Pemkab Aceh Tamiang, Fairatmos, Manka Jajaki Potensi Blue Carbon di 24.000 Hektare Mangrove

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Fairatmos, dan Mandala Katalika (Manka) menandatangani perjanjian kerja sama untuk menjajaki pengembangan proyek blue carbon berbasis ekosistem mangrove seluas sekitar 24.000 hektare di Aceh Tamiang, Aceh.

Kerja sama tersebut mencakup fasilitasi, koordinasi, dan kajian awal pengembangan proyek karbon berbasis alam. Penandatanganan dilakukan di Jakarta pada 17 September 2026 oleh Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, Founder & CEO Fairatmos Natalia Rialucky, dan Direktur Manka Juliarta Bramansa Ottay.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman yang telah ditandatangani ketiga pihak pada September 2025.

Dalam kerja sama tersebut, Pemkab Aceh Tamiang akan menyediakan data, memfasilitasi koordinasi dengan pemangku kepentingan, serta membangun komunikasi dengan pemerintah dan masyarakat di sekitar kawasan. Fairatmos bertanggung jawab atas pelaksanaan kajian, sedangkan Manka mendukung aspek tata kelola, penyusunan prospektus, dan penjajakan pendanaan.

Read also:  Kemenhut Hitung Emisi Karbon Dampak Karhutla, Menhut: Kami Tekan di Bawah Benchmark 2015

Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi mengatakan kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan mangrove.

“Kami berharap kerja sama ini membawa manfaat nyata bagi masyarakat Aceh Tamiang, terutama dari sisi ekonomi. Meski sempat menghadapi berbagai tantangan, kami tetap berkomitmen untuk menjajaki potensi ini bersama Fairatmos dan Manka,” ujar Armia dalam keterangan tertulis, Rabu (23/9/2026).

Founder & CEO Fairatmos Natalia Rialucky mengatakan pengembangan proyek karbon perlu memperhatikan aspek integritas sejak tahap awal, tidak hanya dari sisi potensi kredit karbon tetapi juga dampak terhadap masyarakat dan biodiversitas.

Read also:  TÜV SÜD Bangun Pusat Dekarbonisasi di Singapura, Siap Investasi US$24 Juta

“Pembeli hari ini tidak hanya melihat besarnya sebuah proyek, tetapi juga dampak yang dibawanya bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya,” kata Natalia.

Menurut dia, kajian akan melihat potensi karbon sekaligus manfaat sosial dan biodiversitas kawasan mangrove Aceh Tamiang sebagai satu kesatuan lanskap.

Sementara itu, Direktur Manka Juliarta Bramansa Ottay mengatakan Manka akan mendukung penguatan aspek tata kelola, termasuk kejelasan hak atas karbon dan mobilisasi pendanaan untuk tahapan studi selanjutnya.

“Manka akan membantu memastikan kejelasan hak atas karbon serta menggalang pendanaan untuk tahapan studi berikutnya, sehingga potensi ini dapat dikembangkan di atas fondasi yang kuat,” ujarnya.

Read also:  Kemenhut Perkuat Pemahaman CCPs untuk Bangun Pasar Karbon Berintegritas

Lanskap mangrove yang menjadi objek penjajakan tersebar di empat kecamatan, yakni Seruway, Bendahara, Banda Mulia, dan Manyak Payed.

Dalam kerja sama tersebut, calon pembeli dan investor, termasuk dari luar negeri, juga dapat menjajaki peluang offtake dan investasi sejak tahap awal melalui AtmosFund, platform Fairatmos yang menghubungkan proyek iklim dengan sumber pendanaan internasional.

Indonesia sendiri memiliki sekitar 3,44 juta hektare mangrove berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2024, atau sekitar 20% dari luas mangrove dunia. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Dekarbonisasi Jadi Tuntutan Industri Tambang, Wamen LH Minta Emisi Dilaporkan ke SIGN-SMART

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono mendorong industri pertambangan mempercepat dekarbonisasi dengan menghitung dan melaporkan emisi...

Bappenas Luncurkan Peta Jalan Karbon Biru 2026–2045, Dorong Investasi dan Perlindungan Ekosistem Pesisir

Ecobiz.asia – Kementerian PPN/Bappenas meluncurkan Peta Jalan Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Karbon Biru Indonesia 2026–2045 sebagai panduan integrasi pengelolaan ekosistem pesisir dan laut ke...

NCI dan Infini Asia Luncurkan FIST 1.0 untuk Perkuat Pengelolaan Data Proyek Nature-based Solutions

Ecobiz.asia — Nusantara Climate Initiative (NCI) bersama PT Inovasi Infini Asia (Infini Asia) meluncurkan Forest Integrated System for Transparency (FIST) Version 1.0, platform digital...

BP BUMN Arahkan Perhutani Kembangkan Bisnis Karbon, Incar Pendapatan Rp1-2 Triliun

Ecobiz.asia – Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) mengarahkan Perum Perhutani mengembangkan perdagangan karbon sebagai sumber pendapatan baru sekaligus bagian dari transformasi bisnis perusahaan. Dalam jangka...

IDXCarbon Gratiskan Biaya Pendaftaran, Incar Lebih Banyak Pengguna Jasa Karbon

Ecobiz.asia – Bursa karbon Indonesia (IDXCarbon) menggratiskan biaya pendaftaran dan keanggotaan bagi perusahaan yang ingin menjadi Pengguna Jasa Bursa Karbon (PJBK). Kebijakan tersebut ditujukan...

TOP STORIES

Wärtsilä: Fleksibilitas Sistem Listrik Penting untuk Percepatan EBT dan Ekonomi Digital

Ecobiz.asia -- Percepatan energi terbarukan dan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia membutuhkan sistem kelistrikan yang lebih fleksibel agar peningkatan pasokan listrik bersih tetap berjalan...

PHE Buka Roadshow Hulu Migas ke 20 Kampus, Mulai dari IPB

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE) membuka rangkaian Upstream Youth Champs (UYC) 2026 di IPB University, Bogor, Selasa (22/9/2026), sebagai bagian dari agenda...

Perluas Pemanfaatan Gas Bumi, Gagas Perkuat Layanan CNG Point-to-Point untuk Pelanggan Usaha

Ecobiz.asia — PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) memperkuat layanan Compressed Natural Gas (CNG) point-to-point bagi pelanggan usaha di Yogyakarta, seiring bertambahnya pemanfaatan gas bumi...

TERORISME EKOLOGI: Membakar Hutan dan Lahan, Membakar Kehidupan

Oleh: Saiful Latief, M.Si (Pranata Humas Ahli Muda, Direktorat Inventarisasi Gas Rumah Kaca dan MPV, Deputi Bidang PPI NEK, Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH) Ecobiz.asia - Menyikapi...

PLN Uses Solar-BESS as Natural Hedge Against El Niño Impact

Ecobiz.asia – Indonesia’s state-owned electricity company PT PLN (Persero) is deploying solar power plants equipped with Battery Energy Storage Systems (BESS) as a natural...