PHI Perkuat Konservasi Terumbu Karang dan Ekosistem Laut di Kalimantan Timur

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Grup PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) memperkuat upaya pelestarian terumbu karang dan ekosistem laut di Kalimantan Timur melalui program konservasi berbasis masyarakat dan inovasi pemanfaatan fasilitas migas pasca-operasi untuk mendukung keberlanjutan lingkungan pesisir.

Momentum Hari Terumbu Karang Sedunia yang diperingati setiap 1 Juni dimanfaatkan PHI bersama anak perusahaan dan afiliasinya untuk menegaskan komitmen menjaga ekosistem pesisir dan laut sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya konservasi.

Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah Jaga Pesisir Kita, inisiatif PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) di Desa Tanjung Limau, Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Sejak 2019, program tersebut berfokus pada rehabilitasi terumbu karang, perlindungan mangrove, penguatan kelompok masyarakat pengawas, serta pengembangan wisata pesisir berkelanjutan.

Program ini dikembangkan untuk memulihkan ekosistem bawah laut yang terdampak praktik penangkapan ikan destruktif sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui sektor pariwisata dan usaha berbasis sumber daya pesisir.

Read also:  MedcoEnergi Catat Kinerja Produksi 1H26 Naik 19%, Pertahankan Panduan 2026

Anggota masyarakat sekaligus Local Hero Jaga Pesisir Kita, Muhammad Mansur, mengatakan program tersebut telah mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri dalam menjaga lingkungan pesisir.

“Dalam momentum Hari Terumbu Karang Sedunia ini, kemandirian mengajarkan kami bahwa keberlanjutan lingkungan di wilayah pesisir memerlukan kepemimpinan lokal yang kuat, kolaborasi yang inklusif, serta komitmen yang tidak pernah surut untuk menjaga masa depan laut kita,” ujarnya.

Selain rehabilitasi terumbu karang, PHI juga mengembangkan program Rig to Reef yang dijalankan oleh PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) di kawasan Karang Segajah, Bontang. Program yang dimulai melalui proyek percontohan pada 2019 dan diperkuat melalui kerja sama dengan Korea Hydrographic and Oceanographic Agency (KHAN) pada 2022 tersebut memanfaatkan fasilitas migas lepas pantai yang telah habis masa operasinya sebagai habitat baru bagi biota laut.

Read also:  Poso Energy Lakukan OMC Jaga Produksi PLTA 515 MW di Tengah Ancaman El Niño

Manager Environment PHI sekaligus fasilitator program Rig to Reef, Kemas Adrian, mengatakan inisiatif tersebut menunjukkan bahwa kegiatan industri dapat berjalan selaras dengan upaya konservasi lingkungan.

“Program ini menjadi bukti bahwa kegiatan industri dapat berjalan selaras dengan upaya konservasi lingkungan melalui inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan. Kami berharap inisiatif ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi keanekaragaman hayati laut, masyarakat pesisir, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan,” kata Kemas.

Metode Rig to Reef dinilai mampu meningkatkan keanekaragaman hayati laut dengan menjadikan struktur anjungan migas yang tidak lagi digunakan sebagai habitat baru bagi terumbu karang dan populasi ikan. Selain memberikan manfaat ekologis, pendekatan tersebut juga dinilai lebih efisien dari sisi biaya pembongkaran dan pengelolaan fasilitas pasca-operasi.

Read also:  ICVCM Setujui Dua Metodologi Verra untuk Pengurangan Metana dari Budidaya Padi dan TPA Sampah

Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, mengatakan perusahaan terus mengedepankan inovasi sosial dan lingkungan dalam program tanggung jawab sosial perusahaan agar memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.

“Melalui berbagai inisiatif seperti Jaga Pesisir Kita dan Rig to Reef, kami tidak hanya berfokus pada perlindungan ekosistem, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat agar mereka dapat menjadi pelaku utama dalam menjaga keberlanjutan sumber daya pesisir dan laut,” ujarnya.

Menurut Dony, kolaborasi, inovasi, dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan manfaat jangka panjang bagi keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut Indonesia. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

BRI Kucurkan Pembiayaan Sosial dan Lingkungan Rp842,1 Triliun, 58% dari Total Kredit

Ecobiz.asia – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat portofolio pembiayaan yang terkait aspek sosial dan lingkungan mencapai Rp842,1 triliun hingga akhir triwulan...

ESGIN, KPCI dan KKDC Bangun Ekosistem Green Economy

Ecobiz.asia – PT ESGIN Global Partners (ESGIN), Koperasi Pangan Cendekia Indonesia (KPCI), dan Koperasi Kencana Darma Cendekia (KKDC) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan...

Ascenso Bidik Industri Tambang Indonesia dengan Ban Radial OTR hingga 49 Inci

Eciobiz.asia -- Produsen ban asal India, Ascenso Tyres, memperluas bisnisnya ke sektor pertambangan Indonesia melalui peluncuran portofolio All-Steel Radial Off-The-Road (R-OTR), termasuk ban berukuran...

PGN Solution, Nusantara Regas Perkuat Kesiapsiagaan Darurat Pipa Bawah Laut

Ecobiz.asia -- PT Nusantara Regas (NR) dan PT PGAS Solution (PGN Solution) memperkuat ketahanan infrastruktur gas melalui kerja sama kesiapsiagaan penanganan keadaan darurat pada...

MedcoEnergi Catat Kinerja Produksi 1H26 Naik 19%, Pertahankan Panduan 2026

Ecobiz.asia -- PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) mencatat kinerja operasional yang kuat pada semester pertama 2026 dengan produksi minyak dan gas mencapai 170...

TOP STORIES

BRI Kucurkan Pembiayaan Sosial dan Lingkungan Rp842,1 Triliun, 58% dari Total Kredit

Ecobiz.asia – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat portofolio pembiayaan yang terkait aspek sosial dan lingkungan mencapai Rp842,1 triliun hingga akhir triwulan...

Hotspot Kalbar Turun Tajam hingga 71%, Kemenhut Terus Perkuat Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia – Hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat turun tajam dalam sehari, dari 134 menjadi 39 titik high confidence. Meski demikian,...

Kemenhut Upayakan Pemulangan Lima Bayi Orangutan dari India, Lakukan Cek DNA

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berkoordinasi dengan otoritas India untuk memastikan penanganan dan mengupayakan pemulangan lima bayi orangutan yang ditemukan di kawasan hutan Distrik...

Metalogika Plans 20 MW Thin-Film Solar Factory in Indonesia With Midsummer Technology

Ecobiz.asia — Indonesian technology company PT Metalogika Rekayasa Sistem plans to establish a thin-film flexible solar panel manufacturing facility in Indonesia with an initial...

Chandra Asri Raises S&P Global CSA Score to 66, Citing Stronger ESG Transparency

Ecobiz.asia - PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) raised its score in the 2026 S&P Global Corporate Sustainability Assessment (CSA) to 66...