Sepuluh Provinsi Baru Terima Dana Karbon GCF, Total Komitmen Capai Rp761 Miliar

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) menambah 10 provinsi penerima pendanaan Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF). Dengan penambahan tersebut, hingga 2026 sebanyak 34 provinsi telah mengakses pendanaan karbon dengan total komitmen mencapai Rp761,02 miliar.

Direktur Utama BPDLH Joko Tri Haryanto mengatakan 10 provinsi tersebut akan menerima pendanaan berbasis kinerja (results-based payment) sesuai capaian kegiatan pengurangan emisi dan pengelolaan lingkungan yang dilakukan di daerah.

“Jadi sampai batch ketiga ini sudah ada 34 provinsi dari 38. Sampai 2030 nanti, empat provinsi tersisa sedang berproses untuk bisa segera masuk di batch keempat,” ujar Joko usai penandatanganan Perjanjian Penyaluran Dana Proyek RBP REDD+ GCF Output 2 di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Read also:  KKP Siapkan Aturan Perdagangan Karbon Sektor Kelautan dan Perikanan, Begini Bocorannya

Menurut Joko, tambahan 10 provinsi tersebut memperoleh komitmen pendanaan sekitar Rp253 miliar. Ia mengingatkan seluruh penerima manfaat agar mengedepankan integritas, profesionalisme, sinergi layanan, serta tata kelola yang bersih dalam pelaksanaan program.

Pendanaan tersebut merupakan bagian dari proyek RBP REDD+ Green Climate Fund (GCF) yang diterima Indonesia sebagai insentif atas keberhasilan menurunkan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan. Indonesia menjadi negara pertama di kawasan Asia-Pasifik yang memperoleh pendanaan berbasis hasil (results-based payment) dari GCF dengan nilai US$103,78 juta atas capaian penurunan emisi sebesar 20,25 juta ton CO2e.

Sejak implementasi Output 2 pada Agustus 2023 hingga Juli 2026, BPDLH telah menyalurkan lebih dari Rp500 miliar atau sekitar 37 persen dari total alokasi pendanaan. Dana tersebut digunakan untuk mendukung berbagai program pengelolaan hutan dan lingkungan di daerah.

Read also:  Komisi Eropa Longgarkan Aturan Pasar Karbon (EU ETS), Tuai Reaksi Keras

Joko menjelaskan, sejumlah capaian program antara lain perluasan akses Perhutanan Sosial hingga lebih dari 2 juta hektare, pendampingan kelompok perhutanan sosial, fasilitasi verifikasi lebih dari 40 usulan hutan adat, serta penyelesaian konflik tenurial di sejumlah daerah.

Pendanaan juga dimanfaatkan untuk mendukung rehabilitasi hutan dan lahan seluas sekitar 3.000 hektare, memperkuat 150 Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di 24 provinsi, membentuk dan meningkatkan kapasitas Masyarakat Peduli Api (MPA), serta memperkuat Sistem Registri Nasional (SRN), Program Kampung Iklim (ProKlim), dan pengelolaan sampah berkelanjutan. Secara keseluruhan, proyek ini telah menjangkau sekitar 1.266 desa di 225 kabupaten.

Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Komite Pengarah BPDLH Zulkifli Hasan mengatakan BPDLH menjadi instrumen penting pembiayaan pembangunan hijau yang menghubungkan perlindungan lingkungan dengan pertumbuhan ekonomi.

Read also:  RBP dan Voluntary Carbon Market Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan Indonesia

“Pengelolaan lingkungan berkelanjutan merupakan jembatan yang menghubungkan pembangunan ekonomi dan masyarakat. BPDLH merupakan instrumen pembiayaan pembangunan hijau untuk mendukung visi kelestarian lingkungan Indonesia,” kata Zulkifli.

Sementara itu, Joko menegaskan BPDLH akan terus memperluas akses pembiayaan lingkungan agar memberikan dampak nyata terhadap penurunan emisi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“BPDLH diberi mandat untuk mengelola dana lingkungan hidup secara akuntabel, kredibel, dan transparan. Kami berharap pendanaan ini dapat digunakan seoptimal mungkin untuk mempercepat pencapaian target penurunan emisi, memperkuat pengelolaan hutan lestari sekaligus meningkatkan mata pencaharian masyarakat sekitar,” ujarnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

RBP dan Voluntary Carbon Market Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan Indonesia

Ecobiz.asia – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan mekanisme Results-Based Payment (RBP) dan pasar karbon sukarela (voluntary carbon market) menjadi instrumen yang saling melengkapi...

VCarboN Bidik Pasar Karbon Compliance, Dorong Akses Proyek Indonesia ke Korea Selatan

Ecobiz.asia – Pengembang proyek karbon VCarboN mulai membidik perluasan akses pasar karbon Indonesia, tidak hanya melalui voluntary carbon market (VCM) tetapi juga compliance carbon...

Masuk Pasar Karbon Skema Jurisdictional REDD, Riau Tunggu Persetujuan Menteri Kehutanan

Ecobiz.asia – Pemerintah Provinsi Riau tinggal selangkah lagi memasuki pasar karbon internasional melalui skema Jurisdictional REDD+. Saat ini, pemerintah daerah menunggu penerbitan Letter of...

Kemenhut Buka Peluang Investasi Baru Skema Carbon Removal di 2,4 Juta Hektare Hutan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membuka peluang investasi perdagangan karbon di sekitar 2,4 juta hektare kawasan hutan lindung dan hutan produksi sebagai bagian dari...

Asuransi Karbon Disiapkan, OJK Dorong Pembiayaan Berkelanjutan bagi Proyek Karbon

Ecobiz.asia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan berbagai instrumen pembiayaan untuk memperkuat ekosistem perdagangan karbon nasional. Salah satu yang sedang dikembangkan adalah asuransi karbon...

TOP STORIES

VCarboN Eyes Compliance Carbon Markets, Seeks to Expand Indonesian Projects into South Korea

Ecobiz.asia – Indonesian carbon project developer VCarboN is looking beyond the voluntary carbon market (VCM) to tap compliance carbon markets, seeking to expand international...

Indonesia Expands GCF Results-Based Carbon Finance to 34 Provinces

Ecobiz.asia - Indonesia has expanded its Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF) program to 34 provinces after adding 10 new provincial governments,...

RBP dan Voluntary Carbon Market Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan Indonesia

Ecobiz.asia – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan mekanisme Results-Based Payment (RBP) dan pasar karbon sukarela (voluntary carbon market) menjadi instrumen yang saling melengkapi...

Investasi Rp3 Triliun Masuk, PSEL Piyungan Ditargetkan Hasilkan Listrik 20 MW

Ecobiz.asia – Investasi sekitar Rp3 triliun akan digelontorkan untuk membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Piyungan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)....

VCarboN Bidik Pasar Karbon Compliance, Dorong Akses Proyek Indonesia ke Korea Selatan

Ecobiz.asia – Pengembang proyek karbon VCarboN mulai membidik perluasan akses pasar karbon Indonesia, tidak hanya melalui voluntary carbon market (VCM) tetapi juga compliance carbon...