ESGIN-Agraus Resources Bangun Kemitraan Strategis, Bidik Pengembangan Proyek Iklim dan Ekonomi Karbon

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT ESGIN Global Partners (ESGIN) dan PT Agraus Resources menandatangani Heads of Agreement (HoA) sebagai langkah awal membangun kemitraan strategis untuk mempercepat pengembangan proyek-proyek berkelanjutan dan memperkuat ekosistem Nilai Ekonomi Karbon (NEK) di Indonesia.

Penandatanganan HoA dilakukan dalam rangkaian Forum Strategis “Kesiapan Pasar Karbon Nasional dan Tata Kelola Karbon Korporasi” yang diselenggarakan Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) bersama Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA) di IDX Hall, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (14/7).

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membuka peluang investasi pada berbagai climate projects yang memiliki integritas lingkungan tinggi, layak secara komersial (bankable), serta mampu memberikan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.

Dalam tahap awal, kedua perusahaan akan melakukan identifikasi dan evaluasi potensi proyek, pertukaran informasi teknis, operasional dan komersial, kajian kelayakan awal, due diligence, hingga penyusunan model bisnis dan skema investasi. HoA ini juga menjadi landasan penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai dasar implementasi proyek di masa mendatang.

Read also:  PLN Nusantara Power Hasilkan 490,5 GWh Energi Hijau dari Cofiring Biomassa pada Semester I 2026

Kemitraan tersebut menyasar pengembangan berbagai sektor strategis yang dinilai memiliki kontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca, antara lain energi terbarukan, pengelolaan limbah, ekonomi sirkular, dekarbonisasi industri, pertanian berkelanjutan, serta solusi berbasis alam (Nature-Based Solutions).

Melalui kolaborasi ini, ESGIN akan menghadirkan berbagai infrastruktur digital untuk mendukung pengembangan pasar karbon, termasuk sistem Digital Measurement, Reporting and Verification (Digital MRV) berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), infrastruktur aset lingkungan berbasis blockchain, platform pengelolaan data ESG, hingga sistem pengembangan dan monetisasi kredit karbon.

Read also:  Pertamina Bidik Tandan Kosong Sawit Jadi Bioetanol Pengganti BBM Impor

Perusahaan menilai pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta kredibilitas proyek-proyek iklim agar memenuhi standar pasar karbon domestik maupun internasional.

Chief Executive Officer PT ESGIN Global Partners, Brandon Keam, mengatakan penandatanganan HoA menjadi tonggak awal pembentukan kemitraan strategis untuk mendukung pembangunan rendah karbon di Indonesia.

Menurutnya, integrasi teknologi seperti Artificial Intelligence, Digital MRV dan blockchain diharapkan mampu menghasilkan proyek-proyek iklim yang tidak hanya memberikan dampak lingkungan yang terukur, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi jangka panjang.

“Bersama Agraus Resources, kami berkomitmen mendukung percepatan transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing global,” ujarnya.

Read also:  Asuransi Karbon Disiapkan, OJK Dorong Pembiayaan Berkelanjutan bagi Proyek Karbon

Sementara itu, CEO PT Agraus Resources, Riza Suarga, mengatakan sinergi kedua perusahaan bertujuan mengembangkan proyek-proyek berkelanjutan yang inovatif sekaligus layak secara komersial.

Ia menilai kombinasi pengalaman Agraus Resources dalam pengembangan proyek dengan kapabilitas teknologi yang dimiliki ESGIN diharapkan dapat menghasilkan proyek berkualitas tinggi yang menarik bagi investor dan mendukung pertumbuhan ekonomi hijau nasional.

Kerja sama tersebut juga dinilai sejalan dengan agenda pemerintah dalam implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK), pengembangan investasi hijau, serta upaya dekarbonisasi sektor industri untuk mencapai target penurunan emisi nasional.

Selain itu, kemitraan ini diharapkan dapat memperkuat pipeline proyek iklim berstandar internasional yang siap memperoleh pendanaan dan berpartisipasi dalam perdagangan karbon, baik di pasar domestik maupun global, seiring berkembangnya ekosistem ekonomi karbon Indonesia. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Masuk Pasar Karbon Skema Jurisdictional REDD, Riau Tunggu Persetujuan Menteri Keuangan

Ecobiz.asia – Pemerintah Provinsi Riau tinggal selangkah lagi memasuki pasar karbon internasional melalui skema Jurisdictional REDD+. Saat ini, pemerintah daerah menunggu penerbitan Letter of...

Kemenhut Buka Peluang Investasi Baru Skema Carbon Removal di 2,4 Juta Hektare Hutan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membuka peluang investasi perdagangan karbon di sekitar 2,4 juta hektare kawasan hutan lindung dan hutan produksi sebagai bagian dari...

Asuransi Karbon Disiapkan, OJK Dorong Pembiayaan Berkelanjutan bagi Proyek Karbon

Ecobiz.asia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan berbagai instrumen pembiayaan untuk memperkuat ekosistem perdagangan karbon nasional. Salah satu yang sedang dikembangkan adalah asuransi karbon...

KKP Siapkan Aturan Perdagangan Karbon Sektor Kelautan dan Perikanan, Begini Bocorannya

Ecobiz.asia - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah menyiapkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang Pengelolaan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon Sektor Kelautan dan Perikanan...

Rancangan Peraturan Tentang Perdagangan Karbon Sektor Pertanian, Libatkan Petani dalam Proyek Offset

Ecobiz.asia — Kementerian Pertanian (Kementan) tengah menyiapkan Peraturan Menteri Pertanian tentang Tata Cara Perdagangan Karbon Melalui Offset Emisi Gas Rumah Kaca Sektor Pertanian sebagai...

TOP STORIES

Masuk Pasar Karbon Skema Jurisdictional REDD, Riau Tunggu Persetujuan Menteri Keuangan

Ecobiz.asia – Pemerintah Provinsi Riau tinggal selangkah lagi memasuki pasar karbon internasional melalui skema Jurisdictional REDD+. Saat ini, pemerintah daerah menunggu penerbitan Letter of...

Türkiye, Ghana and Luxembourg Join The Coalition to Grow Carbon Markets

Ecobiz.asia – Türkiye, Ghana and Luxembourg have joined the Coalition to Grow Carbon Markets, bringing the number of participating governments to 14 and signaling...

Pertamina Exceeds First-Half 2026 Decarbonization Target by 118%

Ecobiz.asia - Indonesia's state-owned energy company PT Pertamina (Persero) exceeded its first-half 2026 decarbonization target by 118%, driven by emissions reduction initiatives across its...

OJK Develops Carbon Insurance to Unlock Financing for Indonesia’s Carbon Projects

Ecobiz.asia – Indonesia's Financial Services Authority (OJK) is developing carbon insurance and other sustainable finance instruments to strengthen the country's carbon market ecosystem and...

Pertamina Lampaui Target Dekarbonisasi, Emisi Karbon Turun 118% di Atas RKAP

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) melampaui target program dekarbonisasi yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Sepanjang semester I 2026, Pertamina...