Indonesia Undang China Investasi Proyek PLTS 100 GW

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Pemerintah Indonesia mengundang perusahaan-perusahaan asal China untuk berinvestasi dalam pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) sebagai bagian dari percepatan transisi energi dan penguatan industri energi terbarukan nasional.

Ajakan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan China Wang Wentao di Shanghai, Jumat (17/7/2026) malam. Selain membahas investasi energi bersih, kedua negara juga mendiskusikan penguatan kerja sama perdagangan, investasi, kawasan industri, ekonomi digital, serta kerja sama ekonomi regional.

Airlangga mengatakan pemerintah mengharapkan perusahaan-perusahaan China berperan sebagai investor, mitra strategis, maupun co-developer dalam pengembangan proyek-proyek energi terbarukan di Indonesia, khususnya PLTS.

“Indonesia mengapresiasi keterlibatan investasi China dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung Cirata. Proyek tersebut menunjukkan besarnya potensi kerja sama Indonesia-China dalam mendukung transisi energi, pengembangan energi bersih, dan pencapaian target penurunan emisi,” kata Airlangga dalam keterangannya.

Read also:  Indonesia Luncurkan Empat Dokumen Status Keanekaragaman Hayati, Basis Data Pembangunan Berkelanjutan Makin Kuat

Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan PLTS berkapasitas 100 GW untuk mendukung transisi energi dan hilirisasi industri. Pemerintah juga mendorong penguatan industri panel surya dalam negeri agar mampu membangun rantai pasok tenaga surya yang lebih terintegrasi.

Menurut Airlangga, industri panel surya yang telah beroperasi di Indonesia masih memiliki ruang untuk dikembangkan, sehingga tidak hanya menjadi basis perakitan, tetapi juga memperkuat industri manufaktur komponen energi surya di dalam negeri.

Di luar sektor energi, Airlangga menyampaikan bahwa China tetap menjadi mitra dagang terbesar Indonesia. Pada 2025, nilai perdagangan kedua negara mencapai US$154,6 miliar, dengan tren pertumbuhan rata-rata 7,24 persen selama periode 2021-2025.

Read also:  Rancang Peta Arahan, Kemenhut Siapkan 5,67 Juta Hektare Kawasan Hutan untuk Perizinan Berusaha

China juga menjadi salah satu dari tiga sumber investasi asing terbesar di Indonesia. Sepanjang 2025, realisasi investasi China mencapai hampir US$8,1 miliar atau sekitar 13 persen dari total investasi asing, terutama di sektor industri pengolahan, perdagangan, energi, properti, transportasi, dan pergudangan.

Dalam pertemuan tersebut, Airlangga juga mendorong percepatan implementasi kerja sama Two Countries Twin Parks (TCTP). Hingga saat ini, Indonesia dan China telah menandatangani 30 nota kesepahaman dengan estimasi nilai investasi sekitar Rp37,1 triliun.

“Berbagai Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani perlu segera ditindaklanjuti menjadi investasi nyata. Kami juga mendorong pembentukan joint venture agar kerja sama TCTP dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih konkret,” ujarnya.

Read also:  Indonesia Usulkan Hasil Hutan Bukan Kayu Masuk Agenda Strategis APEC EGILAT

Pemerintah juga mengharapkan dukungan Kementerian Perdagangan China untuk mendorong keterlibatan perusahaan-perusahaan China dalam pengembangan kawasan industri dan komersial di Indonesia, termasuk melalui kolaborasi dengan Danantara Indonesia sebagai mitra strategis dalam proyek-proyek prioritas.

Selain membahas investasi, Indonesia meminta dukungan China terhadap pembentukan Sekretariat Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) di Indonesia dan mengajak kedua negara menyiapkan proyek-proyek prioritas yang dapat diumumkan pada pertemuan para pemimpin negara dalam forum APEC 2026 di China.

“Indonesia berkomitmen menjaga kepastian kebijakan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kami berharap pertemuan ini dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama dan proyek yang konkret sehingga memberikan manfaat yang seimbang bagi kedua negara,” kata Airlangga. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Rancang Peta Arahan, Kemenhut Siapkan 5,67 Juta Hektare Kawasan Hutan untuk Perizinan Berusaha

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyiapkan alokasi sekitar 5,67 juta hektare kawasan hutan dalam Peta Arahan Pemanfaatan Hutan (PAPH) Tahun 2026 sebagai acuan penerbitan...

ClientEarth-CPI Indonesia Teken MoU, Percepat Transisi Energi Berkeadilan

Ecobiz.asia – ClientEarth dan Climate Policy Initiative (CPI) Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mempercepat implementasi energi terbarukan dan transisi energi berkeadilan di Indonesia. Kerja...

Menteri Jumhur Ajak Akademisi Wujudkan Kedaulatan Ekologis Jelang 81 Tahun Indonesia Merdeka

Ecobiz.asia – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat mengajak kalangan akademisi menjadikan kedaulatan ekologis sebagai fondasi baru pembangunan Indonesia...

Kemenhut Perkuat Diplomasi Publik, Siapkan SDM Hadapi Negosiasi Kehutanan Global

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang diplomasi publik dan negosiasi internasional guna mendukung kepemimpinan Indonesia dalam tata kelola...

Menteri LH Ungkap Minat Investasi Hijau di Indonesia Meningkat: Harus Dorong Kesejahteraan Masyarakat

Ecobiz.asia – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa investasi hijau dan berbagai instrumen aksi iklim harus memberikan...

TOP STORIES

Masuk Pasar Karbon Skema Jurisdictional REDD, Riau Tunggu Persetujuan Menteri Keuangan

Ecobiz.asia – Pemerintah Provinsi Riau tinggal selangkah lagi memasuki pasar karbon internasional melalui skema Jurisdictional REDD+. Saat ini, pemerintah daerah menunggu penerbitan Letter of...

Türkiye, Ghana and Luxembourg Join The Coalition to Grow Carbon Markets

Ecobiz.asia – Türkiye, Ghana and Luxembourg have joined the Coalition to Grow Carbon Markets, bringing the number of participating governments to 14 and signaling...

Pertamina Exceeds First-Half 2026 Decarbonization Target by 118%

Ecobiz.asia - Indonesia's state-owned energy company PT Pertamina (Persero) exceeded its first-half 2026 decarbonization target by 118%, driven by emissions reduction initiatives across its...

OJK Develops Carbon Insurance to Unlock Financing for Indonesia’s Carbon Projects

Ecobiz.asia – Indonesia's Financial Services Authority (OJK) is developing carbon insurance and other sustainable finance instruments to strengthen the country's carbon market ecosystem and...

Pertamina Lampaui Target Dekarbonisasi, Emisi Karbon Turun 118% di Atas RKAP

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) melampaui target program dekarbonisasi yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Sepanjang semester I 2026, Pertamina...