Konsumsi Energi Final Indonesia Diproyeksi Tumbuh 2,6% per Tahun hingga 2060

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Dewan Energi Nasional (DEN) memproyeksikan konsumsi energi final Indonesia tumbuh 2,2%–2,6% per tahun sepanjang 2024–2060, dengan sektor industri menjadi pengguna energi terbesar seiring meningkatnya elektrifikasi.

Anggota DEN Satya Widya Yudha mengatakan berdasarkan skenario rendah dan tinggi, permintaan energi final diperkirakan mencapai 255–299 juta ton setara minyak (MTOE) pada 2030. Angka tersebut meningkat menjadi 304–359 MTOE pada 2040, 355–415 MTOE pada 2050, dan 379–433 MTOE pada 2060.

“Komposisi konsumsi energi final juga menunjukkan dominasi sektor industri. Pada 2030, sektor industri menyumbang 50%–51% dari total permintaan energi final. Porsinya meningkat menjadi 55%–56% pada 2040, 61% pada 2050, dan 63%–65% pada 2060,” ujar Satya dalam Seminar Nasional Green Economy 2045 di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Read also:  Pantauan Karhutla Kemenhut: Hotspot Kalteng dan Kalbar Turun Tajam, Sumsel Malah Naik

Dengan proyeksi tersebut, sektor industri akan menjadi sumber utama pertumbuhan permintaan energi hingga 2060.

Sebaliknya, porsi sektor transportasi diproyeksikan turun dari 32%–34% pada 2030 menjadi 17%–18% pada 2060. Konsumsi energi sektor rumah tangga berada di kisaran 11%–12% sepanjang periode proyeksi, sedangkan sektor komersial menjadi pengguna dengan porsi terkecil.

Di sisi pasokan, DEN memperkirakan penyediaan energi primer tumbuh 2,5%–2,9% per tahun pada 2024–2060, didorong pemanfaatan sumber daya energi dan perkembangan teknologi rendah karbon.

Read also:  Perkuat Pencegahan Karhutla Prabowo Bentuk Badan Pengelola Gambut, Seperti BRGM?

Penyediaan energi primer diproyeksikan mencapai 368–454 MTOE pada 2030, kemudian meningkat menjadi 468–596 MTOE pada 2040, 595–712 MTOE pada 2050, dan 665–775 MTOE pada 2060.

Pada saat yang sama, komposisi bauran energi primer diproyeksikan berubah signifikan. Porsi energi baru dan terbarukan (EBT) diperkirakan mencapai 19%–23% pada 2030, meningkat menjadi 36%–40% pada 2040, 53%–55% pada 2050, dan 70%–72% pada 2060.

Read also:  Pemerintah Didesak Segera Terbitkan Regulasi Safeguard AI dan Standar Data Center Hijau

Sebaliknya, porsi batu bara dalam bauran energi primer diproyeksikan turun dari 41%–42% pada 2030 menjadi 8%–12% pada 2060. Porsi minyak bumi turun dari 22%–26% menjadi sekitar 5%–6%, sedangkan gas bumi berada pada kisaran 13%–15% pada 2060.

Proyeksi DEN tersebut mengindikasikan kebutuhan energi Indonesia terus meningkat hingga 2060, sementara struktur konsumsi dan pasokan energi berubah. Industri semakin dominan sebagai pengguna energi final, bersamaan dengan meningkatnya porsi EBT dalam bauran energi primer. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PSEL Palembang Hasilkan Listrik 21,55 MW, Siap Beroperasi Penuh Mulai Desember

Ecobiz.asia — Fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Palembang telah menghasilkan listrik 21,55 megawatt (MW), melampaui capaian awal yang diperkirakan sekitar 20 MW....

Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Senilai US$10,2 Miliar di IWIP

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto meresmikan komersialisasi dan groundbreaking 11 proyek dalam ekosistem hilirisasi nikel di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah,...

Populasi Satwa Liar Global Turun 73%, Peluang Pemulihan Tumbuh di Indonesia

Ecobiz.asia — Populasi satwa liar yang dipantau di dunia turun rata-rata 73% dalam 52 tahun, tetapi sejumlah pemulihan spesies menunjukkan bahwa tren kehilangan keanekaragaman...

Kepatuhan Produsen Rendah, KLH Rancang Ulang Permen Peta Jalan Pengelolaan Sampah

Ecobiz.asia — Rendahnya kepatuhan produsen dalam menjalankan tanggung jawab pengurangan sampah mendorong Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) merancang ulang regulasi tentang pengurangan...

Satgas PKH Kuasai Kembali 6,21 Juta Hektare Kawasan Hutan Jadi Sawit, 14.633,79 Hektare Jadi Tambang

Ecobiz.asia — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) telah menguasai kembali kawasan hutan seluas 6.206.212,14 hektare pada sektor perkebunan sawit dan 14.633,79 hektare...

TOP STORIES

PSEL Palembang Hasilkan Listrik 21,55 MW, Siap Beroperasi Penuh Mulai Desember

Ecobiz.asia — Fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Palembang telah menghasilkan listrik 21,55 megawatt (MW), melampaui capaian awal yang diperkirakan sekitar 20 MW....

Parlemen Godok RUU Perubahan Iklim Berkeadilan, Jaga Kepastian Aturan Proyek Karbon

Ecobiz.asia – Parlemen mulai menyiapkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Iklim Berkeadilan untuk memberikan kepastian dan menjaga konsistensi regulasi bagi proyek-proyek karbon yang...

Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Senilai US$10,2 Miliar di IWIP

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto meresmikan komersialisasi dan groundbreaking 11 proyek dalam ekosistem hilirisasi nikel di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah,...

Populasi Satwa Liar Global Turun 73%, Peluang Pemulihan Tumbuh di Indonesia

Ecobiz.asia — Populasi satwa liar yang dipantau di dunia turun rata-rata 73% dalam 52 tahun, tetapi sejumlah pemulihan spesies menunjukkan bahwa tren kehilangan keanekaragaman...

Tiga Start Up Iklim Dapat Suntikan Rp15 Miliar, Siap Uji Coba dan Komersialisasi di Indonesia

Ecobiz.asia – Tiga perusahaan start up teknologi iklim mendapat suntikan dana Rp15 miliar untuk menguji solusi mereka di Indonesia, menandai meningkatnya aliran modal ke...