Agincourt Resources Pertahankan Investasi Pendidikan Rp5,29 Miliar di Tengah Pemulihan Operasi

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Agincourt Resources (PTAR) tetap mempertahankan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia melalui Program Beasiswa Martabe Prestasi 2026, meski perusahaan masih berada dalam masa pemulihan kegiatan operasional Tambang Emas Martabe. Tahun ini perusahaan mengalokasikan dana sebesar Rp5,29 miliar untuk mendukung pendidikan 341 pelajar dan mahasiswa asal Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Kuasa Direksi PT Agincourt Resources Rahmat Lubis mengatakan, keberlanjutan program beasiswa menjadi bukti bahwa investasi perusahaan di bidang pendidikan tetap menjadi prioritas jangka panjang, meskipun dilakukan sejumlah penyesuaian dalam Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

“Komitmen kami terhadap pendidikan generasi muda Tapanuli Selatan tidak berubah. Kami menyesuaikan skala program agar tetap dapat berjalan secara berkelanjutan, dengan mendahulukan kelompok yang paling membutuhkan dukungan, yakni siswa SMA yang bersiap masuk perguruan tinggi dan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan tinggi,” ujar Rahmat saat acara Penghargaan Beasiswa Martabe Prestasi di Sopo Daganak, Batang Toru pekan lalu.

Read also:  Indonesia-Norwegia Luncurkan Layanan Dana Masyarakat FOLU Net Sink Periode Kelima, Targetkan 300 Kelompok

Dari total 341 penerima beasiswa pada 2026, sebanyak 88 orang merupakan penerima baru dan 253 lainnya penerima lanjutan. Sebanyak 37 penerima baru atau sekitar 42% berasal dari Kecamatan Batang Toru dan Muara Batang Toru yang merupakan wilayah sekitar operasi tambang.

Rahmat menjelaskan, pada tahun ini perusahaan memfokuskan beasiswa hanya untuk jenjang SMA dan perguruan tinggi. Sementara beasiswa bagi siswa SD dan SMP untuk sementara tidak diberikan sebagai bagian dari penyesuaian prioritas program selama masa pemulihan kegiatan perusahaan.

Sejak diluncurkan pada 2017, Beasiswa Martabe Prestasi telah menjangkau 3.037 pelajar dan mahasiswa dengan total nilai investasi pendidikan mencapai Rp24,11 miliar. Program tersebut menjadi salah satu inisiatif beasiswa berkelanjutan yang dijalankan perusahaan pertambangan di Sumatera Utara.

“Konsistensi pemberian beasiswa selama sembilan tahun mencerminkan bahwa pendidikan merupakan prioritas jangka panjang kami dalam membantu ribuan anak asal Tapanuli Selatan untuk selanjutnya berkontribusi kepada daerah dan negara,” kata Rahmat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan Efrida Yanti Pakpahan menilai kontribusi Agincourt Resources melalui program PPM telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam memperluas akses pendidikan bagi keluarga berpenghasilan rendah.

Read also:  ANTAM Catat Efisiensi Energi, Andalkan PLTS untuk Tekan Pemakaian BBM

“Beasiswa ini sangat membantu anak-anak dari keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas agar memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ujarnya. Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak menjadikan keterbatasan ekonomi sebagai penghalang untuk meraih cita-cita. “Banyak jalan untuk meraihnya, salah satunya melalui beasiswa,” katanya.

Program tersebut juga mulai menunjukkan hasil nyata. Pada tahun ini, 13 penerima Beasiswa Martabe Prestasi berhasil diterima di sejumlah perguruan tinggi negeri terkemuka di Pulau Jawa, yakni enam orang di Institut Pertanian Bogor (IPB), tiga orang di Universitas Gadjah Mada (UGM), serta masing-masing satu orang di Universitas Diponegoro, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Sebelas Maret.

Salah satu penerima, Sahrial Azhari Gultom dari Desa Wek III, Batang Toru, yang diterima di IPB, mengatakan bantuan tersebut tidak hanya meringankan biaya pendidikan tetapi juga menjadi penyemangat untuk terus berprestasi.

Read also:  Progres PLTS Terapung Tembesi Batam Capai 74%, Proyek 46 MWp Masuki Tahap Lanjutan

“Beasiswa ini akan saya manfaatkan sebaik mungkin. Selain membantu biaya pendidikan, beasiswa ini juga menjadi motivasi bagi saya untuk terus berprestasi dan mengembangkan potensi yang saya miliki,” ujarnya.

Dampak program juga dirasakan para alumni. Rona Melati Pakpahan, penerima Beasiswa Martabe Prestasi angkatan 2017, kini bekerja di sebuah perusahaan logistik di Medan setelah menyelesaikan pendidikan S1 Ekonomi Islam di UIN Sumatera Utara.

“Dengan latar pendidikan yang saya raih berkat beasiswa ini, saya akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan passion saya, mandiri secara finansial, dan membantu keluarga,” katanya.

Keberlanjutan Program Beasiswa Martabe Prestasi menunjukkan bahwa investasi sosial di bidang pendidikan tetap menjadi bagian penting dari strategi keberlanjutan Agincourt Resources. Di tengah tantangan operasional, perusahaan memilih mempertahankan dukungan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal sebagai fondasi pembangunan jangka panjang di wilayah operasinya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Tarif, Infrastruktur, Insentif Jadi Kendala Investasi Panas Bumi

Ecobiz.asia -- Keekonomian proyek, keterbatasan infrastruktur pendukung, dan minimnya insentif fiskal masih menjadi tiga tantangan utama investasi panas bumi di Indonesia, meskipun sumber energi...

PT Timah Susun Peta Jalan Dekarbonisasi, Penggunaan PLTS dan EV Jadi Prioritas

Ecobiz.asia — PT Timah Tbk tengah menyusun peta jalan dekarbonisasi untuk mendukung target emisi nol bersih (net zero emission). Perusahaan menghadapi tantangan dalam mengganti...

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...

Retrofit Mitsubishi Power Tambah Kapasitas PLTP Darajat Unit 3 Menjadi 129 MW

Ecobiz.asia -- Mitsubishi Power, penyedia solusi pembangkit listrik dari Mitsubishi Heavy Industries Ltd. (MHI), telah menyelesaikan proyek retrofit Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)...

Progres PLTS Terapung Tembesi Batam Capai 74%, Proyek 46 MWp Masuki Tahap Lanjutan

Ecobiz.asia — Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Tembesi berkapasitas 46 megawatt peak (MWp) di Waduk Tembesi, Batam, Kepulauan Riau, telah mencapai sekitar...

TOP STORIES

Tugas BPGMN Disorot, Pemulihan Gambut Disertai Evaluasi Izin dan Penegakan Hukum

Ecobiz.asia – Pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) perlu diikuti penyelesaian konflik lahan, evaluasi perizinan, dan penegakan hukum untuk mengatasi penyebab kebakaran...

Kesalehan Ekologis: Dari Tobat Menuju Aksi Nyata

Oleh: Saiful Latief, M.Si (Pranata Humas Ahli Muda, Direktorat Inventarisasi GRK dan MPV, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan TKNEK, Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH) Ecobiz.asia -...

Potensi Biomassa Indonesia Capai 83,4 Juta Ton, PLN EPI Perluas Bisnis Bioenergi

Ecobiz.asia – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memetakan potensi biomassa nasional mencapai 83,4 juta ton per tahun. Perusahaan kini memperkuat rantai pasok...

Tak Pandang Bulu, Kemenhut Tetapkan Perusahaan Singapura sebagai Tersangka Kebakaran Hutan

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan dua perusahaan, termasuk perusahaan penanaman modal asing (PMA) asal Singapura, sebagai tersangka korporasi dalam perkara dugaan tindak pidana...

Organisasi Lingkungan Desak Transparansi soal Karhutla Sawit, RSPO Sebut Sanksi Anggota Tunggu Pembuktian

Ecobiz.asia – Sejumlah organisasi lingkungan mendesak Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) membuka data kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah anggotanya serta mengumumkan...