Vietnam Luncurkan Bursa Karbon, Libatkan 92 Perusahaan pada Tahap Awal

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Vietnam resmi memulai perdagangan karbon nasional dengan meluncurkan Vietnam Carbon Exchange (VCX) di Bursa Efek Hanoi pada Senin (29/6/2026). Pada hari pertama perdagangan, produk yang diperdagangkan adalah kuota emisi gas rumah kaca periode tahun 2025–2026.

Berdasarkan pengumuman Bursa Efek Hanoi (HNX), kuota emisi yang diperdagangkan mencapai 511.473.846 ton setara CO₂ (CO₂e). Kuota tersebut berlaku untuk periode tahun 2025–2026 dengan hari perdagangan terakhir dijadwalkan pada 24 Desember 2027, demikian dikutip dari situs Departemen Informasi Dasar dan Informasi Luar Negeri, Kementerian Budaya, Olahraga, dan Pariwisata Vietnam.

Read also:  Kemenhut dan Emergent Sepakati Penjajakan Kerja Sama Pendanaan Iklim Sektor Kehutanan

Peluncuran bursa karbon ini menandai dimulainya mekanisme perdagangan emisi nasional Vietnam.

Melalui sistem tersebut, perusahaan yang menghasilkan emisi di bawah kuota yang dialokasikan dapat menjual kelebihan kuotanya kepada perusahaan lain yang emisinya melampaui batas yang ditetapkan.

Mekanisme ini diharapkan mendorong efisiensi pengurangan emisi sekaligus menciptakan insentif ekonomi bagi pelaku usaha.

Menurut informasi dari Vietnam Securities Depository and Clearing Corporation (VSDC), enam perusahaan sekuritas telah ditunjuk sebagai anggota penyimpanan dan penyelesaian transaksi karbon, yakni VPS Securities, VietinBank Securities, VNDIRECT Securities, DNSE Securities, PetroVietnam Securities, dan MB Securities.

Read also:  ESDM Catat 120 Proyek Karbon Masuk Pipeline, Nilainya Capai Rp1,7 Triliun

Keenam perusahaan tersebut akan menangani seluruh proses perdagangan karbon, mulai dari penempatan dan pencocokan order hingga penyimpanan aset, kliring, dan penyelesaian transaksi.

VNDIRECT Securities menilai peluncuran pasar karbon merupakan bagian dari transformasi pasar keuangan Vietnam yang berpotensi meningkatkan daya tarik investasi internasional.

Perusahaan tersebut memperkirakan peningkatan status Vietnam menjadi pasar berkembang sekunder oleh FTSE Russell mulai September mendatang akan menarik lebih banyak investor institusional asing yang menerapkan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam strategi investasinya.

Read also:  Cara Petani Manfaatkan Peluang Ekonomi melalui Perdagangan Karbon, Wamen LH: Jadi Tambahan Penghasilan

Sementara itu, Departemen Perubahan Iklim di bawah Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup Vietnam menyatakan sebanyak 92 perusahaan telah mendapat alokasi kuota emisi dan diizinkan mengikuti perdagangan karbon pada periode kepatuhan 2025–2026.

Perusahaan-perusahaan tersebut berasal dari sektor-sektor beremisi tinggi seperti pembangkit listrik tenaga termal, semen, dan baja, termasuk Vicem Tam Diep Cement, Bim Son Cement, Nghi Son Cement, Formosa Ha Tinh Hung Nghiep Steel Company, Hoa Phat Dung Quat Steel, Vietnam Electricity Group, serta Ho Chi Minh City Power Corporation. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Kemenhut dan Emergent Sepakati Penjajakan Kerja Sama Pendanaan Iklim Sektor Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan Emergent Forest Finance Accelerator, Inc. menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menjajaki peluang kerja sama pendanaan iklim guna mendukung...

PLN Indonesia Power dan South Pole Bahas Perpanjangan Kerja Sama Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT PLN Indonesia Power dan perusahaan konsultan iklim global asal Swiss, South Pole AG, membahas perpanjangan kerja sama perdagangan karbon untuk proyek...

Menhut Ajak Dunia Bangun Pasar Karbon yang Kredibel dan Berkeadilan

Ecobiz.asia – Pemerintah Indonesia mengajak komunitas internasional memperkuat pasar karbon global yang kredibel, transparan, dan berintegritas tinggi agar mampu memobilisasi investasi iklim dalam skala...

Di Forum Iklim London, Menhut Umumkan Penerbitan Kredit Karbon Kehutanan Terbesar Indonesia

Ecobiz.asia – Pemerintah Indonesia akan menerbitkan kredit karbon sektor kehutanan dengan volume lebih dari 30 juta ton CO₂e pada 6 Juli 2026, menandai salah...

Indonesia Dorong Pasar Karbon Berintegritas, Perkuat Kerja Sama Gambut dan Mangrove di Forum London

Ecobiz.asia – Indonesia membawa tiga agenda utama dalam forum Forest and Climate Leaders' Partnership (FCLP) di London, yakni mendorong pengembangan pasar karbon berintegritas tinggi,...

TOP STORIES

Vietnam Launches National Carbon Exchange With 92 Companies in Initial Trading Phase

Ecobiz.asia — Vietnam officially launched its national carbon market on Monday, opening the Vietnam Carbon Exchange (VCX) at the Hanoi Stock Exchange (HNX) and...

Hutan Lindung yang Butuh Perlindungan

Oleh: Pramono Dwi Susetyo (Pernah bekerja di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) Ecobiz.asia - Salah satu fungsi kawasan hutan yang unik dan tidak memiliki turunannya...

Blackout Bukti Ketergantungan Indonesia Pada Batubara, IEEFA Desak Percepatan PLTS Atap

Ecobiz.asia – Kasus pemadaman listrik (blackout) yang terjadi di Sumatera dan sistem Jawa-Madura-Bali menjadi alarm bagi Indonesia untuk mempercepat pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya...

Pemerintah Resmi Wajibkan Pencampuran Biodiesel 50%, Link Download SK Menteri ESDM

Ecobiz.asia – Pemerintah resmi memberlakukan mandatori pencampuran biodiesel sebesar 50 persen (B50) ke dalam bahan bakar minyak jenis solar mulai 1 Juli 2026. Kebijakan...

Indonesia, Emergent Explore JREDD+ Climate Finance Partnership

Ecobiz.asia — Indonesia's Ministry of Forestry and U.S.-based Emergent Forest Finance Accelerator Inc. have signed a memorandum of understanding (MoU) to explore climate finance...