KLH Bangun Ekosistem Pengelolaan Limbah Baterai Mobil Listrik, Timbulan Diproyeksi Memuncak 2040

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Ledakan penggunaan kendaraan listrik berpotensi menghadirkan persoalan baru: gunungan baterai bekas. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperkirakan timbulan limbah baterai kendaraan listrik akan mencapai puncaknya sekitar 2040 seiring meningkatnya jumlah kendaraan listrik dan usia pakai baterai yang berkisar 5–8 tahun.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, KLH mulai menyiapkan ekosistem pengelolaan limbah baterai kendaraan listrik, mulai dari pengumpulan, pembongkaran, pemanfaatan kembali hingga daur ulang.

Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) KLH Vinda Damayanti Amansyah mengatakan pemerintah tengah merancang sistem pengelolaan baterai bekas secara menyeluruh.

“Jadi sekarang kita sedang menyiapkan ekosistemnya, ekosistem untuk pengelolaan limbahnya,” ujar Vinda dalam diskusi Teman Lingkungan di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Read also:  APHI Dukung Prabowo Koreksi Regulasi Pembakaran Lahan
Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) KLH Vinda Damayanti Ansjar

Menurut dia, sistem tersebut akan mengatur mekanisme pengumpulan hingga proses daur ulang, termasuk menentukan apakah baterai perlu melalui proses dismantling sebelum masuk ke tahapan berikutnya.

“Nanti akan kita buat bagaimana sistem pengumpulannya, sistem recycle-nya, apakah itu nanti harus di-dismantling dulu dan lain sebagainya,” katanya.

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Limbah B3 serta Non-B3 KLH Amsor mengatakan pemerintah telah melihat potensi persoalan yang akan muncul apabila pertumbuhan kendaraan listrik berlangsung sesuai target.

“Dengan usia baterai sekitar 5–8 tahun, puncak timbulan baterai bekas diperkirakan terjadi sekitar 2040,” kata Amsor.

Karena itu, pemerintah menargetkan ekosistem pengelolaan baterai kendaraan listrik mulai dibangun paling lambat 2027. Adapun kebijakan dan regulasi pengelolaannya ditargetkan rampung tahun ini.

Read also:  Kemenhut Ungkap Dua Badak Sumatera di SRS Way Kambas Bunting, Harapan Populasi Bertambah

Tantangan terbesar, kata Amsor, terletak pada pola distribusi kendaraan listrik yang tersebar di berbagai provinsi, sementara Indonesia merupakan negara kepulauan. Kondisi tersebut membuat pengumpulan baterai bekas menjadi persoalan tersendiri.

Pemerintah mempertimbangkan skema take back, yakni baterai bekas dikembalikan oleh pemilik kendaraan untuk kemudian dikelola melalui jaringan dealer dan bengkel resmi yang menjadi titik pengumpulan.

KLH juga menjajaki kerja sama dengan kementerian terkait dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk membangun mekanisme tersebut. Salah satu yang dibahas adalah pemberian insentif kepada pemilik kendaraan agar bersedia mengembalikan baterai bekas.

Read also:  RSPO Perketat Pantauan Karhutla di Perkebunan Bersertifikat, Telusuri Penyebab Kebakaran

Setelah terkumpul, baterai akan disalurkan dari dealer dan bengkel kepada pengepul berizin sebelum diteruskan ke fasilitas daur ulang.

Baterai yang masih memiliki kapasitas tertentu akan diarahkan untuk second life atau guna ulang. Sementara komponen yang tidak lagi dapat digunakan akan didaur ulang. Adapun material yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan akan berakhir di landfill atau tempat pemrosesan akhir.

Vinda menegaskan prinsip pengelolaan diarahkan untuk memaksimalkan pemanfaatan kembali material dan komponen baterai.

“Sebisa mungkin, semaksimal mungkin akan kita manfaatkan kembali material-material, komponen-komponen yang pasti bisa dimanfaatkan. Yang tidak bisa dimanfaatkan ya ditimbun di landfill,” katanya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Lulus Diklat, 586 Polisi Kehutanan Langsung Terjun ke Tapak Dukung Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia — Sebanyak 586 personel Polisi Kehutanan (Polhut) menyelesaikan pendidikan dan pelatihan selama 60 hari dan disiapkan untuk memperkuat perlindungan hutan, penegakan hukum, serta...

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...

Bali Butuh Rp623,28 Triliun untuk Capai Emisi Nol Bersih 2045, Kesiapan Proyek Jadi Tantangan

Ecobiz.asia – Provinsi Bali membutuhkan investasi hijau sebesar Rp623,28 triliun hingga 2045 untuk mencapai target emisi nol bersih. Namun, keterbatasan fiskal daerah dan kesiapan...

Negosiasi INC on Plastic Pollution Alot, Indonesia Tak Tinggal Diam Tangani Sampah Plastik

Ecobiz.asia – Negosiasi perjanjian internasional untuk mengatasi polusi plastik, Intergovernmental Negotiating Committee (INC) on Plastic Pollution* masih menemui jalan buntu meski telah berlangsung sejak...

BPGMN Perkuat Pengelolaan Gambut dan Pemantauan Permukaan Air untuk Tekan Karhutla, 40 Cm Jadi Warning

Ecobiz.asia — Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) akan memperkuat pengelolaan gambut melalui pemetaan risiko kebakaran, pemodelan kondisi kekeringan, dan pemantauan tinggi muka...

TOP STORIES

Lulus Diklat, 586 Polisi Kehutanan Langsung Terjun ke Tapak Dukung Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia — Sebanyak 586 personel Polisi Kehutanan (Polhut) menyelesaikan pendidikan dan pelatihan selama 60 hari dan disiapkan untuk memperkuat perlindungan hutan, penegakan hukum, serta...

Sukses Ubah Emisi Karbon Jadi Soda Ash Bernilai Ekonomi, Kemenperin Dorong Teknologi CCU

Ecobiz.asia – Kementerian Perindustrian mendorong perluasan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menekan emisi sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi dari pemanfaatan kembali...

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...