Ecobiz.asia – PT ESGIN Global Partners (ESGIN), Koperasi Pangan Cendekia Indonesia (KPCI), dan Koperasi Kencana Darma Cendekia (KKDC) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan ekosistem ekonomi hijau yang mencakup pertanian berkelanjutan, rantai pasok pangan, ekonomi sirkular, teknologi lingkungan, hingga proyek karbon.
MoU tersebut ditandatangani oleh Vice President ESGIN Yayang Ruzaldy, Ketua KPCI Dr. Marwah Daud Ibrahim, dan Ketua KKDC Rhesa Yogaswara di sela Seminar Nasional Green Education yang digelar di Jakarta, Kamis (10/9).
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menghubungkan sektor pendidikan, pertanian, koperasi, komunitas, teknologi, pasar, serta pembiayaan dalam pengembangan berbagai proyek berkelanjutan.
Yayang Ruzaldy mengatakan pengembangan ekonomi hijau perlu dimulai dari peningkatan pemahaman generasi muda hingga menghasilkan aktivitas nyata yang dapat diukur dampaknya.
“Green Education harus bergerak dari knowledge menuju action. Teknologi kemudian dapat membantu mencatat dan mengukur aktivitas tersebut sehingga Green Action dapat berkembang menjadi Measurable Green Impact,” katanya.
Menurut dia, aktivitas seperti pertanian berkelanjutan, pengurangan sampah dan food waste, efisiensi energi dan air, serta ekonomi sirkular berpotensi dikembangkan lebih lanjut menjadi green project.
KPCI akan memperkuat sisi hulu melalui jaringan petani, kelompok tani, koperasi dan komoditas pertanian, termasuk pengembangan pola kemitraan dan contract farming. Sementara KKDC akan mendukung sisi hilir melalui rantai pasok, distribusi, pemasaran dan akses pasar.
Marwah Daud Ibrahim mengatakan green economy harus dibangun dari kekuatan ekonomi masyarakat, dan pertanian merupakan salah satu fondasi terpentingnya. “Melalui kolaborasi ini, kami ingin memperkuat posisi petani dan koperasi dalam ekosistem yang menghubungkan produksi pangan berkelanjutan dengan kepastian pasar, teknologi, ekonomi sirkular, serta peluang pengembangan green project,” ujar Marwah. Menurut dia, ketahanan pangan tidak hanya menjadi agenda produksi, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekonomi yang lebih tangguh, inklusif dan selaras dengan kelestarian alam.
ESGIN akan mendukung pengembangan green project dan climate project melalui teknologi lingkungan, termasuk platform ESG-in, traceability serta sistem Digital Measurement, Reporting and Verification (Digital MRV).
Khusus kegiatan yang memiliki potensi mitigasi perubahan iklim, ESGIN akan membantu melakukan identifikasi dan kajian awal untuk menilai peluang pengembangannya menjadi climate project atau proyek karbon sesuai metodologi, ketentuan MRV dan regulasi yang berlaku.
Kerja sama juga mencakup pengembangan ekonomi sirkular melalui jaringan Bank Sampah Unit (BSU), dengan melibatkan sekolah, keluarga, komunitas dan masyarakat dalam kegiatan pemilahan sampah, daur ulang, pemanfaatan kembali material dan pengurangan food waste.
Ketiga pihak selanjutnya akan melakukan pemetaan wilayah, petani, komoditas, koperasi, komunitas, BSU, rantai pasok dan potensi proyek hijau untuk menentukan sejumlah pilot project.
Proyek yang dinilai layak akan dikembangkan melalui perjanjian kerja sama tersendiri, termasuk pengaturan investasi, teknologi, model bisnis, pembagian peran dan aspek komersial.
Kolaborasi tersebut diharapkan membentuk pipeline proyek ekonomi hijau yang menghubungkan sektor pertanian dan komunitas dengan pasar, ekonomi sirkular, teknologi lingkungan dan peluang investasi hijau.***




