CIP dan Blueyou Kolaborasi Restorasi Mangrove dan Pengembangan Karbon Biru di Indonesia

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Climate Investment Partners (CIP), pengembang solusi iklim berbasis alam, dan perusahaan perikanan berkelanjutan Blueyou menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk bersama-sama mengembangkan proyek restorasi mangrove dan penghidupan masyarakat pesisir di Indonesia.

Kemitraan tersebut akan menggabungkan restorasi mangrove, pengembangan karbon biru (blue carbon), serta Integrated Mangrove Aquaculture (IMA) berbasis masyarakat. Proyek dirancang untuk memberikan manfaat terhadap iklim, keanekaragaman hayati, sekaligus meningkatkan kondisi sosial ekonomi masyarakat pesisir.

CIP dan Blueyou menyatakan proyek-proyek tersebut ditargetkan dikembangkan dengan mengacu pada Verified Carbon Standard (VCS) dan Climate, Community & Biodiversity Standards (CCBS).

Founder sekaligus CEO Climate Investment Partners James Eaton mengatakan kolaborasi tersebut diarahkan untuk menggabungkan pembiayaan karbon dengan praktik akuakultur regeneratif sehingga dapat menghasilkan model yang dapat dikembangkan dalam skala lebih luas.

Read also:  Soroti Perdagangan Karbon, Wamenhut Bicara Soal Transformasi Ekonomi Kehutanan Saat Dies Natalis Fahutan UGM

“Misi kami adalah memberdayakan masyarakat lokal melalui solusi berbasis alam yang inovatif,” kata Eaton dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (19/8/2026).

Menurut dia, kolaborasi dengan Blueyou menggabungkan keahlian di bidang pasar karbon, restorasi ekosistem, dan akuakultur berkelanjutan untuk mengembangkan proyek yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekaligus mendukung penanganan perubahan iklim.

Indonesia menjadi salah satu fokus pengembangan karbon biru karena memiliki sekitar seperlima dari total hutan mangrove dunia. Ekosistem tersebut dinilai memiliki peran penting dalam restorasi pesisir, konservasi karbon biru, dan peningkatan ketahanan wilayah pesisir.

Read also:  Pasar Karbon dan Pelestarian Hutan Jadi Agenda Indonesia di COP31, Hashim: Dukungan Investor Luar Biasa

Kemitraan CIP dan Blueyou melanjutkan pekerjaan CIP di Indonesia melalui proyek Pesisir Biru Nusantara: An Indonesian Mangrove Restoration Project yang dikembangkan sejak 2023.

Proyek tersebut mencakup kawasan pesisir dan delta sungai di sejumlah wilayah Indonesia. CIP menargetkan restorasi 10.000 hektare mangrove terdegradasi, menghasilkan sekitar 140.000 kredit karbon per tahun, serta memberikan manfaat kepada lebih dari 2.000 anggota masyarakat lokal.

Proyek juga dirancang untuk memulihkan habitat sejumlah spesies yang terancam, termasuk bekantan (Nasalis larvatus) dan lutung kelabu (Macaca fascicularis).

Sementara itu, Blueyou telah mengembangkan sistem perikanan dan akuakultur berkelanjutan selama lebih dari dua dekade, termasuk melalui berbagai program di Asia Tenggara. Pendekatan regeneratif perusahaan tersebut menghubungkan pemulihan ekosistem laut dengan penguatan ekonomi masyarakat pesisir.

Read also:  Mentan Terbitkan Permentan 18/2026, Atur Perdagangan Karbon Sektor Pertanian

General Manager Blueyou Impact sekaligus Head of Aquaculture Jonas Walker mengatakan Integrated Mangrove Aquaculture dapat menjadi pendekatan untuk memulihkan mangrove sekaligus meningkatkan penghidupan masyarakat melalui produktivitas akuakultur.

“Integrated Mangrove Aquaculture menawarkan peluang untuk memulihkan mangrove sekaligus meningkatkan penghidupan masyarakat lokal melalui produktivitas akuakultur yang lebih tinggi,” kata Walker.

Dia memperkirakan sekitar 1 juta hektare kawasan pesisir yang berada di bekas hutan mangrove berpotensi dikembangkan melalui pendekatan akuakultur mangrove terintegrasi. Menurutnya, pembiayaan karbon dapat membantu memperluas penerapan model tersebut. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

KLH Dorong Pemda Beralih ke Ekonomi Restoratif, Karbon Bisa Jadi Sumber Pembiayaan

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong pemerintah daerah menggeser pendekatan pembangunan dari model ekstraktif menuju ekonomi restoratif yang tidak hanya...

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

Mentan Terbitkan Permentan 18/2026, Atur Perdagangan Karbon Sektor Pertanian

Ecobiz.asia – Kementerian Pertanian mengatur tata cara perdagangan karbon melalui mekanisme offset emisi gas rumah kaca (GRK) di sektor pertanian, mencakup subsektor persawahan, peternakan,...

Kemenhut: GANISPH Dibutuhkan untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menilai tenaga teknis pengelolaan hutan (GANISPH) akan memegang peran penting dalam ekosistem perdagangan karbon, seiring berkembangnya pemanfaatan hutan yang...

TOP STORIES

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...

Tak Tebang Pilih, Menhut Bekukan Izin Enam Perusahaan di Kalteng terkait Karhutla

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membekukan izin enam perusahaan yang terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dengan penambahan tersebut,...