Kemenhut Upayakan Pemulangan Lima Bayi Orangutan dari India, Lakukan Cek DNA

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berkoordinasi dengan otoritas India untuk memastikan penanganan dan mengupayakan pemulangan lima bayi orangutan yang ditemukan di kawasan hutan Distrik Balasore, Negara Bagian Odisha, India.

Kelima orangutan ditemukan Dinas Kehutanan setempat pada Selasa (8/9/2026) di kawasan hutan Blok Bhogarai/Udaipur, wilayah Jaleswar, Distrik Balasore, yang berada di dekat perbatasan Negara Bagian Bengal Barat.

Kelima satwa yang diperkirakan berusia 1-1,5 tahun tersebut ditemukan dalam kondisi sehat dan kini ditempatkan di Nandankan Zoological Park, Bhubaneswar, India, untuk mendapatkan perawatan.

Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan Ahmad Munawir mengatakan pemerintah masih melakukan verifikasi terhadap jenis dan asal-usul kelima orangutan tersebut. Berdasarkan pengamatan awal terhadap ciri fisik dan morfologinya, satwa tersebut diduga berasal dari Pulau Sumatera.

Read also:  Karhutla Meningkat, Pemerintah Perkuat Operasi Terpadu di Tiga Provinsi Kalimantan

“Kami masih melakukan proses verifikasi untuk memastikan jenis dan asal-usul kelima orangutan tersebut, termasuk melalui pemeriksaan DNA. Pada saat yang sama, kami berkoordinasi dengan otoritas India untuk memastikan penanganan dan mengupayakan proses repatriasi ke Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Munawir dalam pernyataannya, dikutip Jumat (9/11/2026).

Orangutan bukan satwa asli India. Karena itu, temuan lima bayi orangutan tersebut menimbulkan dugaan bahwa satwa merupakan korban perdagangan dan penyelundupan satwa liar ilegal yang melibatkan jaringan lintas negara. Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui proses investigasi dan penelusuran asal-usul satwa.

Read also:  Gerakan Jemaat Jaga Bumi, KLH Dorong HKBP Perkuat Pilah Sampah Menuju Gereja Hijau

Kemenhut telah berkoordinasi dengan Management Authority CITES India, Kedutaan Besar India di Jakarta, Kedutaan Besar Republik Indonesia di New Delhi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) selaku Scientific Authority, serta Kementerian Pertanian untuk mendukung penanganan dan percepatan repatriasi.

Proses tersebut akan dilakukan dengan mengacu pada ketentuan hukum nasional dan mekanisme internasional, termasuk Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).

Kemenhut juga menggandeng sejumlah mitra konservasi yang memiliki pengalaman dalam penyelamatan dan rehabilitasi orangutan, antara lain Yayasan Ekosistem Leuser (YEL), Jaringan Satwa Indonesia (JSI), Center for Orangutan Protection (COP), dan Forum Orangutan Indonesia (FORINA).

Read also:  Pemerintah Dorong Penguatan Rantai Pasok EBT untuk Perkuat Kemandirian Energi

Para mitra tersebut menyatakan kesiapan mendukung proses repatriasi serta penanganan dan rehabilitasi kelima orangutan setelah dipulangkan ke Indonesia.

Apabila repatriasi dapat dilakukan, kelima satwa akan menjalani tahapan penanganan sesuai prosedur konservasi, mulai dari pemeriksaan kesehatan, karantina, identifikasi genetik, asesmen perilaku hingga rehabilitasi sesuai kondisi masing-masing individu.

Satwa yang memenuhi persyaratan selanjutnya dapat dipertimbangkan untuk mengikuti tahapan rehabilitasi menuju pelepasliaran ke habitat alaminya.

Munawir mengatakan keselamatan dan kesejahteraan kelima bayi orangutan menjadi prioritas dalam setiap tahapan penanganan. Pemerintah juga akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut, termasuk mendukung proses investigasi untuk mengungkap asal-usul satwa dan kemungkinan jaringan perdagangan ilegal yang terlibat. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pantauan Kemenhut: Kalsel Nihil Hotspot, Pengendalian Karhutla di Kalbar-Kalteng Diperkuat

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah setelah pemantauan terbaru menunjukkan kedua provinsi...

Pemerintah Siapkan Panduan ESG untuk Perkuat Daya Saing Industri Mineral Kritis

Ecobiz.asia -- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan World Resources Institute (WRI) Indonesia menindaklanjuti hasil...

Karhutla, Kemenhut Kembali Sanksi Administratif Lima Perusahaan PBPH

Ecobiz.asia - – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) kembali menjatuhkan sanksi administratif kepada lima perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Kalimantan Barat setelah ditemukan...

KLH Bangun Ekosistem Pengelolaan Limbah Baterai Mobil Listrik, Timbulan Diproyeksi Memuncak 2040

Ecobiz.asia — Ledakan penggunaan kendaraan listrik berpotensi menghadirkan persoalan baru: gunungan baterai bekas. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperkirakan timbulan limbah baterai kendaraan listrik akan...

Sungai Mengering, Ketergantungan Batu Bara Dinilai Perparah Krisis Iklim di Kalimantan

Ecobiz.asia -- Kekeringan dan pendangkalan sejumlah sungai besar di Kalimantan di tengah fenomena El Niño menjadi alarm bagi pemerintah untuk mengevaluasi kembali ketergantungan Indonesia...

TOP STORIES

Metalogika Plans 20 MW Thin-Film Solar Factory in Indonesia With Midsummer Technology

Ecobiz.asia — Indonesian technology company PT Metalogika Rekayasa Sistem plans to establish a thin-film flexible solar panel manufacturing facility in Indonesia with an initial...

Chandra Asri Raises S&P Global CSA Score to 66, Citing Stronger ESG Transparency

Ecobiz.asia - PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) raised its score in the 2026 S&P Global Corporate Sustainability Assessment (CSA) to 66...

ESGIN, KPCI dan KKDC Bangun Ekosistem Green Economy

Ecobiz.asia – PT ESGIN Global Partners (ESGIN), Koperasi Pangan Cendekia Indonesia (KPCI), dan Koperasi Kencana Darma Cendekia (KKDC) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan...

Ascenso Bidik Industri Tambang Indonesia dengan Ban Radial OTR hingga 49 Inci

Eciobiz.asia -- Produsen ban asal India, Ascenso Tyres, memperluas bisnisnya ke sektor pertambangan Indonesia melalui peluncuran portofolio All-Steel Radial Off-The-Road (R-OTR), termasuk ban berukuran...

Pantauan Kemenhut: Kalsel Nihil Hotspot, Pengendalian Karhutla di Kalbar-Kalteng Diperkuat

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah setelah pemantauan terbaru menunjukkan kedua provinsi...