilitas maupun integritas masing-masing sistem.

Selain audit gabungan, ruang lingkup kerja sama mencakup peningkatan kinerja pengelolaan hutan, penyelarasan remedy framework untuk mendukung target Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan jejaring, promosi pengelolaan hutan berkelanjutan, pertukaran data dan informasi, serta peningkatan akses pasar bagi produk hasil hutan yang memenuhi standar SVLK dan FSC. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Perempuan Penggerak Ekonomi Restoratif, Akses dan Kepemimpinan Perlu Diperkuat

Ecobiz.asia – Perempuan dinilai memegang peran sentral dalam membangun ekonomi restoratif, mulai dari menjaga hutan dan sumber air, memperkuat ketahanan pangan, hingga mengembangkan usaha...

Kemenhut Pastikan Multiusaha Kehutanan Tak Tinggalkan Bisnis Kayu, Bidik Seluruh PBPH Bertransformasi

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan menegaskan implementasi Multi Usaha Kehutanan (MUK) tidak berarti meninggalkan pemanfaatan kayu sebagai salah satu bisnis utama sektor kehutanan. Sebaliknya, pemerintah akan...

Perkuat Daya Saing Kehutanan, Kemenhut Targetkan Seluruh PBPH Terapkan Multi Usaha Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menargetkan seluruh pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) bertransformasi dari model bisnis tunggal menjadi multi usaha kehutanan (MUK) dalam...

Panas Ekstrem Akibat Perubahan Iklim, Pangkas Produktivitas Pekerja Pertanian Indonesia

Ecobiz.asia – Tekanan panas ekstrem akibat perubahan iklim menyebabkan pekerja sektor pertanian di Indonesia kehilangan rata-rata 595,1 jam kerja sepanjang 2024. Kondisi tersebut dinilai...

Kemenko Pangan–WWF Dorong Reformasi Tata Kelola Sawit, Fokus pada Petani Swadaya

Ecobiz.asia – Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama WWF-Indonesia mendorong transformasi tata kelola kelapa sawit nasional dengan menitikberatkan pada peningkatan produktivitas dan penguatan peran petani...

TOP STORIES

Singapore, Indonesia Move Closer to Bilateral Carbon Credit Partnership

Ecobiz.asia — Singapore and Indonesia have made significant progress in negotiations on a bilateral carbon credit partnership under Article 6 of the Paris Agreement,...

Indonesia, Singapore Sign Environmental Cooperation Pact on Climate and Circular Economy

Ecobiz.asia — Indonesia and Singapore have signed a memorandum of understanding (MoU) on environmental protection, establishing a framework to strengthen bilateral cooperation on climate...

Vietnam Launches National Carbon Exchange With 92 Companies in Initial Trading Phase

Ecobiz.asia — Vietnam officially launched its national carbon market on Monday, opening the Vietnam Carbon Exchange (VCX) at the Hanoi Stock Exchange (HNX) and...

Hutan Lindung yang Butuh Perlindungan

Oleh: Pramono Dwi Susetyo (Pernah bekerja di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) Ecobiz.asia - Salah satu fungsi kawasan hutan yang unik dan tidak memiliki turunannya...

Vietnam Luncurkan Bursa Karbon, Libatkan 92 Perusahaan pada Tahap Awal

Ecobiz.asia – Vietnam resmi memulai perdagangan karbon nasional dengan meluncurkan Vietnam Carbon Exchange (VCX) di Bursa Efek Hanoi pada Senin (29/6/2026). Pada hari pertama...