Ecobiz.asia — PT ESGIN Global Partners (ESGIN) dan PT Agraus Resources menandatangani Heads of Agreement (HoA) sebagai langkah awal membangun kemitraan strategis untuk mempercepat pengembangan proyek-proyek berkelanjutan dan memperkuat ekosistem Nilai Ekonomi Karbon (NEK) di Indonesia.
Penandatanganan HoA dilakukan dalam rangkaian Forum Strategis “Kesiapan Pasar Karbon Nasional dan Tata Kelola Karbon Korporasi” yang diselenggarakan Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) bersama Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA) di IDX Hall, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (14/7).
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membuka peluang investasi pada berbagai climate projects yang memiliki integritas lingkungan tinggi, layak secara komersial (bankable), serta mampu memberikan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.
Dalam tahap awal, kedua perusahaan akan melakukan identifikasi dan evaluasi potensi proyek, pertukaran informasi teknis, operasional dan komersial, kajian kelayakan awal, due diligence, hingga penyusunan model bisnis dan skema investasi. HoA ini juga menjadi landasan penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai dasar implementasi proyek di masa mendatang.
Kemitraan tersebut menyasar pengembangan berbagai sektor strategis yang dinilai memiliki kontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca, antara lain energi terbarukan, pengelolaan limbah, ekonomi sirkular, dekarbonisasi industri, pertanian berkelanjutan, serta solusi berbasis alam (Nature-Based Solutions).
Melalui kolaborasi ini, ESGIN akan menghadirkan berbagai infrastruktur digital untuk mendukung pengembangan pasar karbon, termasuk sistem Digital Measurement, Reporting and Verification (Digital MRV) berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), infrastruktur aset lingkungan berbasis blockchain, platform pengelolaan data ESG, hingga sistem pengembangan dan monetisasi kredit karbon.
Perusahaan menilai pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta kredibilitas proyek-proyek iklim agar memenuhi standar pasar karbon domestik maupun internasional.
Chief Executive Officer PT ESGIN Global Partners, Brandon Keam, mengatakan penandatanganan HoA menjadi tonggak awal pembentukan kemitraan strategis untuk mendukung pembangunan rendah karbon di Indonesia.
Menurutnya, integrasi teknologi seperti Artificial Intelligence, Digital MRV dan blockchain diharapkan mampu menghasilkan proyek-proyek iklim yang tidak hanya memberikan dampak lingkungan yang terukur, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi jangka panjang.
“Bersama Agraus Resources, kami berkomitmen mendukung percepatan transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing global,” ujarnya.
Sementara itu, CEO PT Agraus Resources, Riza Suarga, mengatakan sinergi kedua perusahaan bertujuan mengembangkan proyek-proyek berkelanjutan yang inovatif sekaligus layak secara komersial.
Ia menilai kombinasi pengalaman Agraus Resources dalam pengembangan proyek dengan kapabilitas teknologi yang dimiliki ESGIN diharapkan dapat menghasilkan proyek berkualitas tinggi yang menarik bagi investor dan mendukung pertumbuhan ekonomi hijau nasional.
Kerja sama tersebut juga dinilai sejalan dengan agenda pemerintah dalam implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK), pengembangan investasi hijau, serta upaya dekarbonisasi sektor industri untuk mencapai target penurunan emisi nasional.
Selain itu, kemitraan ini diharapkan dapat memperkuat pipeline proyek iklim berstandar internasional yang siap memperoleh pendanaan dan berpartisipasi dalam perdagangan karbon, baik di pasar domestik maupun global, seiring berkembangnya ekosistem ekonomi karbon Indonesia. ***



