ESG-IN dan IDCTA Teken MoU, Dorong Digitalisasi dan Integritas Pasar Karbon Indonesia

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – ESG-IN dan Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mempercepat pengembangan ekosistem kredit karbon berbasis data terverifikasi di Indonesia.

Penandatanganan dilakukan di Jakarta, Senin (4/5/2026), oleh CEO ESG-IN Brandon Keam dan Ketua IDCTA Riza Suarga.

Kerja sama ini berfokus pada digitalisasi proses sertifikasi dan perdagangan kredit karbon melalui pemanfaatan teknologi digital monitoring, reporting, and verification (MRV), kecerdasan buatan (AI), dan blockchain.

Read also:  PHE Dorong Asri Basin Jadi Hub Penyimpanan Karbon Regional

“Kolaborasi ini akan mempercepat pertumbuhan pasar karbon Indonesia sekaligus membuka peluang investasi hijau yang signifikan,” ujar Brandon Keam.

Melalui kemitraan ini, kedua pihak akan mempercepat proses sertifikasi dan penerbitan kredit karbon, meningkatkan transparansi transaksi melalui teknologi blockchain, serta membuka akses pembiayaan hijau bagi proyek-proyek berbasis data ESG terverifikasi.

Selain itu, ESG-IN akan berperan sebagai off-taker untuk kredit karbon dan kredit lingkungan lain yang dihasilkan proyek-proyek anggota IDCTA, sekaligus memfasilitasi akses ke pasar domestik dan internasional.

Read also:  Kadin-Kemenhut Luncurkan Lima Proyek Multiusaha Kehutanan, Optimalkan Potensi Hutan dengan Agroforestri

Ketua IDCTA Riza Suarga menilai kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi digital pasar karbon nasional.

“Teknologi digital MRV berbasis AI dan blockchain akan membantu proyek-proyek di Indonesia memenuhi standar internasional dalam pelaporan emisi dan sertifikasi kredit karbon,” ujarnya.

Kerja sama ini juga mencakup pengembangan metodologi kredit lingkungan baru, peningkatan kapasitas pelaku usaha dan pemerintah, serta advokasi kebijakan untuk mendukung pertumbuhan pasar karbon yang transparan dan berkelanjutan.

Read also:  PHR Perkuat Budaya Inovasi melalui CIIF 2026, Cetak Added Value Creation Rp3,73 Triliun

Selain kredit karbon, kolaborasi turut mencakup pengembangan kredit plastik dan ESG Action Credits (EAC) sebagai instrumen ekonomi lingkungan yang lebih luas.

Kedua pihak menargetkan kerja sama ini dapat memperkuat integritas pasar karbon Indonesia, mendukung pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC), serta mendorong realisasi target net zero emission pada 2060. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

KLH Dorong Pemda Beralih ke Ekonomi Restoratif, Karbon Bisa Jadi Sumber Pembiayaan

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong pemerintah daerah menggeser pendekatan pembangunan dari model ekstraktif menuju ekonomi restoratif yang tidak hanya...

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

Mentan Terbitkan Permentan 18/2026, Atur Perdagangan Karbon Sektor Pertanian

Ecobiz.asia – Kementerian Pertanian mengatur tata cara perdagangan karbon melalui mekanisme offset emisi gas rumah kaca (GRK) di sektor pertanian, mencakup subsektor persawahan, peternakan,...

Kemenhut: GANISPH Dibutuhkan untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menilai tenaga teknis pengelolaan hutan (GANISPH) akan memegang peran penting dalam ekosistem perdagangan karbon, seiring berkembangnya pemanfaatan hutan yang...

TOP STORIES

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...