Di Panggung CDC 2025, Indonesia Dapat Dukungan Global untuk Bangun Pasar Karbon Berintegritas Tinggi

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Indonesia memperoleh dukungan kuat dari berbagai negara dalam upaya membangun pasar karbon yang kredibel, inklusif, dan berintegritas tinggi. Dukungan tersebut mengemuka pada pembukaan Carbon Digital Conference (CDC) Indonesia 2025 yang diselenggarakan Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA) di Bandung, Senin (8/12/2025).

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, dan Kuasa Usaha Ad Interim Korea Selatan, Park Soo-deok, termasuk di antara perwakilan diplomatik yang menegaskan pentingnya kolaborasi internasional untuk mempercepat aksi iklim dan memperluas pengembangan proyek karbon.

Tolchenov menilai kerja sama lintas negara menjadi kunci menghadapi kompleksitas perubahan iklim dan dinamika kebijakan global. Ia menekankan bahwa Rusia dan Indonesia memiliki pandangan serupa terkait perlunya transisi menuju ekonomi rendah emisi yang dilakukan secara bertahap, seimbang, dan tetap mempertimbangkan kemampuan nasional.

Read also:  Perusahaan Global Kejar Net Zero, Pasar Kredit Karbon Indonesia Terbuka Luas

“Emisi harus dikurangi tanpa diskriminasi terhadap sumber energi atau teknologi,” ujar Tolchenov. Ia menjelaskan bahwa Rusia telah memperkuat regulasi pembangunan hijau melalui pembaruan kerangka hukum, pengembangan taksonomi hijau-sosial, peningkatan pembiayaan hijau, serta pengoperasian registri unit karbon dan pelaksanaan berbagai proyek iklim domestik.

Tolchenov juga menyoroti pentingnya penyelarasan standar, metodologi, dan infrastruktur karbon antarnegara agar lebih kompatibel—terutama dalam menghadapi regulasi iklim internasional yang dinilai tidak selalu adil bagi negara berkembang.

Read also:  Menteri LH Tegaskan Indonesia Bangun Biodiversity Credit Berbasis Tiga Prinsip Utama, Apa Saja?

“Kami melihat peluang besar untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam teknologi rendah karbon, energi terbarukan, bioenergi, penangkapan dan penyimpanan karbon, hingga proyek penyerapan karbon berbasis ekosistem,” kata dia.

Sementara itu, Park Soo-deok menegaskan bahwa Indonesia menunjukkan kepemimpinan yang semakin kuat dalam tata kelola hutan dan lahan, transisi energi, serta pembangunan arsitektur pasar karbon yang kredibel, inklusif, dan berintegritas tinggi.

Read also:  BEI: Karhutla Berpotensi Tekan Ketersediaan Unit Karbon

“Kami memandang Indonesia sebagai mitra penting dengan potensi mitigasi besar,” ujar Park. Ia menyampaikan bahwa Korea Selatan dan Indonesia tengah membahas Mutual Recognition Agreement (MRA) perdagangan kredit karbon berdasarkan Pasal 6 Persetujuan Paris, serta kerja sama di sektor penangkapan karbon, pemanfaatan karbon, dan kehutanan.

Park menambahkan bahwa pasar karbon merupakan fondasi strategis bagi pertumbuhan ekonomi hijau dan pengembangan industri masa depan. “Pemerintah Korea siap bekerja dengan Indonesia sebagai mitra ambisius dan berorientasi masa depan,” katanya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Bappenas Luncurkan Peta Jalan Karbon Biru 2026–2045, Dorong Investasi dan Perlindungan Ekosistem Pesisir

Ecobiz.asia – Kementerian PPN/Bappenas meluncurkan Peta Jalan Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Karbon Biru Indonesia 2026–2045 sebagai panduan integrasi pengelolaan ekosistem pesisir dan laut ke...

NCI dan Infini Asia Luncurkan FIST 1.0 untuk Perkuat Pengelolaan Data Proyek Nature-based Solutions

Ecobiz.asia — Nusantara Climate Initiative (NCI) bersama PT Inovasi Infini Asia (Infini Asia) meluncurkan Forest Integrated System for Transparency (FIST) Version 1.0, platform digital...

BP BUMN Arahkan Perhutani Kembangkan Bisnis Karbon, Incar Pendapatan Rp1-2 Triliun

Ecobiz.asia – Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) mengarahkan Perum Perhutani mengembangkan perdagangan karbon sebagai sumber pendapatan baru sekaligus bagian dari transformasi bisnis perusahaan. Dalam jangka...

IDXCarbon Gratiskan Biaya Pendaftaran, Incar Lebih Banyak Pengguna Jasa Karbon

Ecobiz.asia – Bursa karbon Indonesia (IDXCarbon) menggratiskan biaya pendaftaran dan keanggotaan bagi perusahaan yang ingin menjadi Pengguna Jasa Bursa Karbon (PJBK). Kebijakan tersebut ditujukan...

Incar Blue Carbon, Lampung Perluas Cakupan Tim Koordinasi Inisiatif Karbon

Ecobiz.asia – Pemerintah Provinsi Lampung memperluas cakupan kerja Tim Koordinasi Inisiatif Karbon dari semula berfokus pada karbon hutan menjadi pengembangan ekosistem karbon daratan dan...

TOP STORIES

Bappenas Luncurkan Peta Jalan Karbon Biru 2026–2045, Dorong Investasi dan Perlindungan Ekosistem Pesisir

Ecobiz.asia – Kementerian PPN/Bappenas meluncurkan Peta Jalan Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Karbon Biru Indonesia 2026–2045 sebagai panduan integrasi pengelolaan ekosistem pesisir dan laut ke...

Menhut Raja Juli Kembali Cabut Izin Lima PBPH Terkait Karhutla, Sebut Perintah Prabowo

Ecobiz.asia — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni kembali mencabut izin usaha lima perusahaan yang berada di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah sebagai...

Pemerintah Bangun 119.379 Sambungan Jargas, Gresik-Sidoarjo Dapat 14.000

Ecobiz.asia — Pemerintah tengah membangun sekitar 119.379 sambungan rumah (SR) jaringan gas bumi (jargas) yang tersebar di 15 kabupaten/kota pada 2025–2026. Dari jumlah tersebut,...

Membedah Biang Keladi Bencana Asap

Disclaimer: Artikel ini merupakan opini dan pandangan pribadi penulis. Isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili sikap atau pandangan redaksi Ecobiz.asia. Oleh:...

PHR Perkuat Mutu dan Akses Pasar UMKM, Dorong Produk Lokal Naik Kelas

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong peningkatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Dumai, Riau, melalui penguatan mutu produk,...