Lima Tahun Transformasi BUMN Pertambangan, Komitmen Capai Indonesia Emas

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Sektor pertambangan mengalami perkembangan signifikan khususnya melalui transformasi BUMN sektor Pertambangan dalam lima tahun terakhir. 

BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID terbukti mampu mendukung pemerintah mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui pengelolaan sumber daya mineral dan batubara secara optimal. 

Melalui Kepemimpinan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, MIND ID terus memberikan performa kinerja terbaik dan memenuhi tugasnya dalam dalam penyelesaian proyek strategis serta akuisisi perusahaan-perusahaan tambang asing.

Baca juga: Transformasi Layanan kepada Publik, Badan Geologi Hadirkan Aplikasi GeoMap Up-Scale dan Perpustakaan Digital

Melalui transformasi ini, Holding Industri Pertambangan (HIP) BUMN bertransformasi menjadi PT Mineral Industri Indonesia (Persero) yang merupakan sinergi perusahaan tambang terbesar Indonesia yakni PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium, PT Timah Tbk, lalu kemudian menyusul bergabung PT Vale Indonesia Tbk (INCO). 

Dalam Media Briefing Kementerian BUMN dengan Tema Penguatan BUMN Menuju Indonesia Emas, Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha MIND ID Dilo Seno Widagdo menyampaikan MIND ID fokus pada perannya dalam mewujudkan beragam proyek strategis untuk membangun masa depan Indonesia Emas 2045.

Read also:  Tak Tebang Pilih, Menhut Bekukan Izin Enam Perusahaan di Kalteng terkait Karhutla

“Grup MIND ID berkomitmen mendorong eksplorasi dan pengolahan mineral dengan proaktif mendorong hilirisasi sehingga mampu meningkatkan nilai tambah dan memberikan dampak yang optimal bagi negara,” ujarnya di Jakarta, Selasa, 15 Oktober 2024. 

Dilo menegaskan, melalui transformasi ini, perusahaan negara di sektor pertambangan telah tumbuh sebagai entitas yang kuat dan kompetitif di tingkat nasional maupun global.

Bahkan, Grup MIND ID memiliki visi untuk masuk sebagai Global Fortune 500, yakni perusahaan yang memiliki skala bisnis yang besar, memiliki imbal hasil investasi yang optimal, dan tetap mampu mendukung ekonomi kinerja ekonomi Indonesia melalui penciptaan lapangan kerja dan kontribusi pada penerimaan negara.

Dilo menyampaikan laba bersih tahun berjalan MIND ID sampai Agustus 2024 mencapai Rp27 triliun. “Kita sudah mencatatkan laba 2024 sampai Agustus-September ini Rp27 triliun,” kata Dilo.

Read also:  Kolaborasi Pemerintah dan Pelaku Usaha Diperlukan untuk Cegah Karhutla

Baca juga: Survei: Publik Setuju Pemisahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinilai Lebih Fokus

Dalam kesempatan tersebut, Peneliti Center of Industry, Trade, and Investment Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus berharap MIND ID mampu mendukung pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan kinerja ekonomi yang lebih agresif hingga 8% per tahun.

“Kalau mau pertumbuhan ekonomi sampai 8% berarti perlu effort serius. Yang bisa diandalkan pertumbuhan 8% adalah pertambangan dan pengolahannya kita tunggu peran BUMN Holding jadi kontributor industri pengolahan pertambangan ini,” katanya.

MIND ID saat ini telah memulai operasional dari dua smelter Anggota MIND ID. Pertama, pabrik pemurnian konsentrat tembaga milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Manyar, Gresik, Jawa Timur. 

Pabrik pengolahan ini menggunakan teknologi desain jalur tunggal (design single line) terbesar di dunia dengan kapasitas input konsentrat tembaga sebesar 1,7 juta ton dan menghasilkan katoda tembaga sekitar 650.000 ton per tahun, memproduksi 50 ton emas dan 210 ton perak.

Read also:  RUU Pengendalian Perubahan Iklim Berkeadilan Dibawa ke COP31

Baca juga: Survei: Publik Setuju Pemisahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinilai Lebih Fokus

Kedua, Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 1 di Mempawah, Kalimantan Barat. Smelter dengan investasi sekitar Rp16 triliun akan menyerap sekitar 3,3 juta bijih bauksit per tahun dengan menghasilkan 1 juta ton alumina sebagai bahan baku aluminium. Proyek SGAR akan dilanjutkan ke fase berikutnya yang nantinya akan memperkuat kapasitas produksi alumina serta pabrik smelter aluminium.

Di samping itu, pada 28 Juni 2024, MIND ID telah menyelesaikan transaksi pembelian sekitar 14% saham divestasi PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dari Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. (SMM). Melalui penyelesaian transaksi ini, MIND ID resmi menjadi pemegang saham terbesar di PT Vale dengan porsi saham yang meningkat dari 20,0% menjadi sekitar 34,0%. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

Tak Tebang Pilih, Menhut Bekukan Izin Enam Perusahaan di Kalteng terkait Karhutla

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membekukan izin enam perusahaan yang terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dengan penambahan tersebut,...

Kemenhut Tanggapi Kritik Greenpeace Soal Karhutla, Beberkan Operasi Pemadaman hingga Sanksi ke Perusahaan

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menanggapi kritik Greenpeace Indonesia dengan menegaskan bahwa anggapan pemerintah tidak bertindak dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak...

Pusat Data Butuh Tambahan 20 GW, Bahlil Siapkan Energi Bersih untuk Batam–Karimun–Bintan

Ecobiz.asia — Indonesia membutuhkan tambahan pasokan listrik sekitar 20 gigawatt (GW) untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pusat data. Pemerintah menyiapkan Batam, Karimun, dan Bintan sebagai...

Transmisi Jadi Tantangan, PLN Sebut Butuh Investasi Rp3.400 Triliun Untuk Transisi Energi

Ecobiz.asia — Pembangunan jaringan transmisi menjadi salah satu tantangan utama transisi energi Indonesia karena sumber energi dan pusat permintaan listrik tersebar di wilayah berbeda....

TOP STORIES

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...

Tak Tebang Pilih, Menhut Bekukan Izin Enam Perusahaan di Kalteng terkait Karhutla

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membekukan izin enam perusahaan yang terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dengan penambahan tersebut,...