SRUK Resmi Meluncur, Indonesia Jadi yang Pertama Terapkan Standar Data Karbon CDSC

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Pemerintah Indonesia secara resmi meluncurkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) di Jakarta, Kamis (9/7/2026), yang sekaligus menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang mengimplementasikan Common Carbon Credit Data Model yang dikembangkan Climate Data Steering Committee (CDSC) ke dalam sistem registri karbon yang beroperasi.

Peluncuran tersebut menandai implementasi pertama standar data karbon global yang dikembangkan atas permintaan Presidensi G20 Afrika Selatan untuk meningkatkan standardisasi data, interoperabilitas, dan transparansi di pasar karbon internasional.

SRUK menjadi kerangka nasional untuk pencatatan dan pengawasan seluruh transaksi unit karbon di Indonesia. Sistem ini juga dirancang agar dapat terhubung dengan berbagai program sertifikasi karbon internasional melalui kerangka data yang sama sehingga memudahkan pertukaran informasi antarpelaku pasar.

Read also:  Kemenhut Bentuk Indonesia Forestry Carbon Hub, Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon

Dalam implementasinya, SRUK mengadopsi sejumlah rekomendasi utama CDSC, termasuk penggunaan identitas unik global (globally unique identifiers) yang memungkinkan setiap unit karbon dapat ditelusuri sepanjang siklus hidupnya. Pendekatan tersebut diharapkan meningkatkan konsistensi data, transparansi, serta interoperabilitas antarsistem registri karbon di berbagai negara.

Pada tahap awal, SRUK akan digunakan untuk mendukung perdagangan kredit karbon, baik di pasar karbon sukarela maupun transaksi berdasarkan Pasal 6 Persetujuan Paris (Article 6 of the Paris Agreement). Sistem ini juga menyediakan kerangka bagi program sertifikasi karbon internasional yang beroperasi di Indonesia.

Ketua Climate Data Steering Committee (CDSC), Mary Schapiro, mengatakan peluncuran SRUK menjadi tonggak penting bagi Indonesia maupun ekosistem pasar karbon global.

“Peluncuran SRUK oleh Indonesia merupakan tonggak penting bagi Indonesia maupun ekosistem pasar karbon global. Sebagai implementasi pertama Common Carbon Credit Data Model di dunia nyata, sistem ini menunjukkan bagaimana standar data bersama dan identitas unik global dapat memperkuat kepercayaan, mengurangi hambatan antar pasar, serta mendukung pengembangan pasar karbon berintegritas tinggi,” ujar Mary dalam pernyataannya.

Read also:  Katingan Mentaya Project Kembali ke Pasar Karbon, Terbitkan 17,3 Juta Kredit Karbon Peringkat AA

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat peluncuran SRUK mengatakan pasar karbon yang berintegritas harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang menjaga hutan dan ekosistem.

“Karena itu SRUK dibangun bukan hanya untuk memenuhi standar internasional, tetapi juga untuk membantu mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” kata Zulkifli.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan SRUK akan menjadi pusat ekosistem pasar karbon Indonesia yang menghubungkan berbagai instrumen dan pelaku pasar karbon nasional.

Read also:  ESDM Catat 120 Proyek Karbon Masuk Pipeline, Nilainya Capai Rp1,7 Triliun

Menurutnya, sistem tersebut diharapkan memastikan manfaat dari perdagangan karbon yang kredibel dan berintegritas tinggi dapat dirasakan oleh masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya keadilan iklim.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menambahkan implementasi SRUK mencerminkan komitmen pemerintah dalam membangun perdagangan karbon yang transparan, akuntabel, melindungi investor dan pelaku pasar, serta mendukung pembiayaan menuju ekonomi rendah karbon.

Indonesia sebelumnya menjadi negara pertama yang menguji coba Common Carbon Credit Data Model pada 2025. Dengan peluncuran SRUK, Indonesia kini menjadi yurisdiksi pertama yang mengoperasikan standar data karbon global tersebut dalam sistem registri nasional. Temuan dari implementasi ini akan menjadi masukan bagi penyempurnaan model data CDSC yang ditargetkan rampung pada awal 2027. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

KLH Resmikan SRUK, Transaksi Karbon di Pasar Nasional dan Internasional Terlacak

Ecobiz.asia - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dijadwalkan akan meresmikan operasional Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) di Djakarta Theatre, Jakarta, Kamis (9/7/2026) sore. Peresmian akan dihadiri...

OJK Terbitkan POJK 10 Tahun 2026, Aturan Baru Perdagangan Karbon di Bursa Karbon

Ecobiz.asia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 10 Tahun 2026 tentang Perubahan atas POJK Nomor 14 Tahun 2023...

KLH Terbitkan Aturan Sistem Registri Unit Karbon, Download Link PermenLH No 10 Tahun 2026 Tentang SRUK

JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) resmi menerbitkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 10 Tahun 2026 tentang Sistem Registri Unit Karbon (SRUK). Regulasi ini...

Katingan Mentaya Project Kembali ke Pasar Karbon, Terbitkan 17,3 Juta Kredit Karbon Peringkat AA

Ecobiz.asia – Proyek konservasi gambut Katingan Mentaya Project kembali memasuki pasar karbon sukarela internasional dengan penerbitan sekitar 17,3 juta Verified Carbon Units (VCU) setelah...

Komrah Targetkan Regulasi Perdagangan Karbon Sektor Energi Rampung dalam 1-2 Bulan

Ecobiz.asia – Komite Pengarah Nilai Ekonomi Karbon (Komrah) menargetkan penyusunan regulasi perdagangan karbon di sektor energi, pertanian, dan sektor lainnya rampung dalam satu hingga...

TOP STORIES

Aroma Liberika dan Komitmen CSR untuk Kalimantan Barat

Oleh : Gusti Hardiansyah (Guru Besar Universitas Tanjungpura, Ketua ICMI Orwil Kalbar) Ecobiz.asia - Malam itu, Ballroom Hotel Borobudur Jakarta tidak hanya menjadi ruang pertemuan....

Cegah Karhutla, KLH Minta Perusahaan Bantu Restorasi Gambut di Sekitar Konsesi

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) meminta perusahaan pemegang konsesi kehutanan, perkebunan kelapa sawit, dan kawasan industri ikut merestorasi ekosistem gambut...

Indonesia Issues Presidential Directive to Protect Sumatran and Bornean Elephants

Ecobiz.asia — Indonesian President Prabowo Subianto has issued a presidential directive mandating a coordinated, cross-government effort to protect the populations and habitats of the...

Indonesia Becomes First Country to Implement Global Carbon Data Standard in National Registry

Ecobiz.asia — Indonesia has become the first country to implement the Climate Data Steering Committee (CDSC)'s Common Carbon Credit Data Model through its newly...

ASEAN Strengthens Regional Readiness for El Niño and Transboundary Haze

Ecobiz.asia — ASEAN environment ministers have reaffirmed their commitment to strengthening regional preparedness against forest fires and transboundary haze as the region faces an...