Ascenso Bidik Industri Tambang Indonesia dengan Ban Radial OTR hingga 49 Inci

MORE ARTICLES

Eciobiz.asia — Produsen ban asal India, Ascenso Tyres, memperluas bisnisnya ke sektor pertambangan Indonesia melalui peluncuran portofolio All-Steel Radial Off-The-Road (R-OTR), termasuk ban berukuran 49 inci.

Ekspansi tersebut didukung investasi lebih dari US$100 juta untuk membangun dan memperkuat fasilitas produksi ban radial OTR di India, mencakup pengembangan produk, fasilitas pengujian, penguatan engineering, serta peningkatan kapasitas produksi.

Ascenso memperkenalkan portofolio R-OTR tersebut dalam ajang Mining Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, yang berlangsung 9–12 September 2026.

Salah satu produk yang ditampilkan adalah 27.00R49 EMTY 4330 (E4) dari lini “Beast Range”, yang dikembangkan untuk kebutuhan operasional pertambangan. Ascenso saat ini telah memasarkan produknya di lebih dari 100 negara dan mengembangkan ban radial OTR berukuran 25 hingga 49 inci untuk sektor konstruksi, quarry, hingga pertambangan terbuka.

Read also:  MedcoEnergi Catat Kinerja Solid pada Semester I 2026

Managing Director Ascenso Tyres Yogesh Mahansaria mengatakan investasi tersebut menunjukkan keseriusan perusahaan untuk membangun bisnis jangka panjang di sektor pertambangan.

“Investasi khusus sebesar US$100 juta menjadi bentuk keseriusan kami dalam mengembangkan bisnis di segmen pertambangan. Kami tidak hanya ingin bersaing lewat harga, tetapi melalui performa dan keandalan produk,” ujarnya.

Menurut dia, Indonesia merupakan salah satu pasar penting bagi industri alat berat dan teknologi pertambangan, terutama dengan skala produksi batu bara dan mineral kritis yang besar.

Read also:  Agrinas Palma dan IPB Bidik 1 Juta Hektare untuk Bioetanol E20, Targetkan 5 Juta Kiloliter/Tahun

Untuk memperkuat pengembangan produknya, Ascenso juga menempatkan lebih dari 15 field application engineer di berbagai pasar pertambangan utama. Tim tersebut bekerja langsung dengan operator tambang untuk memantau performa ban dan kondisi operasional di lapangan.

CEO Ascenso Tyres Dhaval Nanavati mengatakan pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan saat memasuki sektor pertambangan.

Read also:  Pertamina Siapkan 8 Inisiatif Bisnis Energi Rendah Karbon, Dari Hidrogen hingga Biofuel

“Field engineer kami ditempatkan di berbagai pasar utama untuk memantau kondisi operasional dan memberikan respons yang lebih cepat,” katanya.

Ascenso mulai mengembangkan platform radial OTR pada akhir 2023. Perusahaan menargetkan penambahan ukuran dan pola tapak baru pada 2027–2028 untuk memenuhi kebutuhan sektor pertambangan, earthmoving, dan loader.

Perusahaan juga akan memperluas kemitraan lokal dan menghadirkan lebih banyak pilihan produk di Indonesia seiring peningkatan kapasitas manufaktur radial OTR di India.***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Sukses Ubah Emisi Karbon Jadi Soda Ash Bernilai Ekonomi, Kemenperin Dorong Teknologi CCU

Ecobiz.asia – Kementerian Perindustrian mendorong perluasan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menekan emisi sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi dari pemanfaatan kembali...

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

PGN Pangkas Emisi 29.575 Ton CO₂eq, Andalkan Dekarbonisasi untuk Efisiensi Biaya

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatat penurunan emisi sebesar 29.574,87 ton karbon dioksida ekuivalen (tCO₂eq) hingga Agustus...

Xurya Soroti Kesiapan Teknologi dan SDM untuk Kejar Target PLTS 100 GWp

Ecobiz.asia — Target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) dalam tiga tahun ke depan tidak hanya membutuhkan percepatan konstruksi,...

Agrinas Palma, Fauji Foundation Jajaki Investasi Sawit Terintegrasi 200.000 Hektare

Ecobiz.asia -- PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjajaki kerja sama dengan Fauji Foundation dari Pakistan untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit terintegrasi seluas 200.000 hektare...

TOP STORIES

Lulus Diklat, 586 Polisi Kehutanan Langsung Terjun ke Tapak Dukung Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia — Sebanyak 586 personel Polisi Kehutanan (Polhut) menyelesaikan pendidikan dan pelatihan selama 60 hari dan disiapkan untuk memperkuat perlindungan hutan, penegakan hukum, serta...

Sukses Ubah Emisi Karbon Jadi Soda Ash Bernilai Ekonomi, Kemenperin Dorong Teknologi CCU

Ecobiz.asia – Kementerian Perindustrian mendorong perluasan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menekan emisi sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi dari pemanfaatan kembali...

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...