PLN Nusantara Power Teken JDSA dengan Geo Dipa untuk Retrofit PLTP Dieng 1 dan Green Hydrogen

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT PLN Nusantara Power menandatangani Joint Development Study Agreement (JDSA) dengan PT Geo Dipa Energi untuk mengkaji retrofit Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Unit 1 sekaligus membuka peluang pengembangan bisnis ketenagalistrikan berkelanjutan, termasuk green hydrogen berbasis panas bumi.

Kesepakatan tersebut menjadi pijakan awal kolaborasi strategis kedua BUMN dalam meningkatkan keandalan dan efisiensi aset pembangkitan panas bumi, sekaligus memperluas pengembangan proyek energi bersih di masa depan.

Melalui JDSA ini, PLN Nusantara Power dan Geo Dipa akan menjalankan studi komprehensif terkait pelaksanaan retrofit PLTP Dieng 1. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kinerja operasional pembangkit, serta menjadi dasar kajian teknis dan bisnis bagi pengembangan lokasi-lokasi panas bumi potensial berikutnya.

Read also:  PTBA Mulai Uji Coba Co-firing Tahap II di PLTU Banko Barat, Manfaatkan Kaliandra Merah

Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah mengatakan kerja sama ini merupakan langkah konkret untuk memastikan aset pembangkitan panas bumi dapat beroperasi lebih andal dan efisien dalam jangka panjang.

“Penandatanganan JDSA ini menegaskan komitmen kami dalam meningkatkan kinerja operasional pembangkit melalui kolaborasi strategis. Retrofit PLTP Dieng 1 kami dorong sebagai upaya peningkatan keandalan sekaligus membuka peluang pengembangan panas bumi di lokasi-lokasi potensial berikutnya,” ujar Ruly, Rabu (4/3/2026).

Read also:  Geo Dipa Mulai Bangun PLTP Dieng 2 55 MW, Investasi US$350 Juta

Selain retrofit, ruang lingkup kerja sama juga mencakup penjajakan pengembangan bisnis ketenagalistrikan lainnya, mulai dari penguatan teknologi PLTP, pengembangan proyek panas bumi baru, hingga inisiatif green hydrogen berbasis energi panas bumi sebagai bagian dari agenda transisi energi nasional.

Menurut Ruly, kolaborasi ini memiliki fondasi yang kuat. Dalam tiga tahun terakhir, PLN Nusantara Power dan Geo Dipa telah menjalin lebih dari delapan kontrak kerja sama beyond kWh, dengan Geo Dipa memanfaatkan kompetensi PLN Nusantara Power untuk mendukung operasional dan peningkatan kinerja pembangkit.

Read also:  PHI Perkuat Konservasi Terumbu Karang dan Ekosistem Laut di Kalimantan Timur

“Di saat yang sama, kami juga memperluas langkah menuju energi masa depan melalui pengembangan green hydrogen berbasis panas bumi, sejalan dengan transformasi energi bersih nasional,” tambahnya.

Kerja sama ini juga merupakan bentuk dukungan PLN Nusantara Power terhadap penugasan PLN dalam memperkuat kinerja pembangkit panas bumi nasional, khususnya pada retrofit PLTP Dieng 1 milik Geo Dipa.

Seluruh tahapan studi pengembangan disusun berbasis data, dengan memperhatikan aspek keselamatan, keandalan operasi, dan keberlanjutan jangka panjang. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Geo Dipa Mulai Bangun PLTP Dieng 2 55 MW, Investasi US$350 Juta

Ecobiz.asia – PT Geo Dipa Energi (Persero) resmi memulai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Unit 2 berkapasitas 55 megawatt (MW) di...

Pertamina Drilling Luncurkan Smart Bin Berbasis AI untuk Perkuat Program Green Drilling

Ecobiz.asia – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memperkuat implementasi program Green Drilling dengan menghadirkan SRIKANDI (Smart Bin), tempat sampah pintar berbasis kecerdasan...

Mini LNG Plant Tuban Diresmikan, Pemerintah Bidik Pengurangan Impor LPG

Ecobiz.asia – Pemerintah meresmikan Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas (SAG) di Tuban, Jawa Timur, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional...

PGN Garap Stranded Gas Lapangan Sengeti, Tambah Pasokan Gas Domestik

Ecobiz.asia – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menyiapkan tambahan pasokan gas bumi dari Lapangan Sengeti sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi...

Pertagas Borong 5 Penghargaan pada Indonesia Sustainability Award 2026

Ecobiz.asia – PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, memborong lima penghargaan sekaligus meraih predikat Best of The Best ESG Leadership of...

TOP STORIES

Perempuan Penggerak Ekonomi Restoratif, Akses dan Kepemimpinan Perlu Diperkuat

Ecobiz.asia – Perempuan dinilai memegang peran sentral dalam membangun ekonomi restoratif, mulai dari menjaga hutan dan sumber air, memperkuat ketahanan pangan, hingga mengembangkan usaha...

Kemenhut Gagalkan Penyelundupan Owa Jawa dan Biawak Endemik ke Oman

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menggagalkan upaya penyelundupan dua satwa endemik Indonesia, yakni owa jawa (Hylobates moloch) dan biawak tiga warna (Varanus yuwonoi), yang...

PLN Indonesia Power, South Pole Explore Expanded Carbon Market and Decarbonization Partnership

Ecobiz.asia — Indonesia's state-owned power producer PLN Indonesia Power and Swiss climate advisory firm South Pole AG are exploring an extension of their carbon...

Pendanaan Adaptasi Iklim Terbuka Lebar, Akses dan Kualitas Proyek Masih Jadi Tantangan

Ecobiz.asia – Peluang Indonesia memperoleh pendanaan internasional untuk program adaptasi perubahan iklim semakin terbuka seiring meningkatnya perhatian lembaga pendanaan global terhadap isu adaptasi. Namun,...

Synkrona Rampungkan Studi, Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut Pertama Indonesia Makin Dekat

Ecobiz.asia – PT Synkrona Enjiniring Nusantara menyelesaikan studi pra-kelayakan (pre-feasibility study) untuk proyek percontohan pembangkit listrik tenaga arus laut (PLTAL) di Nusa Penida, Bali....