Menteri LH: Pasar Karbon Harus Berbasis Aksi Nyata, Bukan Sekadar Transaksi

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat menegaskan pasar karbon Indonesia harus dibangun berdasarkan aksi iklim yang terukur, bukti yang kredibel, dan tata kelola yang berintegritas.

Menurut Jumhur, pasar karbon tidak boleh berhenti sebagai mekanisme perdagangan unit karbon, tetapi harus memastikan aksi mitigasi menghasilkan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

“Karbon bukanlah titik awal, karbon adalah hasil. Titik awalnya adalah tantangan nyata yang kita hadapi, mulai dari emisi aktivitas ekonomi, degradasi ekosistem, pengelolaan sampah yang belum memadai, hingga tekanan terhadap hutan, gambut, wilayah pesisir, dan ekosistem laut,” kata Jumhur dalam Indonesia Carbon and Biodiversity Summit 2026 di Bali, Rabu (9/9/2026).

Read also:  Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ia mengatakan pembangunan ekonomi tetap perlu berjalan untuk menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan pengurangan emisi, perlindungan ekosistem, dan peningkatan ketahanan terhadap perubahan iklim.

Jumhur menekankan tidak semua aktivitas lingkungan dapat langsung dikategorikan sebagai aksi mitigasi yang menghasilkan unit karbon. Setiap capaian penurunan emisi harus melalui pengukuran, pelaporan, dan verifikasi untuk memastikan validitas dan keterlacakan hasil mitigasi.

Karena itu, kredibilitas pasar karbon bergantung pada penguatan tata kelola yang mencakup regulasi, kelembagaan, sistem data, Measurement, Reporting and Verification (MRV), registrasi, hingga pengawasan transaksi.

Read also:  Potensi Kredit Karbon Riau Capai 11,7 Juta Ton CO₂e per Tahun, Nilainya Bisa US$235 Juta

Penguatan sistem tersebut diperlukan untuk memastikan setiap unit karbon memiliki rekam jejak yang jelas sekaligus mencegah double counting maupun klaim ganda atas hasil mitigasi yang sama.

Karbon Harus Beri Manfaat ke Masyarakat

Selain pengurangan emisi, Jumhur menilai pengembangan pasar karbon perlu dikaitkan dengan perlindungan keanekaragaman hayati. Hutan, gambut, mangrove, dan ekosistem laut dinilai sebagai modal alam yang berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus menopang kehidupan masyarakat.

Karena itu, investasi dan kerja sama internasional di bidang karbon harus diarahkan pada aksi yang memberikan manfaat lingkungan nyata, bukan semata-mata mengejar nilai ekonomi dari unit karbon.

Read also:  Kemenhut: GANISPH Dibutuhkan untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan

“Indonesia membuka ruang bagi pengembangan teknologi dan investasi yang mendukung penguatan aksi iklim, dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional,” ujarnya.

Jumhur mengatakan perkembangan pasar karbon Indonesia tidak semestinya diukur hanya dari jumlah unit karbon yang diterbitkan atau kecepatan transaksi.

Menurut dia, kualitas aksi iklim, kredibilitas bukti, akuntabilitas tata kelola, perlindungan ekosistem, serta manfaat yang diterima masyarakat menjadi faktor yang akan menentukan masa depan pasar karbon Indonesia.

Melalui Indonesia Carbon and Biodiversity Summit 2026, KLH/BPLH mendorong kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem karbon Indonesia yang transparan dan kredibel serta mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan.

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

Mentan Terbitkan Permentan 18/2026, Atur Perdagangan Karbon Sektor Pertanian

Ecobiz.asia – Kementerian Pertanian mengatur tata cara perdagangan karbon melalui mekanisme offset emisi gas rumah kaca (GRK) di sektor pertanian, mencakup subsektor persawahan, peternakan,...

Kemenhut: GANISPH Dibutuhkan untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menilai tenaga teknis pengelolaan hutan (GANISPH) akan memegang peran penting dalam ekosistem perdagangan karbon, seiring berkembangnya pemanfaatan hutan yang...

Perkuat Tata Kelola Bursa Karbon, OJK Kedepankan Integritas Pasar dan Perlindungan Konsumen

Ecobiz.asia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat regulasi perdagangan karbon melalui Bursa Karbon Indonesia dengan menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 10 Tahun 2026 dan...

KLH Dorong Pemda Siapkan Proyek Karbon, Bisa Jadi Sumber Pendapatan Daerah

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) mendorong pemerintah daerah mulai mengidentifikasi dan menyiapkan proyek-proyek karbon agar dapat memanfaatkan peluang perdagangan...

TOP STORIES

Lulus Diklat, 586 Polisi Kehutanan Langsung Terjun ke Tapak Dukung Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia — Sebanyak 586 personel Polisi Kehutanan (Polhut) menyelesaikan pendidikan dan pelatihan selama 60 hari dan disiapkan untuk memperkuat perlindungan hutan, penegakan hukum, serta...

Sukses Ubah Emisi Karbon Jadi Soda Ash Bernilai Ekonomi, Kemenperin Dorong Teknologi CCU

Ecobiz.asia – Kementerian Perindustrian mendorong perluasan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menekan emisi sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi dari pemanfaatan kembali...

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...