Pemprov Jabar-Konsorsium Sumitomo-Hitachi Zosen Capai Kesepakatan Proyek Waste to Energy Legok Nangka

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama konsorsium Sumitomo Corporation-Hitachi Zosen Corporation resmi mencapai kesepakatan lanjutan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy/WtE) TPPAS Regional Legok Nangka melalui penandatanganan perubahan dan pernyataan kembali Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Kesepakatan tersebut ditandatangani Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi selaku Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) dan Direktur PT Jabar Environmental Solutions (JES) Kenichi Ishikawa di Kabupaten Indramayu, Jumat (5/6/2026).

PT JES merupakan perusahaan konsorsium yang dipimpin Sumitomo Corporation bersama Hitachi Zosen Corporation dan PT Energia Prima Nusantara (Astra Group).

Read also:  Wärtsilä: Fleksibilitas Sistem Listrik Penting untuk Percepatan EBT dan Ekonomi Digital

Penandatanganan juga mencakup Perjanjian Penjaminan antara PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) dan PT JES, serta penyerahan Perjanjian Regres dari Pemprov Jawa Barat kepada PT PII.

Perubahan perjanjian dilakukan untuk mengakomodasi penyesuaian teknis, finansial, dan regulasi terbaru guna mempercepat realisasi proyek sekaligus memastikan pelaksanaan berjalan lebih akuntabel, efisien, dan berkelanjutan.

TPPAS Regional Legok Nangka diproyeksikan menjadi fasilitas pengolahan sampah regional berbasis teknologi waste to energy pertama di Indonesia dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Read also:  Pertamina Drilling Kelola 58 Rig, Bidik National Champion Well Construction

Fasilitas tersebut dirancang mampu mengolah sekitar 2.131 ton sampah per hari yang berasal dari wilayah Bandung Raya meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi, serta Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan proyek Legok Nangka diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir yang kapasitasnya semakin terbatas.

“TPPAS Regional Legok Nangka akan mengurangi ketergantungan terhadap fasilitas pembuangan akhir yang telah mengalami keterbatasan kapasitas,” ujar Dedi.

Read also:  Dari Hidrogen Hijau hingga PLTGU, PLN NP Bekali Calon Pemimpin dengan Perspektif Transisi Energi

Proyek ini juga mendapat dukungan dari Global Infrastructure Facility (GIF) sejak 2019 melalui pendanaan persiapan proyek senilai US$1,1 juta. Dukungan dilakukan bersama International Finance Corporation (IFC) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk membantu pemerintah Indonesia dan Badan Pengelola Sampah Regional Jawa Barat menyiapkan proyek hingga tahap implementasi.

Dengan tercapainya kesepakatan terbaru ini, proyek Legok Nangka selanjutnya akan memasuki tahap financial close yang ditargetkan selesai pada akhir 2026 sebelum dilanjutkan dengan percepatan konstruksi fisik. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

PGN Pangkas Emisi 29.575 Ton CO₂eq, Andalkan Dekarbonisasi untuk Efisiensi Biaya

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatat penurunan emisi sebesar 29.574,87 ton karbon dioksida ekuivalen (tCO₂eq) hingga Agustus...

Xurya Soroti Kesiapan Teknologi dan SDM untuk Kejar Target PLTS 100 GWp

Ecobiz.asia — Target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) dalam tiga tahun ke depan tidak hanya membutuhkan percepatan konstruksi,...

Agrinas Palma, Fauji Foundation Jajaki Investasi Sawit Terintegrasi 200.000 Hektare

Ecobiz.asia -- PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjajaki kerja sama dengan Fauji Foundation dari Pakistan untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit terintegrasi seluas 200.000 hektare...

PDC Raih Dua Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026 lewat Website Karir dan Buletin Binar

Ecobiz.asia – PT Patra Drilling Contractor (PDC) meraih dua penghargaan dalam Anugerah Humas Indonesia 2026 melalui Website Karir PDC dan buletin internal Binar, masing-masing...

TOP STORIES

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...

Pertamina Uji Teknologi PertaPURE, Bidik Pemanfaatan Kembali Air Terproduksi pada Operasi Migas

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menguji teknologi PertaPURE untuk mengolah air terproduksi (produced water) dari kegiatan produksi...

Menjelang Pemberlakuan EUDR: Seberapa Siap Indonesia?

Oleh: Diah Suradiredja (Pemerhati perdagangan komoditas berkelanjutan dan berkeadilan) Ecobiz.asia - European Union Deforestation Regulation atau EUDR segera memasuki tahap penerapan. Regulasi ini berlaku bagi operator...

PGN Pangkas Emisi 29.575 Ton CO₂eq, Andalkan Dekarbonisasi untuk Efisiensi Biaya

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatat penurunan emisi sebesar 29.574,87 ton karbon dioksida ekuivalen (tCO₂eq) hingga Agustus...