Kemenhut Dorong Bioekonomi Hutan Jadi Strategi Permanen Cegah Karhutla

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mendorong pengembangan bioekonomi sebagai salah satu strategi jangka panjang untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara permanen.

Pendekatan tersebut dinilai dapat mendorong masyarakat menjaga kawasan hutan karena memiliki nilai ekonomi yang langsung dirasakan.

Direktur Bina Rencana Pemanfaatan Hutan Kementerian Kehutanan C. Hendro Widjanarko mengatakan pengembangan bioekonomi perlu diarahkan pada kawasan yang rawan kebakaran, salah satunya melalui agroforestri dengan tanaman bernilai ekonomi tinggi seperti aren.

Menurut Hendro, nilai ekonomi yang dihasilkan dari pengelolaan hutan menjadi faktor penting agar masyarakat memiliki kepentingan untuk menjaga kawasan dari kebakaran. Dengan demikian, pencegahan tidak hanya mengandalkan patroli dan pemadaman ketika kebakaran telah terjadi.

“Kalau yang secara permanen bisa mencegah kebakaran itu kita kembangkan bioekonomi di situ. Salah satunya agroforestri, aren, itu saya yakin gak kebakar lagi karena dijaga masyarakat. Karena punya nilai ekonomi tinggi jadi dijaga sama masyarakat,” kata Hendro saat Diskusi Penguatan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dalam Pengembangan Aren untuk Bioenergi di Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo, Kamis (27/8/2026).

Read also:  Kadin-Kemenhut Luncurkan Lima Proyek Multiusaha Kehutanan, Optimalkan Potensi Hutan dengan Agroforestri

Hadir pada kesempatan itu Penasehat Utama Menteri Kehutanan Willie Smits, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo Bambang Trihandoko, perwakilan KPH yang ada di Provinsi Gorontalo, perwakilan Kelompok Tani Hutan (KTH), perwakilan penyuluh kehutanan, dan perwakilan perusahaan pemegang Persetujuan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).

Sebelum diskusi digelar, dilakukan kunjungan ke kebun aren di Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo. Selanjutnya akan dilakukan kunjungan lapangan ke kebun aren di Kecamatan Atinggola, Gorontalo Utara, Jumat (28/8/2026).

Read also:  Komunitas Iklim Asia Tenggara Desak Bank Dunia dan IMF Alihkan Pembiayaan ke Ekonomi Regeneratif

Hendro mengatakan pendekatan bioekonomi tersebut perlu menjadi bagian dari pengelolaan hutan ke depan dengan mengembangkan berbagai komoditas yang memiliki nilai ekonomi sekaligus tetap mempertahankan fungsi ekologis hutan.

Menurut dia, masyarakat akan lebih terdorong menjaga hutan apabila pengelolaannya mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata.

“Jadi kalau saya ini sebenarnya gak terlalu senang patroli, saya lebih suka kembangkan bioekonomi di situ, menghasilkan nilai ekonomi tinggi. Bioekonomi hutan,” ujar Hendro.

Sementara itu, Marthen Polii Manajer Operasional PT Gunung Hijau Masarang memaparkan besarnya nilai ekonomi yang diterima petani aren binaan.

PT Gunung Hijau Masarang yang merupakan pabrik pengolahan gula aren berkelanjutan dan ramah lingkungan yang berlokasi di Tomohon, Sulawesi Utara. Menurut Marthen, saat ini pihaknya membeli nira aren kualitas baik hasil sadapan petani sebesar Rp3.000 per liter.

Read also:  Indonesia-Norwegia Luncurkan Layanan Dana Masyarakat FOLU Net Sink Periode Kelima, Targetkan 300 Kelompok

“Ada petani yang dapat menjual sadapannya hingga 400 liter per hari. Berarti pendapatan petani bisa mencapai Rp1,2 juta per hari,” katanya.

Aren merupakan tanaman asli Indonesia yang memiliki banyak manfaat. Nira aren selain dapat diolah menjadi gula, juga dapat diproses menjadi bioetanol untuk bioenergi. Kemenhut telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pengembangan Aren yang dipimpin oleh Willie Smits.

Marthen menjelaskan, pohon aren memiliki kemampuan untuk menyimpan air sehingga sangat cocok sebagai sekat bakar. Dia mengatakan, Gunung Masarang yang dulu sempat mengalami degradasi kini menghijau berkat pohon aren. “Di sana juga muncul mata air baru,” katanya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Komunitas Iklim Asia Tenggara Desak Bank Dunia dan IMF Alihkan Pembiayaan ke Ekonomi Regeneratif

Ecobiz.asia – Komunitas iklim Asia Tenggara mendesak Bank Dunia (World Bank) dan Dana Moneter Internasional (IMF) mengubah arah kebijakan pembiayaan global dengan mengutamakan pemulihan...

PBPH Antusias Terapkan Multiusaha Kehutanan, Padukan Kayu dengan Agroforestri dan Karbon

Ecobiz.asia — Pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) mulai melihat model bisnis Multiusaha Kehutanan (MUK) sebagai peluang untuk mendiversifikasi usaha di tengah tekanan terhadap...

Kadin-Kemenhut Luncurkan Lima Proyek Multiusaha Kehutanan, Optimalkan Potensi Hutan dengan Agroforestri

Ecobiz.asia — KADIN Regenerative Forest Business Hub dan Kementerian Kehutanan meluncurkan proyek percontohan Multiusaha Kehutanan (MUK) di lima lokasi untuk mengoptimalkan potensi hutan melalui...

Indonesia-Norwegia Luncurkan Layanan Dana Masyarakat FOLU Net Sink Periode Kelima, Targetkan 300 Kelompok

Ecobiz.asia — Indonesia dan Norwegia kembali memperluas dukungan pendanaan berbasis masyarakat untuk agenda FOLU Net Sink 2030. Pada periode kelima, Layanan Dana Masyarakat FOLU Net...

Petani Sawit Kecil Siap Hadapi EUDR Tapi Pertanyakan Insentif

Ecobiz.asia – Petani sawit kecil menyatakan siap memenuhi standar European Union Deforestation Regulation (EUDR), namun masih mempertanyakan dukungan dan insentif ekonomi untuk menanggung biaya...

TOP STORIES

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...

Tak Tebang Pilih, Menhut Bekukan Izin Enam Perusahaan di Kalteng terkait Karhutla

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membekukan izin enam perusahaan yang terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dengan penambahan tersebut,...