Gorontalo Identifikasi Potensi Aren untuk Pengembangan Bioekonomi Hutan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pemerintah Provinsi Gorontalo mengidentifikasi sebaran tanaman aren di kawasan hutan untuk dikembangkan sebagai bagian dari bioekonomi hutan, mulai dari produksi gula aren dan gula semut hingga bioenergi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo Bambang Trihandoko mengatakan pengembangan aren perlu diawali dengan pemetaan lokasi dan potensi tanaman di masing-masing Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).

Pemetaan tersebut diperlukan agar pengembangan budidaya dan produk turunannya sesuai dengan karakteristik kawasan dan kebutuhan pasar.

“Teman-teman Kepala KPH mulai sekarang mengidentifikasi di mana posisi-posisi aren yang ada di KPH masing-masing. Dari situ kita lihat niranya bisa menjadi apa, gula merah, gula semut, atau bioetanol,” kata Bambang dalam Diskusi Penguatan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dalam Pengembangan Aren untuk Bioenergi di Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo, Kamis (27/8/2026).

Bambang mengatakan pengembangan aren juga berpotensi diarahkan untuk mendukung rehabilitasi kawasan hutan.

Read also:  PBPH Antusias Terapkan Multiusaha Kehutanan, Padukan Kayu dengan Agroforestri dan Karbon

Pemerintah Provinsi Gorontalo, kata dia, tengah melihat peluang pemanfaatan tanaman produktif tersebut pada lokasi rehabilitasi, termasuk melalui pembuatan demplot seluas sekitar 5–10 hektare.

Pengembangan tersebut perlu dilakukan berdasarkan kesesuaian lokasi, bukan sekadar penanaman tanpa perencanaan.

Menurut Bambang, hasil pemetaan sebaran aren yang telah dilakukan Penasehat Utama Menteri Kehutanan Willie Smits dapat dioverlay dengan data kawasan dan kemudian diverifikasi di lapangan.

“Nah kalau sudah cocok, dari situlah kita beranjak ke budidayanya,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan aren perlu diarahkan hingga menghasilkan produk yang memiliki standar kualitas dan pasar yang jelas.

KPH juga perlu memperkuat pendampingan kepada petani, terutama dalam pengolahan, standardisasi produk, pengemasan, hingga perluasan pasar gula aren dan gula semut.

Bambang mengatakan pengalaman pengembangan gula semut di sejumlah KPH Gorontalo menunjukkan bahwa potensi pasar sebenarnya sudah ada.

Read also:  Kadin-Kemenhut Luncurkan Lima Proyek Multiusaha Kehutanan, Optimalkan Potensi Hutan dengan Agroforestri

Bahkan, sekitar tiga tahun lalu terdapat calon pembeli dari Uni Emirat Arab yang berminat membeli gula semut dalam jumlah besar. Namun, permintaan tersebut belum dapat dipenuhi secara berkelanjutan karena produksi dan pendampingan belum optimal.

Di Provinsi Gorontalo, kawasan hutan tercatat sekitar 758.093,92 hektare atau sekitar 63 persen dari luas daratan provinsi. Dari kawasan tersebut, sekitar 555.683 hektare merupakan kawasan hutan produksi dan hutan lindung yang berada dalam pengelolaan tujuh unit KPH.

Sementara itu, Direktur Bina Rencana Pemanfaatan Hutan Kementerian Kehutanan C. Hendro Widjanarko mengatakan aren memiliki nilai ekonomi sekaligus fungsi ekologis yang membuatnya potensial dikembangkan sebagai bagian dari bioekonomi hutan.

Menurut dia, tanaman tersebut dapat menjadi salah satu komoditas agroforestri karena memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekaligus dapat mendukung fungsi perlindungan tanah dan air.

Hendro juga mengaitkan pengembangan bioekonomi dengan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Menurut dia, masyarakat akan memiliki kepentingan lebih besar untuk menjaga kawasan apabila tanaman yang dikembangkan memberikan manfaat ekonomi secara langsung.

Read also:  Komunitas Iklim Asia Tenggara Desak Bank Dunia dan IMF Alihkan Pembiayaan ke Ekonomi Regeneratif

“Kalau yang secara permanen bisa mencegah kebakaran itu kita kembangkan bioekonomi di situ. Salah satunya agroforestri, aren. Saya yakin tidak terbakar lagi karena dijaga masyarakat. Karena punya nilai ekonomi tinggi, jadi dijaga sama masyarakat,” ujar Hendro.

Kegiatan tersebut dihadiri Penasehat Utama Menteri Kehutanan Willie Smits yang juga Ketua Satgas Percepatan Pengembangan Aren, perwakilan seluruh KPH di Gorontalo, Kelompok Tani Hutan, penyuluh kehutanan, serta perusahaan pemegang Persetujuan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke kebun aren di Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo. Kunjungan lapangan selanjutnya dijadwalkan ke kebun aren di Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara, Jumat (28/8/2026). ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Komunitas Iklim Asia Tenggara Desak Bank Dunia dan IMF Alihkan Pembiayaan ke Ekonomi Regeneratif

Ecobiz.asia – Komunitas iklim Asia Tenggara mendesak Bank Dunia (World Bank) dan Dana Moneter Internasional (IMF) mengubah arah kebijakan pembiayaan global dengan mengutamakan pemulihan...

PBPH Antusias Terapkan Multiusaha Kehutanan, Padukan Kayu dengan Agroforestri dan Karbon

Ecobiz.asia — Pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) mulai melihat model bisnis Multiusaha Kehutanan (MUK) sebagai peluang untuk mendiversifikasi usaha di tengah tekanan terhadap...

Kadin-Kemenhut Luncurkan Lima Proyek Multiusaha Kehutanan, Optimalkan Potensi Hutan dengan Agroforestri

Ecobiz.asia — KADIN Regenerative Forest Business Hub dan Kementerian Kehutanan meluncurkan proyek percontohan Multiusaha Kehutanan (MUK) di lima lokasi untuk mengoptimalkan potensi hutan melalui...

Indonesia-Norwegia Luncurkan Layanan Dana Masyarakat FOLU Net Sink Periode Kelima, Targetkan 300 Kelompok

Ecobiz.asia — Indonesia dan Norwegia kembali memperluas dukungan pendanaan berbasis masyarakat untuk agenda FOLU Net Sink 2030. Pada periode kelima, Layanan Dana Masyarakat FOLU Net...

Petani Sawit Kecil Siap Hadapi EUDR Tapi Pertanyakan Insentif

Ecobiz.asia – Petani sawit kecil menyatakan siap memenuhi standar European Union Deforestation Regulation (EUDR), namun masih mempertanyakan dukungan dan insentif ekonomi untuk menanggung biaya...

TOP STORIES

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...

Tak Tebang Pilih, Menhut Bekukan Izin Enam Perusahaan di Kalteng terkait Karhutla

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membekukan izin enam perusahaan yang terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dengan penambahan tersebut,...