TÜV SÜD Bangun Pusat Dekarbonisasi di Singapura, Siap Investasi US$24 Juta

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Perusahaan pengujian, inspeksi, dan sertifikasi global TÜV SÜD menginvestasikan lebih dari US$24 juta untuk membangun Global Decarbonisation Centre of Excellence (CoE) di Singapura. Pusat ini ditujukan untuk memperkuat infrastruktur pasar karbon, mempercepat verifikasi karbon digital, serta mendukung implementasi Pasal 6 Perjanjian Paris di kawasan ASEAN.

Pusat tersebut didukung oleh Singapore Economic Development Board (EDB) dan akan mengintegrasikan keahlian di bidang pasar karbon, digital Monitoring, Reporting and Verification (dMRV), teknologi dekarbonisasi, serta validasi, verifikasi, dan assurance independen.

CEO sekaligus Chairman of the Board TÜV SÜD AG Patrick Vollmer mengatakan kebutuhan untuk menerjemahkan data karbon menjadi informasi yang dapat dipercaya semakin penting bagi dunia usaha.

“Aksi iklim berada pada titik yang sangat penting, dengan kebutuhan untuk menerjemahkan data karbon menjadi carbon confidence yang semakin relevan bagi dunia usaha,” kata Vollmer dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9/2026).

Menurut dia, kemajuan aksi iklim membutuhkan kepercayaan yang dapat diverifikasi. Karena itu, TÜV SÜD memanfaatkan keahliannya untuk mempercepat dekarbonisasi dan pengembangan solusi iklim yang terpercaya dari Singapura untuk Asia dan dunia.

Read also:  Dapat Dukungan Kemenhut, Riau Mantap Masuk Pasar Karbon Yurisdiksi ART-TREES

“Ketika pemerintah, dunia usaha, dan investor membutuhkan kepastian bahwa pengurangan emisi kredibel, transparan, dan mendapat assurance independen, kami membangun kekuatan tersebut untuk mempercepat dekarbonisasi dan mengembangkan solusi iklim terpercaya dari Singapura untuk Asia dan dunia,” ujarnya.

CoE tersebut akan berfokus pada lima bidang, yakni implementasi Pasal 6 dan kesiapan terhadap regulasi pasar karbon internasional; pasar karbon dan climate assurance, termasuk dMRV; transisi energi, bahan bakar alternatif dan ketahanan energi; integritas rantai pasok dan dekarbonisasi industri; serta pengembangan kapasitas pemerintah dan industri.

Pengembangan pusat tersebut dilakukan setelah TÜV SÜD mengakuisisi SustainCERT yang berbasis di Luksemburg. SustainCERT merupakan Validation and Verification Body terakreditasi yang memiliki keahlian dalam dMRV.

TÜV SÜD menyebut kedua langkah tersebut akan memperluas kapabilitas perusahaan dalam pengelolaan data karbon, pasar karbon, serta layanan assurance independen.

Read also:  VCarboN Bidik Pasar Karbon Compliance, Dorong Akses Proyek Indonesia ke Korea Selatan

Bidik Ekosistem Karbon ASEAN

Singapura saat ini menjadi basis sekitar 160 perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan perdagangan karbon. Perusahaan-perusahaan tersebut dapat memanfaatkan keahlian dan layanan yang tersedia di CoE.

Pusat tersebut juga akan mendukung pengembangan metodologi untuk proyek nature-based solutions dan blue economy.

Chairman EDB Png Cheong Boon mengatakan kehadiran CoE TÜV SÜD memperkuat ambisi Singapura menjadi pusat jasa dan perdagangan karbon yang terpercaya.

“Peluncuran Global Decarbonisation CoE pertama TÜV SÜD merupakan bentuk kuat kepercayaan terhadap Singapura sebagai basis yang stabil dan terpercaya bagi perusahaan yang ingin berkembang dan melayani kawasan,” kata Png.

Menurut dia, integritas kredit karbon akan menjadi fondasi dalam pengembangan Singapura sebagai pusat perdagangan dan jasa karbon.

“Singapura berkomitmen menjadi pusat jasa dan perdagangan karbon yang terpercaya, dengan integritas kredit karbon yang ditopang standar ketat, data transparan, dan layanan verifikasi berkelas dunia,” ujarnya.

Read also:  Sepuluh Provinsi Baru Terima Dana Karbon GCF, Total Komitmen Capai Rp761 Miliar

CoE tersebut akan didukung lebih dari 20 tenaga ahli lintas disiplin yang membantu klien dan mitra mulai dari tahap perancangan dan implementasi proyek hingga kepatuhan, verifikasi, dan sertifikasi.

Hingga 2030, TÜV SÜD menargetkan pembangunan ekosistem pasar karbon regional yang lebih kuat dengan menghubungkan pengembang proyek, penyedia dMRV, lembaga verifikasi independen, dan registri karbon di seluruh ASEAN melalui satu platform digital.

Platform tersebut diharapkan mendukung generasi baru layanan verifikasi digital yang meningkatkan efisiensi, konsistensi, dan transparansi seiring dengan berkembangnya pasar karbon.

Chief Sustainability Officer TÜV SÜD AG Dr. Céline Bilolo mengatakan CoE tersebut akan menggabungkan keahlian pasar karbon, inovasi digital, dan assurance independen untuk mendukung agenda dekarbonisasi.

“Jerman, sebagai negara asal TÜV SÜD, dan Singapura sebagai tuan rumah pusat keunggulan global baru kami, memiliki komitmen kuat yang sama terhadap aksi iklim dan kerja sama internasional,” kata Bilolo. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Wamen LH: Perdagangan Karbon Bisa Jadi Insentif Dekarbonisasi Industri Nikel

Ecobiz.asia — Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono mengatakan mekanisme perdagangan karbon dapat menjadi insentif bagi industri nikel...

Dapat Dukungan Kemenhut, Riau Mantap Masuk Pasar Karbon Yurisdiksi ART-TREES

Ecobiz.asia - Provinsi Riau mulai memasuki tahap baru pengembangan kredit karbon hutan berbasis yurisdiksi setelah menyelesaikan konsep Green for Riau dan memperoleh dukungan pemerintah...

Pasar Karbon Indonesia Mulai Cari Talenta Baru, IDCTA Youth Gelar Carbon Youth Week 2026

Ecobiz.asia — Perkembangan pasar karbon Indonesia mulai menciptakan kebutuhan baru terhadap sumber daya manusia yang memahami tidak hanya isu perubahan iklim, tetapi juga mekanisme...

Singapura-Laos Sepakati Perdagangan Kredit Karbon, Atur Mekanisme Corresponding Adjustment

Ecobiz.asia — Singapura dan Laos menandatangani perjanjian implementasi untuk membangun kerangka kerja yang mengikat secara hukum bagi kerja sama kredit karbon berdasarkan Pasal 6...

Pemanasan Global Diprediksi Lampaui 1,5°C, UNEP Peringatkan Bahaya Perubahan Iklim

Ecobiz.asia – Dunia diperkirakan akan melampaui ambang pemanasan global 1,5°C dalam beberapa tahun ke depan. Namun, peluang untuk menekan kenaikan suhu dan mengembalikannya ke...

TOP STORIES

Wamen LH: Perdagangan Karbon Bisa Jadi Insentif Dekarbonisasi Industri Nikel

Ecobiz.asia — Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono mengatakan mekanisme perdagangan karbon dapat menjadi insentif bagi industri nikel...

TÜV SÜD Invests US$24 Million in Singapore Decarbonisation Centre, Targets ASEAN Carbon Markets

Ecobiz.asia — Global testing, inspection and certification company TÜV SÜD has opened a Global Decarbonisation Centre of Excellence (CoE) in Singapore, aiming to strengthen...

PGN Solution, Nusantara Regas Perkuat Kesiapsiagaan Darurat Pipa Bawah Laut

Ecobiz.asia -- PT Nusantara Regas (NR) dan PT PGAS Solution (PGN Solution) memperkuat ketahanan infrastruktur gas melalui kerja sama kesiapsiagaan penanganan keadaan darurat pada...

MedcoEnergi Catat Kinerja Produksi 1H26 Naik 19%, Pertahankan Panduan 2026

Ecobiz.asia -- PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) mencatat kinerja operasional yang kuat pada semester pertama 2026 dengan produksi minyak dan gas mencapai 170...

Riau Moves to Register 2.6 Million-Hectare Forest Carbon Program Under ART-TREES

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Forestry has backed Riau province’s plan to develop a jurisdictional forest carbon program under the ART-TREES standard, allowing the...